Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Iftitah dalam Salat: Bacaan, Macam-macam, Kaidah, dan Keutamaannya

Kompas.com, 6 Agustus 2025, 13:29 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Bagi umat Islam, salat adalah ibadah wajib yang menjadi rukun Islam kedua setelah syahadat. Dalam pelaksanaan salat, tidak hanya gerakan yang harus sesuai, tetapi juga bacaan-bacaannya. Salah satu bacaan penting adalah doa iftitah, yang dibaca pada rakaat pertama setelah takbiratul ihram.

Meski tidak termasuk rukun salat, doa iftitah sangat dianjurkan dibaca karena merupakan sunnah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Lalu, bagaimana bacaan doa iftitah, apa saja jenisnya, dan apa keutamaannya?

Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Doa Iftitah?

Doa iftitah atau disebut juga doa istiftah adalah bacaan yang disunnahkan untuk dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca Surat Al-Fatihah di rakaat pertama salat.

Baca juga: Ayat Seribu Dinar: Doa dari Al-Qur’an yang Diyakini Membuka Pintu Rezeki Tak Terduga

Dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW disebutkan pernah ditanya apa yang beliau baca setelah takbiratul ihram. Beliau menjawab, "Aku membaca…" lalu menyebutkan isi dari doa iftitah.

Berikut hadist lengkapnya: 

كَانَ رَسُولُ الله صَلَى الله عَلَيهِ وَسَلَّمْ اِذَاكَبَرَ فِى الصَّلَاةِ؛سَكَتَ هُنَّية قَبْلَ اَنْ يَقْرَأَ. فَقُلْتُ ياَ رَسُولُ الله! بِأَبِي اَنْتَ وَاُمِي؛ اَرَاَيْتُ سُكُوتَكَ بَيْنَ تَكْبِيْرِ وَلْقِرَاءَةِ؛ مَاتَقُولُ؟ قَالَ "اَقُولُ: ... "فَذَكَرَهُ

“Rasulullah Shallallahu ’alaihi Wasallam ketika takbir dalam shalat, beliau diam sejenak sebelum membaca ayat Al-Qur’an. Kemudian aku bertanya, wahai Rasulullah, kutebus engkau dengan nama ayah dan ibuku, aku melihatmu berdiam antara takbir dan bacaan ayat Al-Qur’an. Apa yang engkau baca? Beliau menjawab:… (beliau membacakan doa istiftah / iftitah)” (Muttafaq ‘alaih).

Kaidah Membaca Doa Iftitah

Berikut adalah aturan dalam membaca doa iftitah saat salat:

1. Hanya dibaca pada rakaat pertama.

2. Dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum Al-Fatihah.

3. Jika lupa, boleh dibaca di rakaat berikutnya.

4. Makmum masbuq boleh tidak membacanya jika tertinggal bacaan imam.

Adab dan Etika Membaca Doa Iftitah

  • Dibaca dengan suara pelan dan khusyuk, tidak mengganggu jamaah lain.
  • Jika takut tertinggal bacaan imam, disarankan memilih versi singkat.
  • Makruh jika dibaca keras.
  • Boleh digabungkan dari beberapa versi doa iftitah sesuai anjuran.

Macam-Macam Doa Iftitah

Terdapat beberapa versi doa iftitah yang diriwayatkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat. Anda cukup menghafal dan memilih satu versi saja untuk diamalkan secara konsisten.

1. Doa Iftitah Singkat 1

Cocok dibaca saat terburu-buru atau makmum dalam salat berjamaah:

اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً

Allohu akbar kabiroo wal hamdu lillaahi katsiiroo wa subhaanalloohi bukrotaw wa asyiilaa

Artinya: “Allah Maha Besar dengan sebesar besarnya, segala puji hanya bagi Allah dengan pujian yang sangat banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang”.

2. Doa Iftitah Singkat 2

Ringkas dan padat, cocok dibaca saat salat di tempat kerja atau saat terbatas waktu:

الْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُباَرَ كًا فِيهِ

Alhamdulillahi hamdan kasiiroon toyyiban mubaarokan fiihi.

Artinya : “Segala puji hanya bagi Alloh dengan pujian yang sangat banyak, baik dan penuh berkah.”

3. Doa Iftitah Umum 1

Dianjurkan jika salat dalam kondisi longgar dan tidak terburu-buru:

للهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا

اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ
لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Alloohu akbar Kabiroo Wal hamdu lillaahi Katsiiroo, Wa Subhaanalloohi Bukrotan Wa’asyiilaa.

Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fathoros Samaawaati Wal Ardho Haniifan Musliman Wa maa Anaa Minal Musyrikiin.

Inna Syolaatii Wa Nusukii Wa Mahyaa ya Wa Mamaatii Lillaahi Robbil ‘Aalamiina.

Laa Syariika lahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.

Artinya: “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji hanya bagi Allah dengan pujian yang sangat banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang.

Sungguh aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau tunduk, dan aku tidak termasuk dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya.

Sungguh shalatku, ibadahku, hidupku matiku hanyalah untuk Allah Tuhan alam Semesta, yang tidak punya sekutu bagi-Nya. Dengan demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri).”

4. Doa Iftitah Umum 2 (HR Bukhari & Muslim)

اللَّحُمَّ بَا عِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَا يَاىَ كَمَا بَاعَدْتْ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِن الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوبُ الاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ

اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Allahumma baa’id bainii wabaina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wa maghribi.

Allahumma naqinii min khathaayaaya kamaa yunaqats tsaubul abyadhu minad danas.

Allahummaghsilnii min khathaayaaya bil maa’i wats tsalji.

Artinya :

“Ya Allah, jauhkan antara aku dan kesalahan kesalahanku, sebagaimana engkau menjauhkan timur dan barat.

Ya Allah, bersihkanlah aku dan kesalahan kesalahanku, sebagaimana baju putih yang dibersihkan dari kotoran.

Ya Allah, cucilah (hati)ku dari kesalahan kesalahan dengan air dan salju.”

5. Doa Iftitah Umum 3

Doa ini juga cukup umum dan mirip dengan versi ke-3 namun memiliki variasi pengucapan:

اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَ اتِ وَالْاَرْضَ حَنِيفًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِ كِيْنَ اِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَ

شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَ اَنَا اَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Innii wajjahtu wajhiya lil ladzii fathoros samaawaati wal ardho haniifan mushliman wa maa ana minal musyrikiin, innaa sholaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillahi rabbil aalamiin. Laa syariika lahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimin.

Artinya :

“Sungguh aku hadapkan wajahku kepada Allah pencipta langit dan dengan tunduk dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sungguh shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan alam semesta. Tidak ada sekutu bagiNya. Dan dengan demikian aku diperintahkan. Aku adalah orang yang pertama berserah diri”

6. Doa Iftitah Versi Panjang

Biasanya dibaca saat salat malam atau tahajud, karena berisi permohonan ampunan dan ketundukan penuh.

Baca juga: Ini Waktu Terbaik Membaca Ayat Seribu Dinar agar Rezeki Lancar dan Hati Tenang

Sangat dianjurkan saat ingin lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT secara mendalam:

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَ اتِ وَالاَرْضَ حَنِيفًا (مُسْلِمًا) وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِ كِيْنَ

اِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى الِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَ شَرِ يْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِنَ

اللَّهُمَّ اَنْتَالْمَلِكُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ . اَنْتَ رَبِّى وَاَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِى وَاعْتَرَ فْتُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْ لِى ذُنُوبِى جَمِيعًا

اِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ اِلاَّ اَنْتَ وَاهْدِنِى لاَحْسَنِ الاَخْلَاقِ لاَ يَهْدِى لاَحْسَنِهَا اِلاَّ اَنْتَ

وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا اِلاَّ اَنّتَ لبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ اِلَيْكَ

اَنَا بِكَ ؤَاِلَيْكَ تَبَارَ كْتَ وَتَعَا لَيْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوبُ اِلَيْكَ

Wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardho hanifan wa maa ana minal musyrikiin.

Inna sholaatii wa nusukii, wa mahyaa ya wa mamaatii lillahi rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimiin.

Allohumma antal malika laa ilaha illaa anta, anta rabii wa anaa ‘abuka dzolamtu nafsii wa’taraftu bidzambii faghafirlii dzunuubii jamii’aa.

Innahu laa yaghfirudz dzunuuba ilaa anta, wahdinii li ah sanil akhlaaqi laa yahdii li ahsanihaa illa anta, washrif ‘anni sayyi ahaa, laa yashrifu ‘annii sayyiahaa illa anta.

labbaika wa sa’daika, wal khoiru kulluhu bi yadaika, wasyarru laisa ilaika.

ana bika wa ilaika tabaarakta wa ta’aalaita, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Artinya :

“Aku menghadap kepada Tuhan sang Pencipta langit dan bumi, dengan memegang agama yang lurus dan aku tidak tergolong orang-orang musyrik.

sungguh shalat, ibadah dan hidup serta matiku adalah untuk Allah. Tuhan sekalian alam, tiada sekutu bagiNya, dan karena itu, aku diperintah dan aku termasuk golongan orang-orang muslim.

Ya Allah, Engkau adalah raja, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau, Engkau TuhanKu dan aku adalah hambaMu. Aku menganiaya diriku, aku mengakui dosaku (yang telah kulakukan).

Oleh karena itu ampunilah seluruh dosaku, sungguh tak akan ada yang mampu mengampuni dosa-dosa, kecuali Engkau.

Bimbing aku pada akhlak yang terbaik, tidak akan ada yang bisa kecuali Engkau.

Hindarkan aku dari akhlak yang jelek, tidak akan ada yang bisa, kecuali Engkau. Aku penuhi panggilanMu dengan suka cita, seluruh kebaikan di kekuasaanMu, kejelekan tidak dinisbatkan kepadaMu.

Aku hidup dengan pertolongan dan rahmat-Mu, dan kepadaMu (aku kembali). Maha suci Engkau serta Maha Tinggi. Aku minta ampun dan bertaubat kepadaMu.”

Syarat Kesunnahan Doa Iftitah

Menurut ulama, doa iftitah disunnahkan jika memenuhi syarat berikut:

1. Salat bukan salat jenazah.

2. Masih cukup waktu untuk menunaikan salat secara lengkap.

3. Saat jadi makmum dan sempat mengikuti bacaan imam.

4. Tidak bertemu imam dalam posisi ruku’, sujud, atau duduk.

Catatan penting: Jika setelah takbiratul ihram Anda membaca bacaan lain terlebih dahulu seperti ta’awudz, maka kesunnahan doa iftitah gugur.

Keutamaan Membaca Doa Iftitah

Meskipun tidak wajib, doa iftitah memiliki keutamaan besar bagi yang mengamalkannya, di antaranya:

1. Mengakui kebesaran dan keesaan Allah.

2. Termasuk bentuk syukur dan pujian kepada Allah.

3. Menumbuhkan rasa tunduk dan pasrah dalam diri.

4. Menjadi pembuka langit dan pengantar doa.

5. Dicintai dan dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Penutup

Membaca doa iftitah saat salat bukan sekadar bacaan formalitas. Ia adalah bentuk komunikasi awal antara seorang hamba dengan Tuhannya. Dengan memahami dan mengamalkannya, kita bisa menjalankan salat dengan lebih khusyuk dan bermakna.

Baca juga: Tata Cara Mandi Wajib dan Bacaan Niatnya Sesuai Panduan Kemenag

Jadi, sudahkah Anda membaca doa iftitah hari ini?

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar