Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keutamaan dan Cara Menjawab Adzan dengan Benar: Panduan Lengkap untuk Umat Islam

Kompas.com, 3 Desember 2025, 23:42 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com-Adzan adalah panggilan untuk melaksanakan shalat yang dikumandangkan oleh muadzin. Bagi umat Islam, mendengarkan dan menjawab adzan dengan benar memiliki keutamaan besar.

Selain mendapatkan pahala, menjawab adzan dengan penuh penghayatan merupakan bentuk penghormatan terhadap panggilan Allah SWT untuk beribadah.

Dilansir dari Antara, menjawab adzan bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan bagian dari ibadah yang dapat membawa seseorang kepada syafaat Rasulullah SAW di hari kiamat. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang berdoa setelah mendengar adzan: Ya Allah, Rabb Pemilik seruan yang sempurna ini, dan Pemilik sholat yang akan didirikan ini, berikanlah wasilah dan keutamaan kepada Muhammad. Bangkitkanlah ia pada kedudukan yang terpuji sebagaimana Engkau telah janjikan. Maka ia berhak mendapatkan syafaatku pada hari kiamat." (HR. Bukhari)

Baca juga: Keutamaan Menjawab Adzan: Diampuni Dosa, Disaksikan Kebaikannya, Dimudahkan Masuk Surga

Maka dari itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami tata cara dan ucapan yang benar saat menjawab adzan. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai cara menjawab adzan dengan benar.

Tata Cara Menjawab Adzan

1. Menjawab Ucapan Muadzin

Saat mendengarkan adzan, kita dianjurkan untuk menjawab dengan mengucapkan lafaz yang sama dengan muadzin, kecuali pada kalimat tertentu. Berikut adalah rincian lengkapnya:

Allahu Akbar, Allahu Akbar
Jawab: Allahu Akbar, Allahu Akbar
(اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ)

Asyhadu allaa ilaaha illallaah
Jawab: Asyhadu allaa ilaaha illallaah
(أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ)

Asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah
Jawab: Asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah
(أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ)

Hayya 'alash shalaah
Jawab: Laa haula wa laa quwwata illa billah
(لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ)

Hayya 'alal falaah
Jawab: Laa haula wa laa quwwata illa billah
(لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ)

Allahu Akbar, Allahu Akbar
Jawab: Allahu Akbar, Allahu Akbar
(اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ)

Laa ilaaha illallaah
Jawab: Laa ilaaha illallaah
(لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ)

Baca juga: Bacaan Doa Setelah Adzan: Raih Syafaat Nabi Muhammad SAW

2. Menjawab Adzan Subuh

Pada waktu adzan Subuh, muadzin menambahkan kalimat:
Ash-shalaatu khairun minan naum
(الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِّنَ النَّوْمِ)
(Shalat lebih baik daripada tidur)

Jawabannya adalah:
Shadaqta wa bararta
(صَدَقْتَ وَبَرَرْتَ)
(Engkau benar dan telah berbuat kebaikan).

Membaca Shalawat Setelah Adzan

Setelah selesai menjawab adzan, sangat dianjurkan untuk membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat yang dapat dibaca adalah:

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allâhumma shalli 'alâ sayyidinâ Muhammad
(Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad)

Membaca Doa Setelah Adzan

Setelah membaca shalawat, disunahkan untuk membaca doa berikut:

اللّٰهُمَّ رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
Allâhumma rabba hâdzihid da'watit tâmmati washshalâtil qâ-imah, âti sayyidanâ Muhammadanil wasîlata wal fadîlah, wab'atshu maqâman mahmûdanilladzî wa'adtah.
(Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang akan didirikan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta bangkitkanlah dia di tempat terpuji yang Engkau janjikan.)

Baca juga: 7 Keutamaan Menjadi Muadzin Lengkap dengan Bacaan Adzan dan Iqomah

Keutamaan Menjawab Adzan

Menjawab adzan dengan hati yang ikhlas dan penuh penghayatan memiliki banyak keutamaan, antara lain:

Mendapatkan Syafaat Rasulullah SAW

Menjawab adzan dengan penuh penghayatan dapat membawa seseorang untuk mendapatkan syafaat Rasulullah SAW di hari kiamat, sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Dimasukkan ke dalam Surga

Sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Imam Muslim: "Siapa yang mengucapkan jawaban adzan dari dalam hatinya, maka ia akan masuk surga."

Mendapatkan Pahala Besar

Menjawab adzan merupakan bentuk dzikir dan penghormatan terhadap panggilan Allah SWT, yang tentu saja mendatangkan pahala besar.

Menjawab adzan dengan benar bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan ibadah yang penuh makna. Ketika adzan berkumandang, umat Muslim hendaknya menghentikan aktivitas sejenak, mendengarkan dengan khusyuk, dan menjawabnya dengan hati yang ikhlas.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar