Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Asal Menunggu Azan! Ini Zikir Mustajab Sebelum Berbuka

Kompas.com, 29 Januari 2026, 20:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mendekati waktu berbuka puasa bukan sekadar momen menunggu azan Magrib. Dalam ajaran Islam, detik-detik terakhir sebelum berbuka justru menjadi salah satu waktu paling istimewa untuk memperbanyak doa dan zikir.

Para ulama menyebut fase ini sebagai “jam emas” ibadah karena keadaan seorang hamba sedang berada di puncak pengendalian diri dan keikhlasan.

Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa orang yang berpuasa memiliki keutamaan khusus. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah disebutkan:

إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةً لَا تُرَدُّ

Inna lish-shaa’imi ‘inda fithrihi da‘watan laa turaddu.

Artinya: “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, ketika berbuka terdapat doa yang tidak tertolak.”

Hadis ini menjadi dasar kuat mengapa umat Islam dianjurkan mengisi waktu jelang berbuka dengan zikir dan doa, bukan sekadar aktivitas menunggu makanan.

Baca juga: Niat Puasa Ramadhan: Doa Sahur Rasulullah yang Jarang Diketahui

Mengapa Waktu Menjelang Berbuka Sangat Istimewa?

Dalam buku Fadhail Ramadhan karya Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dijelaskan bahwa orang yang berpuasa berada dalam kondisi spiritual yang unik.

Lapar dan haus yang ditahan sejak pagi melatih kesabaran, keikhlasan, serta ketundukan kepada Allah. Pada saat itulah hati menjadi lebih lembut dan mudah menerima hidayah.

Selain itu, Al-Qur’an menegaskan pentingnya mengingat Allah dalam setiap keadaan:

Fadzkuruu nii adzkurkum wasykuruu lii walaa takfuruun.

Artinya: “Ingatlah Aku, niscaya Aku ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar.” (QS Al-Baqarah: 152)

Ayat ini menjadi landasan bahwa memperbanyak zikir, termasuk menjelang berbuka puasa, merupakan jalan untuk meraih pertolongan dan keberkahan Allah.

Keutamaan Zikir dan Doa Sebelum Berbuka Puasa

Para ulama sepakat bahwa zikir menjelang berbuka membawa banyak manfaat spiritual. Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi disebutkan bahwa waktu-waktu mustajab doa, termasuk saat berbuka puasa, sebaiknya dimanfaatkan untuk memohon ampunan, kebaikan dunia, dan keselamatan akhirat.

Secara umum, zikir jelang berbuka memiliki beberapa keutamaan utama. Pertama, memperkuat ketakwaan karena hati terus terhubung dengan Allah.

Kedua, menenangkan jiwa setelah seharian menahan diri. Ketiga, menjadi sarana penghapus dosa kecil melalui istighfar.

Keempat, membuka peluang terkabulnya doa, baik yang berkaitan dengan kebutuhan pribadi maupun umat.

Baca juga: Puasa Berapa Hari Lagi 2026? Simak Adab Buka Puasa Rasulullah

Bacaan Zikir yang Dianjurkan Rasulullah Menjelang Berbuka

Berikut beberapa bacaan zikir dan doa yang dianjurkan untuk diamalkan sebelum azan Magrib berkumandang.

Syahadat dan Istighfar

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ، أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ

Asyhadu an laa ilaaha illallaah, astaghfirullaah, as’aluka ridhaaka wal jannata wa a‘uudzu bika min sakhathika wan naar.

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Aku memohon ampun kepada Allah. Aku memohon rida dan surga-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari murka dan neraka-Mu.”

Bacaan ini menggabungkan tauhid, taubat, dan permohonan keselamatan, sehingga sangat dianjurkan dibaca menjelang berbuka.

Zikir Memohon Kesehatan dan Perlindungan

اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ

Allahumma ‘aafinii fii badanii, Allahumma ‘aafinii fii sam‘ii, Allahumma ‘aafinii fii basharii, laa ilaaha illa anta.

Artinya: “Ya Allah, berilah kesehatan pada tubuhku, pendengaranku, dan penglihatanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau.”

Doa ini mengajarkan pentingnya menjaga nikmat kesehatan sebagai modal utama dalam beribadah.

Doa Berbuka Puasa

Ketika waktu berbuka tiba, Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَىٰ رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘alaa rizqika afthartu.

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”

Doa ini menegaskan bahwa ibadah puasa dan rezeki berbuka semata-mata berasal dari Allah.

Baca juga: Ini Tips Jaga Mental agar Puasa Tak Terasa Berat

Panduan Menghidupkan Waktu Menjelang Berbuka

Dalam buku Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa kualitas ibadah bukan hanya ditentukan oleh jumlah bacaan, tetapi oleh kekhusyukan hati.

Karena itu, menjelang berbuka sebaiknya diisi dengan suasana tenang, mengurangi aktivitas yang melalaikan, dan fokus pada doa serta zikir.

Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan. Sisihkan lima hingga sepuluh menit sebelum Magrib untuk berdiam diri dan berzikir.

Matikan sejenak gangguan digital agar konsentrasi terjaga. Libatkan keluarga agar tercipta suasana ibadah bersama.

Dengan cara ini, momen berbuka tidak hanya menjadi rutinitas fisik, tetapi juga peristiwa spiritual.

Menjemput Berkah di Detik Terakhir Puasa

Menjelang berbuka puasa adalah kesempatan yang sering terlewatkan. Padahal, Rasulullah SAW telah mengingatkan bahwa doa pada waktu ini memiliki keistimewaan yang luar biasa.

Dengan mengisi detik-detik terakhir puasa dengan zikir, istighfar, dan doa, seorang muslim tidak hanya menutup puasanya dengan ibadah, tetapi juga membuka pintu keberkahan untuk hari-hari berikutnya.

Di tengah kesibukan menyiapkan hidangan, menghidupkan zikir menjelang berbuka menjadi pengingat bahwa hakikat puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan membangun kedekatan dengan Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar