Penulis
KOMPAS.com – Direktur Pesantren Kementerian Agama Basnang Said menegaskan pesantren memiliki peran strategis dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia. Menurutnya, pesantren selama berabad-abad telah berkontribusi mencetak generasi bangsa bahkan jauh sebelum sistem pendidikan modern diperkenalkan di Indonesia.
Hal itu disampaikan Basnang Said dalam sambutannya pada Wisuda Akbar Program I'dadi, Tahsin, dan Tahfidz Pondok Pesantren Al-Qur'an dan Sains Nurani Tahun Ajaran 2025–2026 di Ronatama Convention Hall, Depok, Jawa Barat, Sabtu (11/7/2026).
"Anak-anak sekalian adalah pelanjut masa depan bangsa. Akhlak dan kepribadian kalian adalah gambaran masa depan Indonesia. Kalian adalah teladan bagi teman-teman kalian yang lain," ujar Basnang.
Ia mengajak para santri untuk terus menjaga hafalan Al-Qur'an sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
"Pertahankan terus hafalan Al-Qur'annya dan hadirkan akhlak Al-Qur'an dalam kehidupan kalian," pesannya.
Baca juga: Ribuan Santri Rasakan Manfaat Beasiswa Kemenag-LPDP, Beberapa Sudah Lulus Kuliah
Basnang mengingatkan bahwa eksistensi pesantren di Nusantara telah berlangsung sejak abad ke-14, jauh sebelum pemerintah kolonial Belanda memperkenalkan sistem persekolahan pada awal abad ke-19.
Karena itu, menurutnya, pesantren merupakan institusi pendidikan asli Indonesia yang telah lama berperan membangun peradaban dan mencerdaskan masyarakat.
"Pesantren jauh lebih tua daripada masuknya Belanda yang memperkenalkan sistem persekolahan kepada kita. Karena itu negara hari ini mengakui pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional," katanya.
Ia menyebut pemerintah saat ini tengah menyiapkan revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang di dalamnya semakin mempertegas posisi pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.
"Masyarakat tidak perlu ragu menyekolahkan anak-anaknya di pesantren. Pesantren adalah tempat yang mulia, tempat disemainya akhlak, ilmu, dan keikhlasan," ujarnya.
Basnang menilai kontribusi pesantren tidak hanya mencetak penghafal Al-Qur'an, tetapi juga membantu pemerintah menjalankan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Sesungguhnya mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas negara. Namun masyarakat ikut mengambil bagian melalui lembaga-lembaga pendidikan seperti pesantren. Ini kontribusi nyata yang sangat besar," katanya.
Ia menyampaikan, saat ini Indonesia memiliki sekitar 42.849 pesantren dengan sekitar 6,3 juta santri. Menurutnya, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah hingga mendekati 10 juta santri apabila seluruh satuan pendidikan yang berada di bawah naungan pesantren terdata secara menyeluruh.
"Potensi pesantren sangat besar dalam membangun keadaban bangsa, terutama menyemai akhlak mulia kepada anak-anak Indonesia," jelasnya.
Dalam sambutannya, Basnang juga menyinggung munculnya berbagai pemberitaan negatif mengenai sejumlah kasus yang terjadi di lingkungan pesantren. Ia menegaskan kasus-kasus tersebut harus diselesaikan secara serius tanpa menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pesantren.
"Memang ada kasus-kasus yang terjadi dan itu menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk diselesaikan. Tetapi pesantren tetap merupakan tempat yang mulia dan penuh keberkahan," ujarnya.
Menurutnya, salah satu tugas penting pesantren adalah memastikan seluruh santri tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang aman, bebas dari segala bentuk kekerasan, sekaligus memperoleh pendidikan karakter yang kuat.
Basnang turut menyampaikan penghargaan kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada pesantren. Ia juga mengapresiasi dedikasi para pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur'an dan Sains Nurani yang dinilai telah membantu pemerintah mencetak generasi Qurani.
Baca juga: 40 Persen Santri Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon Hafal 30 Juz Hanya dalam 4 Bulan
"Kepada para orang tua, berbahagialah karena anak-anak yang hari ini menghafal Al-Qur'an akan menjadi cahaya bagi keluarga. Semoga Allah memberikan keberkahan kepada seluruh wali santri dan para pengasuh pesantren yang telah mengabdikan hidupnya untuk pendidikan umat," tuturnya.
Basnang berharap pesantren terus menjadi garda terdepan dalam melahirkan generasi Indonesia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, akhlak mulia, dan mampu menjadi pemimpin bangsa di masa depan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang