Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saat 680 Pengasuh Ponpes Berdoa untuk Indonesia lewat Dalailul Khairat...

Kompas.com, 27 Oktober 2026, 16:40 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com – Rais Syuriah PBNU KH Imam Jazuli menggelar Ijazah Kubro Dalailul Khairat angkatan ke-25 di Aston Hotel Serang, Banten, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ikhtiar spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memohon pertolongan-Nya bagi bangsa Indonesia.

Sebanyak lebih dari 680 peserta dari kalangan pengasuh pesantren rintisan dan pimpinan lembaga pendidikan menghadiri kegiatan tersebut.

Pelaksanaan ijazah kubro kali ini berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya yang rutin digelar di Cirebon, Jawa Barat, baik di Aston Hotel maupun Hotel Luxton.

Pengijazahan wirid dan tirakat Dalailul Khairat yang telah berlangsung lebih dari 10 tahun itu tercatat diikuti lebih dari 62.000 peserta dari berbagai daerah di Nusantara secara luring.

Baca juga: Derry Sulaiman dan Willi Salim Hadiri Ijazah Kubro Dalailul Khairat, 3.000 Peserta Membeludak

Awalnya, kegiatan ini diperuntukkan bagi civitas akademika dan wali santri Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon. Namun, tingginya permintaan masyarakat membuat pengijazahan tersebut akhirnya dibuka untuk umum dan berbagai kalangan.

Dalailul Khairat sebagai Ikhtiar Spiritual untuk Indonesia

Sebelum prosesi ijazah dimulai, KH Imam Jazuli yang juga pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia menyampaikan bahwa wirid dan tirakat Dalailul Khairat merupakan salah satu ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan Allah SWT.

Menurut dia, perjuangan seorang mukmin harus ditempuh melalui dua jalur, yakni jalur bumi dan jalur langit. Jalur bumi dilakukan melalui usaha nyata, kreativitas, dan kerja keras, sedangkan jalur langit ditempuh dengan doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Manusia diperintahkan untuk berjihad dengan segala kreatifitasnya tetapi juga harus punya ruang untuk meminta pertolongan kepada Allah atas apa yang di luar kemampuan dan kontrolnya,” kata Kiai Imam Jazuli dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).

Ia menilai, ikhtiar spiritual tersebut relevan dengan kondisi Indonesia yang tengah menghadapi berbagai musibah, termasuk kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan yang menimbulkan penderitaan bagi masyarakat.

“Hari ini Indonesia sedang dilanda banyak musibah, terutama kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan banyak penderitaan. Karena itu Dalailul Khairat perlu dijadikan senjata untuk mendapatkan solusi dari jalur langit bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.

Kiai Imam Jazuli juga menekankan pentingnya wirid dan tirakat bagi orang-orang yang memiliki cita-cita besar, terutama para kiai yang sedang merintis pesantren.

Ia menjelaskan, Dalailul Khairat merupakan kitab yang berisi shalawat dan doa-doa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Ketika kita mendekati Allah, maka Allah juga semakin dekat. Ketika kita mencintai Allah, maka Dia pun lebih mencintai kita. Ketika Allah SWT sudah mencintai kita, maka pertolongan-Nya pun sangat mudah kita dapatkan,” tuturnya.

Kisah Perjuangan Merintis Pesantren Bina Insan Mulia

Dalam kesempatan itu, Imam Jazuli juga berbagi pengalaman mengenai perjalanan merintis Pesantren Bina Insan Mulia, termasuk perjuangan memperoleh lahan yang menurutnya semula sulit diwujudkan.

Ia menceritakan, pesantren tersebut berada di kawasan perkampungan dengan akses jalan yang kecil dan sebagian kondisinya rusak. Meski demikian, pesantren itu terus berkembang sejak dirintis dari skala kecil.

“Saya mulai dari nol dengan belasan santri. Tidak terbayang kalau hari ini Bina Insan Mulia bisa memiliki tanah seluas 100 hektar, santrinya 5000 lebih dan telah didatangi ribuan tamu dari dalam dan luar negeri. Itulah sekilas mengenai karomah Dalailul Kharirat,” ungkapnya.

Bagi Pesantren Bina Insan Mulia, Dalailul Khairat tidak hanya menjadi amalan ibadah, tetapi juga bagian dari kurikulum spiritual bagi santri dan guru.

Pembacaan wirid dilakukan secara rutin setiap pekan. Sejumlah santri juga menjalani puasa Dalailul Khairat selama satu, dua, hingga tiga tahun.

Di sisi lain, pesantren tersebut berupaya mempertahankan karakteristik pesantren salaf sembari melakukan inovasi dalam pendidikan, terutama dengan memberikan perhatian terhadap penguasaan sains dan teknologi.

Peserta Dibekali Pemahaman Sebelum Prosesi Ijazah

Sebelum mengikuti prosesi Ijazah Kubro Dalailul Khairat, seluruh peserta diwajibkan mengikuti pembelajaran melalui video yang disediakan panitia.

Materi tersebut menjelaskan sejarah penyusunan kitab Dalailul Khairat oleh Syekh Abu Abdullah Muhammad bin Sulaiman bin Abu Bakar al-Jazuli.

Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai kisah karomah yang dikaitkan dengan penulis kitab tersebut, termasuk cerita tentang seorang anak kecil yang mampu menghadirkan air dari sumur yang telah kering untuk berwudu.

Selain itu, materi pembelajaran memuat dasar-dasar hadis Rasulullah SAW serta tradisi ulama dan orang-orang saleh dalam mengamalkan wirid dan tirakat Dalailul Khairat.

Imam Jazuli menekankan bahwa peserta perlu memahami amalan yang akan dijalankan, bukan sekadar mengikuti prosesi pengijazahan.

“Dalam Islam, ilmu adalah imamul amal,” pesannya.

Materi video tersebut juga mengulas penyebaran Dalailul Khairat di Nusantara sejak masa penjajahan. Amalan ini disebut diwariskan oleh para kiai dan menjadi bagian dari tradisi spiritual yang turut mengiringi perjuangan masyarakat pada masa kolonial Belanda.

Imam Jazuli Foundation Fasilitasi Kegiatan

Seluruh kebutuhan penyelenggaraan Ijazah Kubro Dalailul Khairat, baik di Cirebon maupun di kota-kota lain, dibiayai melalui kontribusi Imam Jazuli Foundation untuk masyarakat Indonesia.

Panitia menyediakan akomodasi, konsumsi, dan transportasi bagi peserta. Selain itu, tersedia pula hadiah atau doorprize, termasuk paket umrah dan kesempatan menginap di jaringan Aston Hotel di Indonesia.

Baca juga: Ijazah Kubro Dalailul Khairat: Menjaga Tradisi Tirakat dan Wirid di Kalangan Nahdliyin

Melalui kegiatan ini, pengijazahan Dalailul Khairat diharapkan dapat memperkuat tradisi keilmuan dan spiritualitas di kalangan pengasuh pesantren, pimpinan lembaga pendidikan, serta masyarakat luas.

Bagi Imam Jazuli, ikhtiar spiritual perlu berjalan beriringan dengan usaha nyata. Doa dan wirid menjadi bagian dari upaya memohon pertolongan Allah SWT, sementara perjuangan di tengah masyarakat tetap membutuhkan kerja keras, ilmu, dan kreativitas.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Contoh Pidato Singkat Sumpah Pemuda 2026 untuk Upacara di Sekolah dan Madrasah
Contoh Pidato Singkat Sumpah Pemuda 2026 untuk Upacara di Sekolah dan Madrasah
Aktual
Teks Doa dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lengkap Link Download PDF
Teks Doa dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lengkap Link Download PDF
Aktual
Teks Doa Upacara Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 Kemenpora Lengkap dengan Link PDF
Teks Doa Upacara Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 Kemenpora Lengkap dengan Link PDF
Aktual
Teks Doa Upacara Sumpah Pemuda 2026 Resmi Kemenpora Lengkap dengan Link Download PDF
Teks Doa Upacara Sumpah Pemuda 2026 Resmi Kemenpora Lengkap dengan Link Download PDF
Aktual
Abu Qatadah Al-Anshari, Kesatria yang Dijuluki Penunggang Kuda Rasulullah
Abu Qatadah Al-Anshari, Kesatria yang Dijuluki Penunggang Kuda Rasulullah
Aktual
Saat 680 Pengasuh Ponpes Berdoa untuk Indonesia lewat Dalailul Khairat...
Saat 680 Pengasuh Ponpes Berdoa untuk Indonesia lewat Dalailul Khairat...
Aktual
Ayat 11-18 Surah Al-Balad: Pesan tentang Kepedulian kepada Sesama
Ayat 11-18 Surah Al-Balad: Pesan tentang Kepedulian kepada Sesama
Aktual
Surah Al-Qasas Ayat 24, Doa Nabi Musa Saat Membutuhkan Pertolongan
Surah Al-Qasas Ayat 24, Doa Nabi Musa Saat Membutuhkan Pertolongan
Doa dan Niat
Gaji Terlambat Dibayar, Ini Hak Pekerja Menurut Islam
Gaji Terlambat Dibayar, Ini Hak Pekerja Menurut Islam
Aktual
Sudah Memulai Puasa Sunnah, Bolehkah Membatalkannya di Tengah Hari?
Sudah Memulai Puasa Sunnah, Bolehkah Membatalkannya di Tengah Hari?
Aktual
5 Ayat Al-Quran untuk Amanat Sumpah Pemuda 2026, Lengkap dengan Doa Penutup
5 Ayat Al-Quran untuk Amanat Sumpah Pemuda 2026, Lengkap dengan Doa Penutup
Aktual
Sumpah Pemuda, Belajar Keteguhan Prinsip dari Kisah Ashabul Kahfi
Sumpah Pemuda, Belajar Keteguhan Prinsip dari Kisah Ashabul Kahfi
Aktual
Dua Putra Menhaj Irfan Yusuf Mundur dari Tenaga Ahli usai Tuai Polemik
Dua Putra Menhaj Irfan Yusuf Mundur dari Tenaga Ahli usai Tuai Polemik
Aktual
Cemburu Anak Lebih Dekat dengan Kakek-Nenek? Begini Menyikapinya dalam Islam
Cemburu Anak Lebih Dekat dengan Kakek-Nenek? Begini Menyikapinya dalam Islam
Aktual
Hilman Latief Ungkap Kunci Ketahanan Keuangan Muhammadiyah
Hilman Latief Ungkap Kunci Ketahanan Keuangan Muhammadiyah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar