Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa untuk Negera yang Terluka, Dari Rakyat yang Masih Setia

Kompas.com, 2 Januari 2026, 23:40 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Kondisi Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Semakin hari perkembangan Indonesia semakin memprihatinkan. Adanya bencana di Sumatera semakin menampakkan wajah bobrok negara yang dikelola sembarangan.

Semua pemangku kepentingan tampaknya justru menunjukkan inkopetensi dalam mengelola negara. Rakyat harus berjuang sendiri di tengah kehidupan yang semakin berat.

Untuk memperbaiki semuanya, hanya doa untuk negara yang bisa menjadi kekuatan untuk mengubah segalanya.

Baca juga: Doa Agar Diberi Kesabaran dan Ganti yang Lebih Baik Saat Terkena Musibah

Pentingnya Berdoa untuk Negara

Berdoa untuk negara merupakan salah satu wujud cinta kepada tanah air. Sedangkan cinta tanah air adalah sebagian dari iman.

Imam Al Ajluni dalam kitab Al Maqashid menyatakan bahwa hadits mengenai cinta tanah air sebagian dari iman adalah palsu, namun maknanya benar.

Mendoakan negara menjadi salah satu kontribusi yang bisa dilakukan rakyat untuk memperbaiki negara yang terluka dari berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca juga: Kumpulan Doa Dijauhkan dari Penyakit Hati Lengkap dengan artinya

Bacaan Doa untuk Negara yang Terluka

Berikut ini tiga doa yang bisa dibaca untuk negara yang terluka lengkap dengan artinya.

1. Doa Tolak Bala untuk Negeri

Doa di bawah ini sering disebut doa tolak bala.

Arab:

أللهمَّ ادْفَعْ عَنَّ البلَاء وَالوَباء وَالفخْشَاء وَالْمُنْكَرَ والشَّدَائِدَ والمِحَن ما ظَهَر منْهَا وَمَا بَطَن في بِلادِنَا هَذَا خاصَّةً وَفِي بُلْدان المسْلِمِينَ عامَّة بِرَحْمَتِكَ يا أرْحَمَ الرَاحِميْن

Latin:

Allaahummadfa’ annal balaa’ wal wabaa’ wal fakhsyaa’ wal munkar wasy syada’id wal mihan maa dzahara minha wa maa bathon, fi bilaadinaa hadzaa khoshshoh, wa fi buldanil muslimiina ‘aammah, bi rahmatika yaa arhamar raahimiin.

Baca juga: Doa 7 Bulan Kehamilan Lengkap dengan Artinya

Artinya:

Ya Allah Tuhan kami. Jauhkanlah kami dari malapetaka, bala dan bencana, kekejian dan kemungkaran, kekejaman dan peperangan, yang tampak dan yang tersembunyi dalam negara kami khususnya, dan dalam negara kaum muslimin umumnya. Dengan rahmatmu Ya Allah yang maha pengasih dan yang pengasih.

2. Doa Memohon Keamanan untuk Negara

Berikut doa untuk memohon keamanan dan ketentraman negara.

Arab:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا

Latin:

Allaahumma ij'al haadzal balada aaminan mutma'inna.

Artinya:

Ya Allah, jadikanlah negeri ini negeri yang aman dan tenteram.

Baca juga: Doa Ketika Ditraktir Makan Lengkap dengan Terjemahannya

3. Doa Memohon Keberkahan untuk Negara

Berikut ini doa untuk memohon keberkahan untuk negara.

Arab:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي بِلَادِنَا وَاجْعَلْهَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًا وَارْزُقْنَا مِنْ ثَمَرَاتِهَا

Latin:

Allaahumma baarik lanaa fii bilaadinaa wa aj'alhaa baladan aaminan mutma'inan warzuqnaa min tsamaraatihaa.

Artinya:

Ya Allah, berkahilah negeri kami dan jadikanlah ia negeri yang aman dan tenteram, serta karuniakanlah kepada kami rezeki dari buah-buahannya.

Baca juga: Bacaan Doa Setelah Shalat Fardhu Lengkap dengan Terjemahannya

Kesimpulan

Di tengah kondisi Indonesia yang penuh luka, rakyat tidak boleh menyerah untuk selalu berjuang memperbaiki bangsa.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan ketika tidak ada daya untuk melakukan perubahan adalah dengan doa. Doa menjadi kekuatan ampuh untuk mengubah segala yang ada.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar