Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hilman Latief Ungkap Kunci Ketahanan Keuangan Muhammadiyah

Kompas.com, 27 Oktober 2026, 09:20 WIB
Reni Susanti

Editor


YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Hilman Latief menekankan pentingnya kemitraan strategis dan sinergi usaha untuk memperkuat ketahanan bisnis serta keuangan Muhammadiyah.

Menurutnya, pengembangan usaha tidak harus selalu bertumpu pada kepemilikan penuh oleh persyarikatan. Kerja sama dengan pelaku bisnis, termasuk warga Muhammadiyah, dapat menjadi jalan untuk mengembangkan potensi ekonomi organisasi.

“Tidak semuanya harus full ownership, tapi sinergi. Nah inilah satu contoh bagaimana sebetulnya industri kreatif itu bisa kita bangun,” ujar Hilman dikutip dari kanal Muhammdiyah, Selasa (27/10/2026).

Baca juga: PP Muhammadiyah Keluarkan Pernyataan Resmi soal Karhutla, Desak Penegakan Hukum dan Pemulihan Lingkungan

Forum tersebut diselenggarakan Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) PP Muhammadiyah untuk memperkuat kolaborasi dan menggerakkan potensi pariwisata serta ekonomi kreatif di lingkungan persyarikatan.

Hilman mengatakan, perubahan pola pengelolaan ekonomi dan industri kreatif diperlukan untuk menjaga ketahanan ekosistem bisnis serta keuangan organisasi pada masa mendatang.

Sinergikan usaha milik warga

Hilman menyebut warga Muhammadiyah memiliki beragam usaha dan potensi bisnis yang tersebar di berbagai daerah.

Potensi tersebut perlu disinergikan dengan lebih baik, baik antarlembaga maupun melalui kerja sama dengan lembaga resmi di lingkungan Muhammadiyah.

Ia menekankan bahwa kegiatan ekonomi pada akhirnya harus memberikan manfaat bagi kesejahteraan warga dan penguatan lembaga.

“Kegiatan ekonomi ini sejatinya untuk Mensejahterakan warganya, mensejahterakan lembaganya. Kita sebenarnya mahzhab bisnisnya full ownership harus milik kita semua dan itu pasti lambat perkembangannya,” jelasnya.

Baca juga: Kapan Puasa Ramadan 2027? Ini Tanggalnya Menurut KHGT Muhammadiyah

Untuk menyiasati keterbatasan pola kepemilikan penuh, Hilman mendorong pengembangan kemitraan strategis.

Melalui kerja sama tersebut, usaha milik persyarikatan dapat terhubung dengan bisnis warga yang sudah berjalan.

Peluang bisnis dari haji dan umrah hingga perikanan

Hilman menyoroti sejumlah sektor yang berpotensi dikembangkan, mulai dari layanan perjalanan haji dan umrah, ekspor bumbu makanan khas Indonesia, hingga perikanan.

Menurutnya, kekayaan sumber daya alam Indonesia membuka peluang bagi Muhammadiyah dan warganya untuk terlibat dalam berbagai sektor usaha.

Potensi tersebut perlu dikelola secara baik, kreatif, dan serius dengan berlandaskan nilai Islam berkemajuan.

Dalam sektor pariwisata, Hilman juga menyoroti keberadaan situs sejarah dan nilai lokal di berbagai daerah yang dapat dikembangkan menjadi destinasi menarik.

Pandangan tersebut sejalan dengan pemaparan Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy dalam forum yang sama.

Pariwisata membutuhkan dukungan industri kreatif

Hilman menjelaskan, pariwisata tidak dapat berkembang sendiri. Wisata lokal maupun layanan perjalanan haji dan umrah membutuhkan dukungan industri dan ekonomi kreatif sebagai penyuplai kebutuhan sektor tersebut.

Keterhubungan antarsektor itu diperlukan untuk membentuk ekosistem pariwisata yang memberikan dampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, pengembangan pariwisata perlu disertai kerja sama dengan berbagai pelaku usaha pendukung agar manfaat ekonominya semakin luas.

Untuk menindaklanjuti potensi tersebut, Hilman meminta LPEK PP Muhammadiyah segera menyusun pedoman organisasi dan peta jalan pengembangan usaha dengan acuan yang kuat serta terarah.

Ia juga menekankan pentingnya kejelasan badan hukum dalam membangun kerja sama bisnis.

“Buatlah badan hukum yang clear dan sinergi harus diimbangi. Mudah-mudahan ada PT – PT yang menjadi unggulan baik milik persyarikatan Muhammadiyah yang dapat bekerja sama dengan bisnis milik warga persyarikatan Muhammadiyah yang sudah berjalan,” ujarnya.

Melalui kemitraan tersebut, Hilman berharap potensi usaha di lingkungan Muhammadiyah dapat saling mendukung untuk memperkuat lembaga sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sumpah Pemuda, Belajar Keteguhan Prinsip dari Kisah Ashabul Kahfi
Sumpah Pemuda, Belajar Keteguhan Prinsip dari Kisah Ashabul Kahfi
Aktual
Dua Putra Menhaj Irfan Yusuf Mundur dari Tenaga Ahli usai Tuai Polemik
Dua Putra Menhaj Irfan Yusuf Mundur dari Tenaga Ahli usai Tuai Polemik
Aktual
Cemburu Anak Lebih Dekat dengan Kakek-Nenek? Begini Menyikapinya dalam Islam
Cemburu Anak Lebih Dekat dengan Kakek-Nenek? Begini Menyikapinya dalam Islam
Aktual
Hilman Latief Ungkap Kunci Ketahanan Keuangan Muhammadiyah
Hilman Latief Ungkap Kunci Ketahanan Keuangan Muhammadiyah
Aktual
40 Contoh Penutup Pidato Islami Singkat dan Berkesan
40 Contoh Penutup Pidato Islami Singkat dan Berkesan
Aktual
Nu’aim bin Mas’ud, Sahabat Nabi yang Meretakkan Koalisi dalam Perang Khandaq
Nu’aim bin Mas’ud, Sahabat Nabi yang Meretakkan Koalisi dalam Perang Khandaq
Aktual
Beasiswa Santri ke Malaysia Dibuka 27–29 Oktober 2026, Ini Syaratnya
Beasiswa Santri ke Malaysia Dibuka 27–29 Oktober 2026, Ini Syaratnya
Aktual
Dugaan Penipuan Berkedok Agama di Bangkalan, MUI Minta Warga Tak Mudah Percaya
Dugaan Penipuan Berkedok Agama di Bangkalan, MUI Minta Warga Tak Mudah Percaya
Aktual
PK-Tren Apresiasi Festival Sarung dan Peci Santri, Dinilai Bisa Gerakkan Ekonomi Kreatif
PK-Tren Apresiasi Festival Sarung dan Peci Santri, Dinilai Bisa Gerakkan Ekonomi Kreatif
Aktual
Bantu Teman Tuli Belajar Islam, Kemenag Kembangkan KOSMIN dan RISE
Bantu Teman Tuli Belajar Islam, Kemenag Kembangkan KOSMIN dan RISE
Aktual
Dari 2 Hektar Sawah Wakaf, Baitul Arqom Kembangkan Lahan Produktif untuk Pendidikan
Dari 2 Hektar Sawah Wakaf, Baitul Arqom Kembangkan Lahan Produktif untuk Pendidikan
Aktual
Kemenag Siapkan 15 Program Kerukunan, dari Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik
Kemenag Siapkan 15 Program Kerukunan, dari Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik
Aktual
Contoh Kultum Hari Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Muslim Penjaga Persatuan
Contoh Kultum Hari Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Muslim Penjaga Persatuan
Aktual
7 Golongan yang Mendapat Naungan Allah pada Hari Kiamat, Siapa Saja?
7 Golongan yang Mendapat Naungan Allah pada Hari Kiamat, Siapa Saja?
Aktual
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Sumpah Pemuda 2026 Singkat untuk Guru Madrasah
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Sumpah Pemuda 2026 Singkat untuk Guru Madrasah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar