Editor
KOMPAS.com - Memasuki bulan Syawal dan hari-hari setelah Ramadhan, banyak umat Islam mulai menunaikan kewajiban mengganti puasa yang tertinggal.
Pencarian seperti niat puasa qadha Ramadhan, niat puasa ganti Ramadhan, hingga niat qadha puasa Ramadhan pun meningkat, menandakan tingginya kesadaran untuk melunasi “utang” ibadah kepada Allah SWT.
Namun, masih banyak yang bingung: apakah niat harus diucapkan? Bagaimana lafaz yang benar? Berikut penjelasan lengkap yang mudah dipahami.
Baca juga: Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Syawal, Boleh Digabung? Ini Penjelasan Ulama yang Perlu Diketahui
Bagi yang ingin melafalkan niat puasa ganti Ramadhan, berikut bacaan lengkapnya:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
*Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta‘ala*
Artinya:
“Saya niat puasa qadha dari bulan suci Ramadhan karena Allah Ta’ala.”
Niat ini sebaiknya sudah dihadirkan dalam hati sejak malam hari sebelum menjalankan puasa.
Banyak ulama menegaskan bahwa inti dari niat adalah keyakinan dalam hati, bukan sekadar ucapan di lisan.
Pendakwah seperti Buya Yahya menjelaskan bahwa selama seseorang sudah sadar dan berniat dalam hati untuk mengganti puasa Ramadhan, maka itu sudah sah.
Tidak perlu merasa terbebani jika tidak hafal lafaz panjang.
Hal ini menunjukkan bahwa Islam memberikan kemudahan dalam beribadah, selama esensi niat benar-benar tertanam dalam hati.
Pertanyaan lain yang sering muncul adalah: bolehkah mendahulukan puasa sunnah sebelum qadha?
Menurut Adi Hidayat, puasa qadha yang bersifat wajib harus menjadi prioritas utama dibanding puasa sunnah, termasuk puasa enam hari di bulan Syawal.
Ini karena Qadha adalah wajib, sedangkan Puasa Syawal merupakan sunnah.
Sehingga, yang wajib sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu sebelum mengejar pahala tambahan.
Dalam kondisi tertentu, jika seseorang meninggal dunia masih memiliki hutang puasa, maka keluarga atau ahli waris dianjurkan untuk membantu mengqadhakannya.
Hal ini menjadi bentuk bakti dan kepedulian keluarga terhadap kewajiban ibadah yang belum sempat ditunaikan.
Baca juga: Niat Puasa Qadha Kapan Dibaca? Waktu, Niat dan Ketentuannya
Menunaikan puasa qadha Ramadhan tidaklah sulit. Kuncinya:
Dengan memahami niat puasa ganti Ramadhan secara benar, diharapkan setiap Muslim bisa menjalankan ibadah ini dengan tenang, tanpa rasa ragu atau was-was.
Jangan tunda, karena ini adalah kewajiban yang harus ditunaikan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang