Editor
KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberangkatkan dua bersaudara balita asal Bogor untuk menjalani ibadah umrah gratis.
Keduanya mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci tersebut melalui Program Wisata Religi Umrah Presisi.
Ulil Albab Presisi (4) dan Sattar Abdillah Presisi (1) yang akrab disapa "Duo Presisi" berangkat ke Tanah Suci pada 23 September 2026 dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 1 Oktober 2026.
Baca juga: Apresiasi Komitmen Gojek, Menhub Lepas Keberangkatan Umrah Gratis Mitra Driver Legend
Dilansir dari Antara, Ibu Ulil dan Sattar, Caca, mengatakan keberangkatan umrah tersebut sekaligus menjadi hadiah untuk Ulil yang genap berusia empat tahun pada September 2026.
"Kebetulan Ulil ulang tahun yang ke-4 di bulan September ini. Alhamdulillah dapat hadiah umrah gratis Presisi dari Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit," kata Caca dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.
Baca juga: Gagalkan Rampok Rp 3,6 Miliar, Nenek Juru Parkir di Brebes Dihadiahi Umrah Gratis
Caca mengungkapkan, kesempatan umrah gratis itu diperoleh Ulil dan Sattar setelah keduanya beberapa kali tampil dalam kegiatan Polri.
Di antaranya, keduanya mengikuti kegiatan Polisi Sahabat Anak Satlantas Polresta Bogor Kota dan Panen Raya di Indramayu bersama Kapolda Jawa Barat.
Menurut Caca, nama kedua anaknya menggunakan kata "Presisi" karena ia dan suaminya mengidolakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit.
Sejak kecil, kedua anaknya juga dikenalkan dengan sosok polisi sebagai pihak yang membantu dan melindungi masyarakat.
"Kami ajarkan dan doktrin ke anak-anak bahwa polisi itu baik. Polisi itu suka menolong, membantu, dan melindungi masyarakat dari kejahatan atau menangkap penjahat," ujarnya.
Ulil dan Sattar berangkat menuju Tanah Suci pada 23 September 2026. Keduanya dijadwalkan menjalani rangkaian perjalanan hingga kembali ke Indonesia pada 1 Oktober 2026.
Program Umrah Presisi merupakan kegiatan wisata religi yang dilaksanakan Kapolri bekerja sama dengan Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia.
Perjalanan tersebut mencakup kegiatan ibadah di Mekkah dan Madinah.
Caca berharap pengalaman tersebut menjadi kenangan berharga bagi kedua anaknya. Ia juga berharap perjalanan itu menjadi kesempatan untuk memanjatkan doa bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa Indonesia.
"Perjalanan safari religi atau spiritual ke Mekkah dan Madinah ini diharapkan dapat menjadikan pengalaman berharga," katanya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.