Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenag Ajak 1,7 Juta Umat Berselawat, Ini Anjurannya dalam Islam

Kompas.com, 24 Agustus 2026, 10:01 WIB
Puji Sri Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

Sumber Kemenag

KOMPAS.com- Kementerian Agama (Kemenag) mengajak umat Islam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW dengan memperbanyak selawat. Ajakan tersebut diwujudkan melalui gerakan yang melibatkan 1.781.945 umat.

Gerakan tersebut menjadi bagian dari momentum menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW yang diperingati setiap 12 Rabiul Awal. Tahun ini, 12 Rabiul Awal 1448 H bertepatan dengan Selasa, 25 Agustus 2026.

Target 1.781.945 peserta dipilih sebagai simbol 17 Agustus 1945, momentum kemerdekaan Indonesia. Angka tersebut sekaligus membawa pesan bahwa kecintaan kepada Rasulullah dapat menjadi energi spiritual untuk merawat persatuan dan kecintaan kepada tanah air.

Baca juga: 50 Ucapan Maulid Nabi 2026 Singkat untuk Media Sosial, Singkat dan Penuh Makna

Bagi umat Islam, Rabiul Awal menjadi bulan yang erat kaitannya dengan kehidupan Rasulullah SAW. Karena itu, momentum tersebut dapat digunakan untuk kembali mengenal sosok Nabi Muhammad, memperbanyak selawat, serta meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Apa Perintah Berselawat kepada Nabi?

Anjuran berselawat kepada Nabi Muhammad SAW memiliki dasar dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Ahzab ayat 56:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Innallāha wa malā'ikatahu yuṣallūna 'alan-nabiyy, yā ayyuhallażīna āmanū ṣallū 'alaihi wa sallimū taslīmā.

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

Ayat tersebut menjadi salah satu landasan bagi umat Islam untuk memperbanyak selawat kepada Rasulullah SAW. Selawat juga menjadi bagian dari bacaan yang dilakukan umat Islam dalam sholat, salah satunya melalui selawat Ibrahimiyah pada tasyahud.

Dengan membaca selawat, seorang Muslim mengungkapkan penghormatan dan kecintaannya kepada Nabi Muhammad SAW. Namun, kecintaan kepada Rasulullah tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga dengan berusaha mengikuti ajaran dan keteladanan yang beliau berikan.

Maulid Nabi Bukan Sekadar Perayaan

Rabiul Awal merupakan salah satu bulan yang memiliki kedudukan khusus dalam kehidupan umat Islam karena dikaitkan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menurut riwayat yang populer, Rasulullah lahir di Makkah pada Senin, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah.

Di Indonesia, peringatan Maulid Nabi biasanya dilakukan dalam berbagai bentuk. Kegiatan tersebut antara lain tablig akbar, pembacaan selawat, pembacaan sejarah kehidupan Nabi, hingga kegiatan sosial.

Sejumlah kegiatan yang dapat dilakukan dalam momentum Maulid Nabi, seperti membaca Al-Qur'an, memberi makan orang lain, bersedekah, serta mengungkapkan pujian kepada Rasulullah melalui pembacaan maulid.

Kegiatan tersebut pada dasarnya dapat menjadi sarana untuk mengenang Rasulullah sekaligus mempelajari perjuangannya. Dengan mengenal kehidupan Nabi, umat Islam diharapkan tidak hanya mengetahui sejarahnya, tetapi juga dapat mengambil pelajaran dari akhlak yang beliau contohkan.

Bagaimana Mengisi Momentum Maulid Nabi?

Selain memperbanyak selawat, umat Islam dapat mengisi momentum Maulid Nabi dengan berbagai amal kebaikan. Membaca Al-Qur'an, bersedekah, berbagi makanan, menghadiri majelis ilmu, serta mempelajari sirah Nabi dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing.

Selawat juga dapat dibiasakan dalam aktivitas sehari-hari. Seorang Muslim dapat membacanya setelah sholat, ketika mengingat Rasulullah, maupun dalam kesempatan lain yang memungkinkan.

Namun, peringatan Maulid Nabi sebaiknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum ini dapat menjadi kesempatan untuk melihat kembali bagaimana Rasulullah SAW menjalani kehidupan dan memperlakukan orang-orang di sekitarnya.

Akhlak Rasulullah dalam bersikap kepada keluarga, tetangga, sahabat, serta masyarakat dapat menjadi teladan bagi umat Islam. Dengan demikian, kecintaan kepada Nabi tidak hanya terlihat dari banyaknya selawat yang dibaca, tetapi juga dari perubahan perilaku yang mengikuti keteladanan beliau.

Selawat sebagai Bentuk Kecintaan kepada Rasulullah

Ajakan Kemenag untuk melibatkan 1.781.945 umat dalam gerakan selawat menunjukkan bahwa Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.

Baca juga: Contoh Teks Sambutan Acara Maulid Nabi di RT, RW, dan Kelurahan

Peringatan tersebut juga dapat diarahkan untuk menghidupkan nilai-nilai yang diajarkan Nabi dalam kehidupan sehari-hari. Selawat menjadi salah satu bentuk penghormatan kepada Rasulullah, sedangkan keteladanan akhlaknya dapat menjadi pedoman dalam berinteraksi dengan sesama.

Dengan begitu, menyambut Maulid Nabi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan memperingati kelahiran Rasulullah SAW. Momentum Rabiul Awal juga dapat menjadi kesempatan untuk memperbanyak selawat, mengenal perjalanan Nabi, dan berusaha menerapkan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Fenomena Artis Hijrah di Instagram, Bagaimana Kesalehan Dibentuk di Media Sosial?
Fenomena Artis Hijrah di Instagram, Bagaimana Kesalehan Dibentuk di Media Sosial?
Aktual
Dewan Muslim Inggris Puji Muhammadiyah: Tak Hanya Bangun Sekolah, tapi Juga Manusia
Dewan Muslim Inggris Puji Muhammadiyah: Tak Hanya Bangun Sekolah, tapi Juga Manusia
Aktual
Maulid Nabi: Hubungan Selawat, Syafaat, dan Keteladanan Rasulullah SAW
Maulid Nabi: Hubungan Selawat, Syafaat, dan Keteladanan Rasulullah SAW
Aktual
Tata Cara Shalat Jenazah Lengkap: Niat, Rukun, hingga Shalat Gaib
Tata Cara Shalat Jenazah Lengkap: Niat, Rukun, hingga Shalat Gaib
Doa Harian
Kemenag Ajak 1,7 Juta Umat Berselawat, Ini Anjurannya dalam Islam
Kemenag Ajak 1,7 Juta Umat Berselawat, Ini Anjurannya dalam Islam
Aktual
Menag Minta Studi Antaragama Diperkuat: Penting untuk Bangun Perdamaian
Menag Minta Studi Antaragama Diperkuat: Penting untuk Bangun Perdamaian
Aktual
Petugas Haji 2027: Syarat, Jadwal, dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Petugas Haji 2027: Syarat, Jadwal, dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Aktual
Saat Rasulullah Menerima Rombongan Kristen Najran di Masjid Nabawi
Saat Rasulullah Menerima Rombongan Kristen Najran di Masjid Nabawi
Aktual
50 Ucapan Maulid Nabi 2026 Singkat untuk Media Sosial, Singkat dan Penuh Makna
50 Ucapan Maulid Nabi 2026 Singkat untuk Media Sosial, Singkat dan Penuh Makna
Aktual
Seperti Apa Nabi Muhammad ketika Marah?
Seperti Apa Nabi Muhammad ketika Marah?
Aktual
Jam Biologis dalam Sains dan Islam, Menjaga Ritme Tubuh untuk Cegah Penyakit Kronis
Jam Biologis dalam Sains dan Islam, Menjaga Ritme Tubuh untuk Cegah Penyakit Kronis
Aktual
Pendaftaran Petugas Haji 2027 Dibuka 25 Agustus, Simak Formasi dan Syaratnya
Pendaftaran Petugas Haji 2027 Dibuka 25 Agustus, Simak Formasi dan Syaratnya
Aktual
Jelang Muktamar NU, Ribuan Nahdliyin Khatamkan Al-Quran di 3.500 Titik
Jelang Muktamar NU, Ribuan Nahdliyin Khatamkan Al-Quran di 3.500 Titik
Aktual
Jelang Muktamar NU, 3.000 Kasur hingga Becak Listrik Disiapkan
Jelang Muktamar NU, 3.000 Kasur hingga Becak Listrik Disiapkan
Aktual
GP Ansor Gelar Rakornas Jelang Muktamar NU, Jaga Suasana Kebatinan Indonesia
GP Ansor Gelar Rakornas Jelang Muktamar NU, Jaga Suasana Kebatinan Indonesia
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar