Editor
KOMPAS.com – Niat puasa Ramadhan menjadi syarat utama sahnya ibadah puasa bagi umat Islam.
Setiap Muslim wajib menghadirkan niat sebelum terbit fajar saat akan menjalankan puasa Ramadhan 1447 H.
Ketentuan ini berlaku untuk seluruh puasa wajib, termasuk puasa di bulan suci Ramadhan.
Dilansir dari laman MUI, para ulama menegaskan bahwa tanpa niat yang dilakukan pada malam hari, puasa dinilai tidak sah.
Baca juga: Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadhan 1447 H Banyak Dicari, Ini Bacaan dan Penjelasan Ulama
Niat bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi dari setiap amal ibadah. ]
Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa kualitas suatu perbuatan sangat bergantung pada niat yang melandasinya.
Dalam konteks puasa, hal tersebut ditegaskan dalam hadis berikut:
مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِفَلَا صِيَامَ لَهُ
Artinya: “Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR Tirmidzi)
Hadis ini menjadi dasar para ulama dalam menetapkan kewajiban niat puasa Ramadhan sebelum terbit fajar.
Baca juga: Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih serta Witir Lengkap dan Dalilnya
Waktu membaca niat puasa Ramadhan dimulai sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar.
Para ulama sepakat bahwa puasa wajib, termasuk Ramadhan, tidak sah tanpa niat yang dilakukan pada malam hari.
Imam an-Nawawi (wafat 676 H) menjelaskan:
لَا يَصِحُّ صَوْمُ رَمَضَانَ وَلَا غَيْرِهِ مِنْ الصِّيَامِ الْوَاجِبِ إلَّا بِنِيَّةٍ مِنْ اللَّيْلِ
“Tidak sah puasa Ramadhan maupun puasa wajib lainnya, kecuali dengan niat yang dilakukan pada malam hari.” (Al-Majmu' ala Syarh al-Muhadzab, vol. 6, h. 290)
Di Indonesia, niat puasa biasanya dibaca setelah shalat Tarawih berjamaah sebagai bentuk antisipasi agar tidak lupa berniat sebelum fajar.
Baca juga: Panduan Lengkap Niat dan Tata Cara Sholat Jenazah Perempuan
Secara prinsip, niat merupakan kehendak hati untuk melakukan ibadah.
Oleh karena itu, niat puasa Ramadhan sebenarnya cukup dihadirkan di dalam hati tanpa harus dilafazkan.
Meski demikian, melafazkan niat dengan lisan dianjurkan karena dapat membantu menghadirkan kekhusyukan dan menguatkan tekad.
Syekh Khatib asy-Syirbini (wafat 977 H) menjelaskan:
وَالنِّيَّةُ بِالْقَلْبِ بِالْإِجْمَاعِ؛ لِأَنَّهَا الْقَصْدُ، وَيُنْدَبُ النُّطْقُ بِالْمَنْوِيِّ لِيُسَاعِدَ اللِّسَانُ الْقَلْبَ، وَلِأَنَّهُ أَبْعَدُ عَنِ الْوَسْوَاسِ
“Niat itu tempatnya di dalam hati menurut kesepakatan ulama, karena niat adalah kehendak (maksud). Dan disunnahkan melafazkan niat yang dimaksud, agar lisan membantu hati, serta karena hal itu lebih menjauhkan dari waswas (keraguan).” (Al-Iqna’ fi Halli Alfadz Abi Syuja’, vol. 1, h. 129)
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa inti niat ada di dalam hati, sementara pelafalan bersifat anjuran.
Baca juga: Niat Puasa Hajat Lengkap dengan Tata Cara dan Doanya
Berikut bacaan niat puasa Ramadhan versi lengkap:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Adapun versi yang lebih ringkas namun tetap sah adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ رَمَضَانَ
Artinya: “Saya niat menunaikan ibadah puasa Ramadhan.”
Meskipun lafaz singkat diperbolehkan, versi lengkap lebih dianjurkan sebagai bentuk kesungguhan dalam menjalankan ibadah.
Baca juga: Niat Puasa Ramadhan 2026 Sebulan Penuh dan Sehari Lengkap dengan Artinya
Niat puasa Ramadhan 1447 H harus dilakukan sebelum terbit fajar agar puasa sah menurut syariat.
Niat dapat dilakukan dalam hati dan dianjurkan untuk dilafazkan guna membantu kekhusyukan.
Dengan memahami waktu dan tata cara niat, umat Islam diharapkan dapat menjalankan puasa Ramadhan dengan benar serta meraih keberkahan yang dijanjikan Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang