Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Niat Mandi Puasa Ramadhan 2026: Arab, Latin, Arti dan Hukum Fikihnya

Kompas.com, 17 Februari 2026, 22:34 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Menjelang datangnya Ramadhan 1447 H, suasana religius mulai terasa di berbagai daerah.

Selain menyiapkan jadwal imsakiyah dan menu sahur, masyarakat juga ramai membicarakan satu tradisi yang sudah turun-temurun: mandi keramas sebelum puasa.

Di Pulau Jawa, tradisi ini dikenal dengan sebutan Padusan, yakni mandi di sumber mata air atau sungai sebagai simbol penyucian diri.

Di Sumatra Utara, masyarakat mengenal ritual Pangir dengan dedaunan wangi, sementara di Sumatra Barat ada tradisi Balimau menggunakan air bercampur jeruk nipis.

Baca juga: Niat Mandi Wajib Sebelum Ramadhan dan Tata Caranya Lengkap

Tradisi ini menjadi momen refleksi sekaligus tanda kesiapan menyambut bulan suci.

Sunnah, Bukan Syarat Sah Puasa

Lalu, apakah mandi sebelum Ramadhan itu wajib?

Secara hukum fikih, mandi menyambut Ramadhan bukan syarat sah puasa. Dalam Buku Panduan Ibadah Ramadhan karya Annisa Nurul Hasanah dijelaskan bahwa rukun puasa yang utama adalah niat di malam hari, bukan mandi terlebih dahulu .

Puasa tetap sah meskipun seseorang tidak mandi keramas sebelum Ramadhan, selama ia memenuhi syarat dan rukun puasa, terutama niat yang dilakukan sejak terbenam matahari hingga sebelum terbit fajar .

Mandi ini hukumnya sunnah, sebagai bentuk tazayyun (bersuci dan memperindah diri) dalam menyambut ibadah besar.

Namun, mandi menjadi wajib apabila seseorang dalam keadaan hadas besar, seperti:

  • Setelah berhubungan suami istri (junub)
  • Selesai haid
  • Selesai nifas

Menariknya, dalam kitab tersebut juga dijelaskan bahwa jika seseorang belum mandi junub hingga waktu Subuh, puasanya tetap sah selama ia telah berniat di malam hari .

Bacaan Niat Mandi Menyambut Ramadhan

Agar bernilai ibadah, mandi sunnah menyambut Ramadhan dapat diawali dengan niat berikut:

Niat Mandi Sunnah

Arab: 

نَوَيْتُ أَدَاءَ السُّنَّةِ لِاسْتِقْبَالِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu ada’as sunnati li istiqbali syahri ramadhana lillahi ta’ala

Artinya:

“Aku berniat menjalankan mandi sunnah untuk menyambut bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

Niat Mandi Wajib (Jika Berhadas Besar)

Arab: 

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta’ala

Artinya:

“Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar sebagai kewajiban karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Mandi Sesuai Sunnah

Rasulullah SAW mengajarkan tata cara mandi yang tertib dan sempurna:

1. Membaca Basmalah dan niat ketika air pertama menyentuh kulit.
2. Mencuci kedua telapak tangan tiga kali.
3. Membersihkan kemaluan dan kotoran dengan tangan kiri.
4. Berwudhu seperti hendak shalat.
5. Menyiram kepala tiga kali hingga air merata ke pangkal rambut.
6. Mengguyur seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan lalu kiri.

Urutan ini berlaku untuk mandi wajib maupun mandi sunnah.

Jangan Lupa: Niat Puasa Tetap yang Utama

Walau mandi menjadi tradisi penting, yang paling krusial tetaplah niat puasa Ramadhan di malam hari. Dalam buku tersebut disebutkan lafaz niat puasa yang paling sempurna:

Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi Ramadhāna hadzihis sanati lillāhi ta‘ālā.

Artinya:

“Saya berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Tanpa niat di malam hari, puasa tidak sah meskipun sudah sahur atau mandi sebelumnya .

Waktu Terbaik Mandi

Untuk mandi sunnah menyambut Ramadhan, waktu yang dianjurkan adalah:

  • Sore hari terakhir bulan Sya’ban, atau
  • Malam hari sebelum shalat Tarawih pertama.

Dengan tubuh yang bersih dan hati yang siap, diharapkan ibadah Ramadhan 1447 H dapat dijalani dengan lebih khusyuk.

Baca juga: Niat Puasa Ramadhan: Bacaan Lengkap dan Hukum Apabila Lupa Melafalkannya

Tradisi seperti Padusan, Pangir, dan Balimau menunjukkan kekayaan budaya Islam Nusantara. Namun di atas semuanya, Ramadhan tetaplah tentang niat, ketakwaan, dan penyucian hati.

Sudah siap menyambut Ramadhan 2026 dengan hati yang bersih?

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar