KOMPAS.com- Kementerian Agama (Kemenag) mengajak umat Islam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW dengan memperbanyak selawat. Ajakan tersebut diwujudkan melalui gerakan yang melibatkan 1.781.945 umat.
Gerakan tersebut menjadi bagian dari momentum menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW yang diperingati setiap 12 Rabiul Awal. Tahun ini, 12 Rabiul Awal 1448 H bertepatan dengan Selasa, 25 Agustus 2026.
Target 1.781.945 peserta dipilih sebagai simbol 17 Agustus 1945, momentum kemerdekaan Indonesia. Angka tersebut sekaligus membawa pesan bahwa kecintaan kepada Rasulullah dapat menjadi energi spiritual untuk merawat persatuan dan kecintaan kepada tanah air.
Baca juga: 50 Ucapan Maulid Nabi 2026 Singkat untuk Media Sosial, Singkat dan Penuh Makna
Bagi umat Islam, Rabiul Awal menjadi bulan yang erat kaitannya dengan kehidupan Rasulullah SAW. Karena itu, momentum tersebut dapat digunakan untuk kembali mengenal sosok Nabi Muhammad, memperbanyak selawat, serta meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Anjuran berselawat kepada Nabi Muhammad SAW memiliki dasar dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Ahzab ayat 56:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Innallāha wa malā'ikatahu yuṣallūna 'alan-nabiyy, yā ayyuhallażīna āmanū ṣallū 'alaihi wa sallimū taslīmā.
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
Ayat tersebut menjadi salah satu landasan bagi umat Islam untuk memperbanyak selawat kepada Rasulullah SAW. Selawat juga menjadi bagian dari bacaan yang dilakukan umat Islam dalam sholat, salah satunya melalui selawat Ibrahimiyah pada tasyahud.
Dengan membaca selawat, seorang Muslim mengungkapkan penghormatan dan kecintaannya kepada Nabi Muhammad SAW. Namun, kecintaan kepada Rasulullah tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga dengan berusaha mengikuti ajaran dan keteladanan yang beliau berikan.
Rabiul Awal merupakan salah satu bulan yang memiliki kedudukan khusus dalam kehidupan umat Islam karena dikaitkan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menurut riwayat yang populer, Rasulullah lahir di Makkah pada Senin, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah.
Di Indonesia, peringatan Maulid Nabi biasanya dilakukan dalam berbagai bentuk. Kegiatan tersebut antara lain tablig akbar, pembacaan selawat, pembacaan sejarah kehidupan Nabi, hingga kegiatan sosial.
Sejumlah kegiatan yang dapat dilakukan dalam momentum Maulid Nabi, seperti membaca Al-Qur'an, memberi makan orang lain, bersedekah, serta mengungkapkan pujian kepada Rasulullah melalui pembacaan maulid.
Kegiatan tersebut pada dasarnya dapat menjadi sarana untuk mengenang Rasulullah sekaligus mempelajari perjuangannya. Dengan mengenal kehidupan Nabi, umat Islam diharapkan tidak hanya mengetahui sejarahnya, tetapi juga dapat mengambil pelajaran dari akhlak yang beliau contohkan.
Selain memperbanyak selawat, umat Islam dapat mengisi momentum Maulid Nabi dengan berbagai amal kebaikan. Membaca Al-Qur'an, bersedekah, berbagi makanan, menghadiri majelis ilmu, serta mempelajari sirah Nabi dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing.
Selawat juga dapat dibiasakan dalam aktivitas sehari-hari. Seorang Muslim dapat membacanya setelah sholat, ketika mengingat Rasulullah, maupun dalam kesempatan lain yang memungkinkan.
Namun, peringatan Maulid Nabi sebaiknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum ini dapat menjadi kesempatan untuk melihat kembali bagaimana Rasulullah SAW menjalani kehidupan dan memperlakukan orang-orang di sekitarnya.
Akhlak Rasulullah dalam bersikap kepada keluarga, tetangga, sahabat, serta masyarakat dapat menjadi teladan bagi umat Islam. Dengan demikian, kecintaan kepada Nabi tidak hanya terlihat dari banyaknya selawat yang dibaca, tetapi juga dari perubahan perilaku yang mengikuti keteladanan beliau.
Ajakan Kemenag untuk melibatkan 1.781.945 umat dalam gerakan selawat menunjukkan bahwa Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.
Baca juga: Contoh Teks Sambutan Acara Maulid Nabi di RT, RW, dan Kelurahan
Peringatan tersebut juga dapat diarahkan untuk menghidupkan nilai-nilai yang diajarkan Nabi dalam kehidupan sehari-hari. Selawat menjadi salah satu bentuk penghormatan kepada Rasulullah, sedangkan keteladanan akhlaknya dapat menjadi pedoman dalam berinteraksi dengan sesama.
Dengan begitu, menyambut Maulid Nabi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan memperingati kelahiran Rasulullah SAW. Momentum Rabiul Awal juga dapat menjadi kesempatan untuk memperbanyak selawat, mengenal perjalanan Nabi, dan berusaha menerapkan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT