Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Beramal Tanpa Ilmu dalam Islam: Antara Niat Baik dan Kesalahan Fatal

Kompas.com, 26 Januari 2026, 20:33 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Dalam Islam, amal sholeh merupakan jalan utama mendekatkan diri kepada Allah. Namun Islam tidak hanya menilai niat, melainkan juga cara dan dasar amal tersebut dilakukan.

Tidak sedikit kaum Muslimin yang bersemangat beribadah, berdakwah, atau berbuat kebaikan, tetapi melakukannya tanpa dasar ilmu yang benar. Fenomena inilah yang oleh para ulama disebut sebagai beramal tanpa ilmu, sesuatu yang dipandang sangat berbahaya dalam ajaran Islam.

Baca juga: Rais Syuriah PBNU: Bertengkar Atas Nama Agama Tanda Ilmu Dangkal dan Ego Dominan

Ilmu Sebelum Amal

Islam menempatkan ilmu sebagai fondasi utama sebelum amal. Allah SAW berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا

Artinya: "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Q.S. Al Isra': 36).

Ayat ini menunjukkan bahwa perintah mengetahui (ilmu) datang sebelum perintah beramal. Jika tidak mempunyai ilmu dalam suatu amal, maka hendaknya mencari terlebih dahulu atau jangan mengerjakan sebelum tahu ilmunya.

Imam Al-Bukhari bahkan membuat satu bab khusus dalam Shahih-nya berjudul “Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan”. Ini menunjukkan betapa pentingnya ilmu tanpa amal. Seseorang yang beramal tanpa ilmu, maka akan tertolak amalnya.

Bahaya Beramal Tanpa Ilmu

Beramal tanpa ilmu tidak hanya berpotensi salah, tetapi bisa berujung pada kesesatan, bid’ah, bahkan dosa.

1. Niat Baik Tidak Menjamin Benar

Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah berkata:

Amal tanpa ilmu seperti orang yang berjalan tanpa jalan. Semakin cepat ia berjalan, semakin jauh ia tersesat.”

Niat yang ikhlas saja tidak cukup jika tidak disertai dengan ilmu dan tuntunan Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

Artinya: “Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan itu tertolak.” (HR. Muslim).

Baca juga: Harun al-Rasyid: Kekuasaan, Ilmu, dan Wajah Ganda Sebuah Peradaban

2. Merusak Lebih Banyak daripada Memperbaiki

Ulama salaf sering memperingatkan bahwa orang yang beramal tanpa ilmu bisa menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

Umar bin Abdul Aziz berkata:

“Barang siapa beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka kerusakan yang ia timbulkan lebih banyak daripada kebaikan yang ia hasilkan.”

3. Sumber Bid’ah dalam Agama

Imam Asy-Syathibi dalam kitab Al-I’tisham menjelaskan:

“Bid’ah muncul karena meninggalkan ilmu syar’i dan mengikuti hawa nafsu.”

Banyak amalan yang dianggap “baik” oleh akal manusia, tetapi tidak pernah dicontohkan oleh Nabi SAW sehingga tertolak meskipun pelakunya merasa dekat dengan Allah SWT.

Pandangan Ulama tentang Hubungan Ilmu dan Amal

Berikut ini pandangan beberapa Ulama mengenai hubungan ilmu dan amal.

1. Imam Ahmad bin Hanbal

Beliau mengatakan, "Manusia lebih membutuhkan ilmu daripada makanan dan minuman, karena makanan dibutuhkan sekali atau dua kali sehari, sedangkan ilmu dibutuhkan setiap waktu.”

Baca juga: 17 Hadits Tentang Menuntut Ilmu

2. Imam Al-Ghazali

Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menegaskan bahwa Ilmu adalah pemimpin, sementara amal adalah pengikut. Jika amal tidak dipimpin oleh ilmu, maka ia akan menyimpang.

3. Sufyan Ats-Tsauri

Sufyan Ats Tsauri  menyatakan, “Ilmu itu dipelajari agar diamalkan, bukan sekadar untuk diketahui.” 

Ciri-ciri Orang yang Beramal Tanpa Ilmu

Para Ulama menyebutkan beberapa tanda orang yang beramal tanpa ilmu:

  • Fanatik buta pada kebiasaan atau tokoh tertentu yang dikagumi,
  • Emosi lebih dominan daripada dalil,
  • Menolak nasihat dengan alasan “yang penting niat”,
  • Mudah mengkafirkan atau membid’ahkan orang lain yang tidak sejalan,
  • Tidak mau belajar ilmu-ilmu yang bermanfaat, mencukupkan hanya pada apa yang disenangi.

Sikap Yang Benar

Islam tidak melarang semangat beramal, justru mengarahkannya. Sikap yang benar adalah harus belajar terlebih dahulu sebelum beramal, mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman ulama, bertanya kepada ahlinya, dan menyelaraskan niat ikhlas dan cara yang benar.

Allah SAW berfirman:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: “Maka bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43).

Baca juga: Doa Agar Diberikan Ilmu yang Bermanfaat: Arab, Latin, dan Artinya

Penutup

Beramal tanpa ilmu adalah kesalahan serius dalam Islam, meskipun dilakukan dengan niat baik. Islam mengajarkan keseimbangan antara ilmu, niat, dan amal. Tanpa ilmu, amal bisa tertolak. Tanpa amal, ilmu menjadi hujjah atas diri sendiri.

Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-Nya yang berilmu sebelum beramal, dan beramal sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Aktual
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar