Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Memperbaiki Hidup dengan Shalat: Kunci Pertolongan, Ketakwaan, dan Ketenangan Hati

Kompas.com, 18 Januari 2026, 05:30 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Di tengah kehidupan yang semakin berat, banyak orang merasa terhimpit oleh berbagai masalah. Ada yang diuji dengan kesulitan ekonomi, konflik keluarga, tekanan emosional, hingga kegelisahan batin yang tak kunjung usai.

Tidak sedikit pula yang kebingungan harus memulai dari mana untuk memperbaiki hidup. Bahkan, sebagian orang justru menempuh jalan yang keliru. Alih-alih hidup menjadi lebih baik, masalah justru semakin bertambah.

Dalam Islam, para ulama menegaskan bahwa langkah awal memperbaiki kehidupan adalah dengan memperbaiki shalat. Shalat merupakan ibadah paling utama dan fondasi kehidupan seorang Muslim.

Baca juga: Ini Waktu Paling Utama Shalat Tahajud dan Witir Menurut Sunnah Nabi

Larangan Meninggalkan Shalat

Shalat sebagai ibadah utama dalam Islam tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apapun. Shalat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga menjadi pembeda antara iman dan kekufuran. Rasulullah SAW bersabda:

العَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلاَةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

Artinya: "Perjanjian yang mengikat antara kami dan mereka adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah kafir." (HR. At-Tirmidzi dan An-Nasa’i)

Islam adalah agama yang penuh rahmat. Shalat tetap wajib dilaksanakan, baik dalam keadaan sehat maupun sakit, dengan berbagai keringanan sesuai kemampuan.

Rasulullah SAW bersabda:

صَلِّ قَائِمًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ

Artinya: "Shalatlah sambil berdiri. Jika tidak mampu, maka duduk. Jika tidak mampu, maka berbaring." (HR. Bukhari)

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya shalat dalam kehidupan seorang Muslim dan tidak boleh ditinggalkan sama sekali.

Baca juga: Daftar 10 Perkara yang Bisa Membatalkan Shalat, Wajib Diketahui Umat Islam

Shalat Mendatangkan Pertolongan Allah

Saat hidup terasa berat, manusia membutuhkan tempat bergantung dan bersandar. Tidak ada sandaran terbaik selain Allah SWT.

حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ

Artinya: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Dia sebaik-baik Pelindung." (QS. Ali Imran: 173)

Allah SWT secara langsung memerintahkan hamba-Nya untuk menjadikan shalat sebagai sarana meminta pertolongan:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu." (QS. Al Baqarah: 153)

Shalat Menumbuhkan Takwa dan Membuka Jalan Rezeki

Memperbaiki shalat bukan hanya soal rutinitas, tetapi kualitas. Dimulai dari wudhu yang benar, shalat di awal waktu, tumakninah, serta berusaha khusyuk.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ

Artinya: "Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar." (Q.S. Al Ankabut: 45)

Ketika seseorang terjaga dari maksiat, ia akan semakin taat kepada Allah. Dari ketaatan inilah lahir ketakwaan. Dan takwa adalah kunci solusi hidup.

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Artinya: "Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (QS. Ath-Thalaq: 2–3).

Baca juga: Khutbah Jumat Singkat: Jadikan Momen Isra Miraj untuk Memperbaiki Kualitas Shalat

Shalat Menjadikan Hidup Lebih Tenang

Shalat adalah bentuk dzikir tertinggi. Allah SWT berfirman:

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

Artinya: "Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku." (QS. Thaha: 14)

Hati manusia sejatinya hanya akan tenang dengan mengingat Allah:

أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

Artinya: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar Ra’du: 28)

Ketika shalat dijaga dan diperbaiki, ketenangan batin akan hadir, pikiran lebih jernih, dan hidup terasa lebih ringan.

Kesimpulan

Memperbaiki shalat adalah langkah nyata untuk memperbaiki hidup. Dengan shalat, Allah SWT mendatangkan pertolongan, menumbuhkan ketakwaan, membuka pintu rezeki, serta memberikan ketenangan hati.

Jika hidup terasa berat, jangan mulai dari luar, mulailah dari sajadah. Karena dari sanalah perubahan besar sering kali bermula.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar