Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenag Ungkap Potensi 10 Juta Santri sebagai Kekuatan SDM Indonesia

Kompas.com, 11 Juli 2026, 14:41 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com – Direktur Pesantren Kementerian Agama Basnang Said menegaskan pesantren memiliki peran strategis dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia. Menurutnya, pesantren selama berabad-abad telah berkontribusi mencetak generasi bangsa bahkan jauh sebelum sistem pendidikan modern diperkenalkan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Basnang Said dalam sambutannya pada Wisuda Akbar Program I'dadi, Tahsin, dan Tahfidz Pondok Pesantren Al-Qur'an dan Sains Nurani Tahun Ajaran 2025–2026 di Ronatama Convention Hall, Depok, Jawa Barat, Sabtu (11/7/2026).

"Anak-anak sekalian adalah pelanjut masa depan bangsa. Akhlak dan kepribadian kalian adalah gambaran masa depan Indonesia. Kalian adalah teladan bagi teman-teman kalian yang lain," ujar Basnang.

Ia mengajak para santri untuk terus menjaga hafalan Al-Qur'an sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

"Pertahankan terus hafalan Al-Qur'annya dan hadirkan akhlak Al-Qur'an dalam kehidupan kalian," pesannya.

Baca juga: Ribuan Santri Rasakan Manfaat Beasiswa Kemenag-LPDP, Beberapa Sudah Lulus Kuliah

Pesantren Lebih Tua dari Sistem Sekolah Modern

Basnang mengingatkan bahwa eksistensi pesantren di Nusantara telah berlangsung sejak abad ke-14, jauh sebelum pemerintah kolonial Belanda memperkenalkan sistem persekolahan pada awal abad ke-19.

Karena itu, menurutnya, pesantren merupakan institusi pendidikan asli Indonesia yang telah lama berperan membangun peradaban dan mencerdaskan masyarakat.

"Pesantren jauh lebih tua daripada masuknya Belanda yang memperkenalkan sistem persekolahan kepada kita. Karena itu negara hari ini mengakui pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional," katanya.

Ia menyebut pemerintah saat ini tengah menyiapkan revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang di dalamnya semakin mempertegas posisi pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.

"Masyarakat tidak perlu ragu menyekolahkan anak-anaknya di pesantren. Pesantren adalah tempat yang mulia, tempat disemainya akhlak, ilmu, dan keikhlasan," ujarnya.

Pesantren Bantu Pemerintah Mencerdaskan Bangsa

Basnang menilai kontribusi pesantren tidak hanya mencetak penghafal Al-Qur'an, tetapi juga membantu pemerintah menjalankan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Sesungguhnya mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas negara. Namun masyarakat ikut mengambil bagian melalui lembaga-lembaga pendidikan seperti pesantren. Ini kontribusi nyata yang sangat besar," katanya.

Ia menyampaikan, saat ini Indonesia memiliki sekitar 42.849 pesantren dengan sekitar 6,3 juta santri. Menurutnya, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah hingga mendekati 10 juta santri apabila seluruh satuan pendidikan yang berada di bawah naungan pesantren terdata secara menyeluruh.

"Potensi pesantren sangat besar dalam membangun keadaban bangsa, terutama menyemai akhlak mulia kepada anak-anak Indonesia," jelasnya.

Pesantren Harus Terus Menjadi Ruang Aman bagi Santri

Dalam sambutannya, Basnang juga menyinggung munculnya berbagai pemberitaan negatif mengenai sejumlah kasus yang terjadi di lingkungan pesantren. Ia menegaskan kasus-kasus tersebut harus diselesaikan secara serius tanpa menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pesantren.

"Memang ada kasus-kasus yang terjadi dan itu menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk diselesaikan. Tetapi pesantren tetap merupakan tempat yang mulia dan penuh keberkahan," ujarnya.

Menurutnya, salah satu tugas penting pesantren adalah memastikan seluruh santri tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang aman, bebas dari segala bentuk kekerasan, sekaligus memperoleh pendidikan karakter yang kuat.

Apresiasi untuk Orang Tua dan Pengasuh Pesantren

Basnang turut menyampaikan penghargaan kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada pesantren. Ia juga mengapresiasi dedikasi para pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur'an dan Sains Nurani yang dinilai telah membantu pemerintah mencetak generasi Qurani.

Baca juga: 40 Persen Santri Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon Hafal 30 Juz Hanya dalam 4 Bulan

"Kepada para orang tua, berbahagialah karena anak-anak yang hari ini menghafal Al-Qur'an akan menjadi cahaya bagi keluarga. Semoga Allah memberikan keberkahan kepada seluruh wali santri dan para pengasuh pesantren yang telah mengabdikan hidupnya untuk pendidikan umat," tuturnya.

Basnang berharap pesantren terus menjadi garda terdepan dalam melahirkan generasi Indonesia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, akhlak mulia, dan mampu menjadi pemimpin bangsa di masa depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kisah Umar bin Abdul Aziz, Teladan Pemimpin yang Bisa Memisahkan Fasilitas Negara dan Hak Pribadi
Kisah Umar bin Abdul Aziz, Teladan Pemimpin yang Bisa Memisahkan Fasilitas Negara dan Hak Pribadi
Aktual
Masih Tinggal Serumah, Ini Cara Menjaga Hubungan Harmonis dengan Mertua Menurut Islam
Masih Tinggal Serumah, Ini Cara Menjaga Hubungan Harmonis dengan Mertua Menurut Islam
Aktual
Penyakit Ain dalam Islam: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Mengobatinya Menurut Syariat
Penyakit Ain dalam Islam: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Mengobatinya Menurut Syariat
Aktual
Ketua DPP PK-Tren KH Ilyas Marwal: Hafiz Al-Qur'an Harus Jadi Dokter, Ilmuwan hingga Pemimpin Bangsa
Ketua DPP PK-Tren KH Ilyas Marwal: Hafiz Al-Qur'an Harus Jadi Dokter, Ilmuwan hingga Pemimpin Bangsa
Aktual
7 Surah dan Ayat Al-Quran yang Dianjurkan untuk Dihafal Sebelum Ajal Menjemput
7 Surah dan Ayat Al-Quran yang Dianjurkan untuk Dihafal Sebelum Ajal Menjemput
Aktual
Melayat Khamenei, Delegasi RI Dorong Perdamaian Konflik Iran-AS di Teheran
Melayat Khamenei, Delegasi RI Dorong Perdamaian Konflik Iran-AS di Teheran
Aktual
Kemenag Ungkap Potensi 10 Juta Santri sebagai Kekuatan SDM Indonesia
Kemenag Ungkap Potensi 10 Juta Santri sebagai Kekuatan SDM Indonesia
Aktual
Ayat Kursi: Bacaan Lengkap, Keutamaan, dan Waktu Terbaik Mengamalkan
Ayat Kursi: Bacaan Lengkap, Keutamaan, dan Waktu Terbaik Mengamalkan
Doa Harian
Menag: Jangan Belajar Al-Qur'an Hanya untuk Ilmu, Tapi untuk Mendekat kepada Allah
Menag: Jangan Belajar Al-Qur'an Hanya untuk Ilmu, Tapi untuk Mendekat kepada Allah
Aktual
Muktamar NU ke-35 Dongkrak Bisnis Hotel di Jombang, Kamar Hotel Ludes Dipesan
Muktamar NU ke-35 Dongkrak Bisnis Hotel di Jombang, Kamar Hotel Ludes Dipesan
Aktual
Bacaan Ayat Kursi dan Artinya, Benarkah Bisa Mengusir Setan?
Bacaan Ayat Kursi dan Artinya, Benarkah Bisa Mengusir Setan?
Doa Harian
Sejarah Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
Sejarah Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
Aktual
Muktamar NU ke-35 Dongkrak Ekonomi Warga Tambakberas, Rumah Pribadi Ramai Disewa
Muktamar NU ke-35 Dongkrak Ekonomi Warga Tambakberas, Rumah Pribadi Ramai Disewa
Aktual
Kemenag Minta Calon Pengantin Tak Anggap Bimbingan Perkawinan Sekadar Formalitas
Kemenag Minta Calon Pengantin Tak Anggap Bimbingan Perkawinan Sekadar Formalitas
Aktual
Indonesia Jadi Negara Penerima Program Visa Package Arab Saudi, Visa Terbit Maksimal 48 Jam
Indonesia Jadi Negara Penerima Program Visa Package Arab Saudi, Visa Terbit Maksimal 48 Jam
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar