Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Pencuri Bertaubat: Meninggalkan yang Haram Diganti dengan yang Halal

Kompas.com, 6 Oktober 2025, 23:09 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Dalam sebuah haditsnya, Nabi Muhammad SAW pernah menyampaikan bahwa barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram, maka Allah akan menggantikannya dengan yang halal atau yang lebih baik dari itu.

إِنَّكَ لَمْ تَدَعْ شَيْئًا لِلَّهِ إِلَّا أَبْدَلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ مِنْهُ

Artinya: “Sesungguhnya Engkau tidak akan meninggalkan sesuatu karena Allah, kecuali Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik dari itu.” (H.R. Ahmad)

Ucapan Nabi Muhammad SAW dibuktikan oleh seorang pencuri yang pernah mendengar apa yang disampaikan Nabi Muhammad SAW tersebut.

Berikut kisah lengkapnya.

Baca juga: Kisah Lelaki dengan Utang 1000 Dinar: Keimanan Mendatangkan Pertolongan

Pencuri yang Bertaubat

Kisah ini dikutip dari buku Masuk Surga Tanpa Ibadah karya Agus Susanto. Pada zaman Rasulullah SAW ada seorang pencuri yang ingin bertaubat. Dia kemudian menghadiri majelis yang diadakan oleh Rasulullah SAW untuk mendapatkan ilmu dan penguatan hati.

Suatu hari, dalam salah satu majelisnya Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang Haram itu dalam keadaan halal”.

Suatu malam, si pencuri merasa sangat lapar. Ia keluar dari masjid dan berjalan-jalan untuk menghilangkan rasa laparnya. Ketika sedang berjalan, ia mendapati sebuah rumah yang pintunya agak terbuka.

Sebagai mantan pencuri profesional, ia tahu bahwa rumah tersebut tidak terkunci. Maka timbullah kembali keinginannya untuk mencuri, namun hati kecilnya menolaknya sehingga terjadilah peperangan dalam hatinya untuk mencuri atau tidak. Karena keinginannya untuk bertaubat sudah kuat, ia mengurungkan niatnya untuk mencuri.

Ia bergegas meninggalkan rumah tersebut, namun tiba-tiba terdengar suara membisikinya sesuatu, “Jika kamu tidak masuk ke dalam, mungkin akan ada pencuri lainnya yang belum tentu seperti kamu.”

Si pencuri itu berpikir, dan kemudian ia memutuskan akan memberitahukan pemilik rumah agar mengunci pintu rumahnya karena sudah lewat tengah malam.

Ujian bagi Si Pencuri

Ketika hendak mengucapkan salam, bisikan suara itu muncul lagi, “Hei pemuda! bagaimana kalau ternyata di dalam ada pencuri dan yang membuka pintu itu adalah si pencuri yang sudah masuk, bila engkau mengucap salam, si pencuri akan kaget dan bersembunyi. Alangkah baiknya jika engkau masuk diam-diam dan menangkap basahnya!”

Baca juga: Kisah Heroik Dua Anak Muda Menghabisi Abu Jahal di Perang Badar

Si pencuri itu mengurungkan niatnya mengucapkan salam dan masuk dengan diam-diam. Begitu memasuki rumah tersebut, dia mendapati meja yang penuh makanan di atasnya.

Timbul keinginannya untuk mencuri makanan itu, namun ia segera sadar bahwa ia tidak boleh mencuri lagi. Setelah menyelusuri seluruh rumah dan memastikan tidak ada pencuri, ia segera mencari kamar si empunya rumah.

Di salah satu ruangan, ia mendengar suara dengkur halus. Ia segera mendekati ruangan itu dan mendapati pintunya tidak terkunci. Samar-samar, ia melihat seorang perempuan sedang tidur.

Tanpa sadar, ia mendekati perempuan yang sedang tidur tersebut. Rupanya seorang perempuan muda dan cantik yang sedang tertidur, pakaiannya sedikit terbuka. Seketika itu pikirannya berkecamuk dan jantungnya berdegup kencang, timbullah nafsunya untuk melakukan hal yang buruk kepada wanita tersebut.

Untunglah keinginannya untuk bertaubat yang cukup kuat dapat menahannya untuk melakukan hal yang buruk. Ia segera meninggalkan kamar tersebut dan keluar.

Ia bermaksud untuk mengetuk pintu dari luar agar perempuan itu terbangun dan mengunci pintunya. Namun godaan tidak berhenti sampai di situ.

Bisikan itu terdengar kembali, “Hai pemuda yang baik, bagaimana perasaanmu sekarang setelah melawan hawa nafsumu, ringankah?” Ada semacam perasaan bangga menyeruak dalam hatinya setelah mampu menahan keinginannya untuk berbuat maksiat.

Suara itu kembali berbisik, “kamu sudah berbuat kebaikan, maka sudah sepatutnya engkau memperoleh ganjaran dari sang pemilik rumah atas niat baikmu itu. Ambillah sedikit makanan untuk mengganjal perutmu agar tidak timbul perasaan dan keinginan mencuri lagi!”

Ia berpikir dan merenung sebentar, kemudian tersadar. Ia bergegas keluar dari rumah tersebut, takut ada yang mengetahuinya dan mendapat godaan yang lebih besar. Sesampainya di pintu, ia segera mengetuk pintu dengan keras dan mengucapkan salam dengan suara yang serak menakutkan.

Baca juga: Kisah Lengkap Nabi Adam AS dari Awal Penciptaan Hingga Wafatnya

Selamat dari Ujian dan Mendapat Balasan tak Terduga

Setelah itu, ia kembali ke masjid dan mendapati Rasulullah SAW sedang melaksanakan shalat serta seseorang yang sedang mengaji di sudut ruangan masjid. Maka ia mendekati orang yang sedang membaca Al Quran.

Karena sangat khusyu’ mendengarkan bacaan Al Quran, ia kaget ketika mendengar seseorang mengucapkan salam dan terlihat pula seorang wanita beserta seorang lelaki tua, yang ternyata adalah wanita yang rumahnya tadi dimasukinya.

Ia merasa terkejut dan ketakutan, jangan-jangan aksinya tadi diketahui oleh wanita pemilik rumah tersebut. Ia menjadi gelisah, hatinya berdebar-debar, dan tubuhnya bergetar.

Tiba-tiba Rasulullah SAW memanggilnya, “Wahai fulan, kemarilah!” dengan perasaan yang sangat takut, ia mendekati Rasulullah SAW dan wanita itu.

Sekilas, ia mendengarkan ucapan wanita tersebut, “…benar ya Rasulullah, saya sangat takut pada saat itu. Saya bermimpi rumah saya kemasukan orang yang hendak mencuri, dia mendekati saya dan hendak memperkosa saya. Ketika saya berontak, ternyata itu hanya mimpi.

Namun ketika saya melihat ke sekeliling, ternyata pintu rumah saya terbuka sebagaimana mimpi saya dan ada suara menyeramkan yang membuat saya takut.

Maka segera saya menuju rumah paman saya untuk meminta dicarikan suami buat saya, agar kejadian yang di mimpi saya tidak terjadi bila saya ada suami yang melindungi. Sehingga beliau mengajak saya menemui engkau disini agar memilihkan calon suami untuk saya.”

Rasulullah SAW kemudian berkata kepadanya, “Hai Fulan, karena tidak ada pria yang bangun kecuali engkau saat ini maka aku tawarkan padamu, maukah engkau menjadi suaminya?”

Si pencuri kembali merasa sangat terkejut namun ia menyetujui permintaan Rasulullah SAW tersebut. Pagi harinya, para sahabat mengumpulkan dana untuk biaya pernikahan dan mas kawinnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar