Editor
KOMPAS.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar berpesan kepada 119 akademisi Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) yang baru menerima Keputusan Menteri Agama (KMA) Guru Besar Rumpun Agama agar tidak menjadikan jabatan profesor sebagai akhir perjalanan akademik. Sebaliknya, mereka diminta terus menghasilkan karya yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan kemajuan Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Menag saat penyerahan KMA Guru Besar Rumpun Agama Periode III di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Sebanyak 119 guru besar menerima KMA pada periode ini, terdiri atas 113 akademisi dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) serta enam guru besar dari Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu dan Kristen.
Menurut Nasaruddin Umar, bertambahnya jumlah profesor di lingkungan Kementerian Agama harus diiringi peningkatan kualitas akademik, integritas, dan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
"Guru besar harus menghadirkan dampak. Jangan berhenti pada gelar, tetapi terus menghasilkan karya, penelitian, buku, serta menjadi teladan di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat," ujar Menag dilansir dari situs Kemenag.
Ia mengungkapkan bahwa jumlah guru besar di bawah binaan Kementerian Agama terus mengalami peningkatan. Dalam tiga tahun mendatang, jumlah profesor di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan ditargetkan mencapai sekitar 2.500 orang.
Meski demikian, Menag mengingatkan bahwa peningkatan kuantitas harus berjalan seiring dengan penguatan mutu.
Menurutnya, jabatan guru besar membawa tanggung jawab moral sekaligus akademik yang lebih besar. Seorang profesor tidak hanya dituntut unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga menjadi teladan melalui sikap rendah hati, integritas, dan komitmen membangun peradaban lewat pendidikan.
Karena itu, ia mendorong para guru besar untuk terus aktif menghasilkan publikasi ilmiah, memperkuat kolaborasi riset lintas disiplin, serta berkontribusi dalam penyusunan kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman.
Senada dengan Menag, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan kehadiran 119 guru besar baru akan memperkuat daya ungkit perguruan tinggi keagamaan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, serta inovasi.
Menurutnya, profesor merupakan aktor utama dalam membangun ekosistem akademik yang unggul sehingga keberadaan guru besar pada setiap program studi menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi sekaligus daya saing lulusan.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amin Suyitno juga menegaskan bahwa jabatan guru besar bukanlah titik akhir karier akademik.
Baca juga: GP Ansor Apresiasi Kunjungan Kapolri ke Mabes TNI dan Kejaksaan Agung
"Menjadi guru besar bukanlah akhir perjalanan akademik, tetapi justru awal untuk terus menghasilkan karya ilmiah, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.
Melalui penyerahan KMA Guru Besar Rumpun Agama Periode III, Kementerian Agama berharap semakin banyak akademisi yang melahirkan inovasi, memperkuat tradisi keilmuan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi keagamaan dan kemajuan bangsa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang