Penulis
KOMPAS.com – Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Pelayanan Agama dan Kerukunan, Gugun Gumilar, menemui Amanda Andono, korban dalam peristiwa petasan saat kegiatan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Pertemuan tersebut dilakukan Gugun setelah muncul berbagai kritik dan masukan dari masyarakat terkait peristiwa yang menjadi perhatian publik tersebut.
Gugun mengatakan, Kementerian Agama (Kemenag) akan ikut mengawal persoalan tersebut agar dapat diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Saya mengawal langsung agar pelaku diproses dan setuju untuk diadili,” kata Gugun dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Baca juga: Bolehkah Mendoakan Orang yang Menzalimi Kita?
Dalam pertemuan tersebut, Gugun dan Amanda melakukan musyawarah untuk membahas langkah selanjutnya atas peristiwa yang dialami korban.
Menurut Gugun, Amanda telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan meminta agar persoalan itu diproses secara adil.
“Korban sudah melapor kepada pihak berwajib di Polres Jaksel dan meminta keadilan untuk Ibu Amanda,” ujar Gugun.
Gugun juga menyebut tindakan yang dialami Amanda dan Sandra di muka umum telah masuk ke ranah pidana serta memberikan dampak terhadap keluarga korban.
Karena itu, ia menegaskan bahwa kehadiran Kemenag dalam persoalan tersebut bukan untuk memperkeruh keadaan.
Sebaliknya, Kemenag ingin memastikan kerukunan umat tetap terjaga sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pelayanan secara adil.
“Kemenag hadir mengawal kerukunan umat dan melayani umat secara adil. Insya Allah kami bantu untuk keluarga korban,” kata Gugun.
Gugun mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga kerukunan di tengah proses hukum yang sedang berjalan.
Ia juga meminta masyarakat menghormati proses hukum dan tidak mengambil langkah yang justru dapat memperkeruh persoalan.
Di sisi lain, Gugun membuka ruang bagi masyarakat untuk terus memberikan kritik dan masukan kepada Kemenag.
Menurutnya, masukan dari masyarakat diperlukan agar pelayanan Kemenag kepada umat dapat terus diperbaiki.
Peristiwa tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik setelah video dan informasi mengenai kegiatan Maulid Nabi di kawasan Jalan Keramat 2, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, beredar di media sosial.
Kegiatan tersebut menuai keluhan dari sejumlah warga sekitar. Pasalnya, petasan disebut dinyalakan berulang kali hingga sekitar pukul 01.00 WIB.
Suara ledakan petasan tersebut disebut mengganggu waktu istirahat warga.
Sejumlah anak dilaporkan terbangun dan menangis akibat suara ledakan tersebut. Salah seorang warga bahkan menyampaikan keberatan karena suara petasan berdampak terhadap anaknya yang berkebutuhan khusus.
Baca juga: Kisah Salman Al-Farisi, Sahabat Nabi yang Gigih Mencari Kebenaran
Keluhan warga kemudian memuncak ketika seorang ibu mendatangi pihak penyelenggara untuk menyampaikan protes terkait suara petasan dan gangguan yang dirasakan warga.
Persoalan tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan mendapat respons dari berbagai pihak.
Kini, Gugun menyatakan akan mengawal persoalan tersebut sembari meminta seluruh pihak tetap menjaga kerukunan dan menghormati proses hukum yang berjalan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.