KOMPAS.com - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momentum yang dimanfaatkan umat Islam untuk kembali mengingat perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW.
Dalam peringatan tersebut, selawat menjadi salah satu amalan yang banyak dilakukan sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi.
Selain selawat, Maulid Nabi juga tidak terlepas dari pembahasan mengenai syafaat Rasulullah SAW.
Baca juga: Kemenag Ajak 1,7 Juta Umat Berselawat, Ini Anjurannya dalam Islam
Lantas, bagaimana hubungan selawat, syafaat, dan peringatan Maulid Nabi dalam Islam?
Kementerian Agama (Kemenag) menjelaskan bahwa selawat memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang Muslim.
Anjuran berselawat kepada Nabi Muhammad SAW juga secara jelas disebutkan dalam Al-Qur'an.
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Ahzab ayat 56: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا Innallāha wa malā'ikatahu yuṣallūna 'alan-nabiyy, yā ayyuhallażīna āmanū ṣallū 'alaihi wa sallimū taslīmā Artinya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." Ayat tersebut menjadi salah satu dasar bagi umat Islam untuk memperbanyak selawat kepada Rasulullah SAW.
Selawat kepada Nabi juga dikenal sebagai bagian dari bacaan dalam sholat, khususnya pada tasyahud akhir.
Di luar sholat, umat Islam dapat membiasakan membaca selawat sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah.
Kecintaan kepada Nabi tidak hanya ditunjukkan melalui ucapan selawat.
Baca juga: Menag Minta Studi Antaragama Diperkuat: Penting untuk Bangun Perdamaian
Seorang Muslim juga dapat menunjukkannya dengan mempelajari sunah, mengenal perjalanan hidup Rasulullah, dan berusaha meneladani akhlaknya.
Selain anjuran berselawat, pembahasan mengenai Maulid Nabi juga berkaitan dengan harapan umat Islam memperoleh syafaat Rasulullah SAW.
Secara umum, syafaat dipahami sebagai pertolongan atau perantaraan yang diberikan dengan izin Allah SWT.
Dalam ajaran Islam, syafaat bukan sesuatu yang dapat diberikan secara bebas oleh manusia, melainkan terjadi atas izin Allah.
Karena itu, pembahasan mengenai syafaat tetap menempatkan Allah SWT sebagai pemberi izin.
Baca juga: 50 Ucapan Maulid Nabi 2026 Singkat untuk Media Sosial, Singkat dan Penuh Makna
Rasulullah SAW memiliki kedudukan khusus sebagai Nabi dan rasul, tetapi segala sesuatu yang berkaitan dengan syafaat tetap berada dalam kehendak Allah.
Kemenag menjelaskan bahwa pembahasan selawat dan syafaat menjadi salah satu hal yang dapat dimaknai dalam peringatan Maulid Nabi.
Selawat menjadi bentuk penghormatan kepada Rasulullah, sementara pembahasan syafaat mengingatkan umat Islam tentang kedudukan Nabi sekaligus pentingnya berharap kepada Allah SWT.
Peringatan Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk kembali mengenal sosok Rasulullah SAW.
Tidak hanya mengenai kelahiran beliau, tetapi juga perjalanan dakwah, perjuangan, dan akhlak yang dicontohkan kepada umat.
Membaca selawat dalam momentum Maulid Nabi dapat disertai dengan kegiatan yang membantu umat mengenal Rasulullah lebih dekat.
Misalnya, membaca kisah kehidupan Nabi, mempelajari hadis, menghadiri kajian, membaca Al-Qur'an, atau melakukan kegiatan sosial.
Dengan mengenal kehidupan Rasulullah, kecintaan kepada beliau diharapkan tidak berhenti pada peringatan tahunan.
Nilai-nilai yang dicontohkan Nabi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sikap jujur, amanah, penyayang, rendah hati, dan peduli kepada sesama merupakan bagian dari keteladanan Rasulullah yang dapat dipelajari umat Islam.
Momentum Maulid Nabi dapat menjadi kesempatan untuk memperbanyak selawat sekaligus memperkuat hubungan seorang Muslim dengan ajaran Rasulullah SAW.
Selawat bukan hanya bacaan yang dilantunkan ketika peringatan Maulid.
Amalan tersebut dapat dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: 50 Ucapan Maulid Nabi 2026 Singkat untuk Media Sosial, Singkat dan Penuh Makna
Sementara itu, pembahasan mengenai syafaat mengingatkan umat bahwa Rasulullah memiliki kedudukan mulia, tetapi segala bentuk pertolongan tetap berada atas izin Allah SWT.
Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi dapat dimaknai sebagai momentum untuk memperbanyak selawat, mengenal kehidupan Rasulullah, dan meneladani akhlaknya.
Kecintaan kepada Nabi pun tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui usaha menerapkan ajaran dan keteladanannya dalam kehidupan sehari-hari.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT