Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sholawat Nariyah: Bacaan Lengkap, Arti, dan Keutamaannya

Kompas.com, 1 April 2026, 11:24 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di tengah padatnya aktivitas dan tekanan hidup modern, banyak umat Islam mencari ketenangan melalui amalan sederhana namun sarat makna.

Salah satunya adalah Sholawat Nariyah, bacaan sholawat yang dikenal luas sebagai wasilah spiritual untuk membuka kesulitan dan menenangkan hati.

Sholawat ini tidak hanya populer di kalangan pesantren, tetapi juga diamalkan dalam majelis dzikir hingga kehidupan sehari-hari masyarakat Muslim.

Lalu, bagaimana sebenarnya bacaan lengkapnya, makna di balik setiap kalimat, serta keutamaan yang terkandung di dalamnya?

Baca juga: Keutamaan Memperbanyak Shalawat di Hari Jumat

Sholawat Nariyah dalam Tradisi Keilmuan Islam

Dalam khazanah Islam, sholawat merupakan bentuk ibadah yang memiliki kedudukan tinggi. Allah SWT sendiri memerintahkan umat Islam untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Ahzab ayat 56.

Sholawat Nariyah yang juga dikenal sebagai Sholawat Tafrijiyah atau Qurthubiyah menjadi salah satu bentuk sholawat yang berkembang dalam tradisi ulama.

Dalam praktiknya, sholawat ini sering dibaca ketika seseorang menghadapi kesulitan hidup atau membutuhkan pertolongan Allah SWT.

Dikutip dari buku Keajaiban Sholawat Nabi karya KH. Muhammad Sholikhin, Sholawat Nariyah diyakini memiliki dimensi spiritual yang kuat karena berisi permohonan lengkap, dari kelapangan rezeki hingga keselamatan hidup.

Sementara itu, dalam Mukjizat dan Rahasia Sholawat Nabi, Abu Ameenah Bilal Philips menjelaskan bahwa sholawat merupakan ekspresi cinta sekaligus pengakuan atas kemuliaan Rasulullah sebagai perantara turunnya rahmat Allah kepada manusia.

Bacaan Sholawat Nariyah Lengkap Arab, Latin, dan Arti

Berikut bacaan Sholawat Nariyah yang umum diamalkan:

اللّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَكَ

Allâhumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman 'alâ sayyidinâ Muhammadinil-ladzi tanhallu bihil-'uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqdlâ bihil-hawâiju wa tunâlu bihir-raghâ’ibu wa husnul-khawâtimi wa yustasqal-ghamâmu biwajhihil-karîmi wa 'alâ âlihi wa shahbihi fî kulli lamhatin wa nafasin bi'adadi kulli ma'lûmin lak.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan salam yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau segala kesulitan terurai, segala kesusahan terangkat, segala kebutuhan terpenuhi, segala harapan tercapai, serta husnul khatimah diperoleh. Dengan kemuliaannya pula hujan diturunkan. Dan semoga tercurah kepada keluarganya serta para sahabatnya di setiap detik dan hembusan napas sebanyak bilangan segala sesuatu yang Engkau ketahui.”

Baca juga: Sholawat Jibril, Mudah Diamalkan dan Diyakini Memiliki Banyak Keutamaan

Mengurai Makna Mendalam dalam Setiap Kalimat

Jika dicermati, Sholawat Nariyah bukan sekadar rangkaian doa, melainkan refleksi spiritual yang sangat dalam.

Pertama, frasa shalatan kamilah wa salaman tamman menunjukkan permohonan akan kesempurnaan rahmat bagi Nabi. Ini sekaligus mencerminkan penghormatan tertinggi seorang hamba kepada Rasulnya.

Kedua, bagian tanhallu bihil ‘uqad dan tanfariju bihil kurab menggambarkan keyakinan bahwa setiap kesulitan hidup pada hakikatnya berada dalam kuasa Allah dan sholawat menjadi jalan untuk mengetuk pintu pertolongan-Nya.

Ketiga, tuqdla bihil hawa’ij wa tunalu bihir ragha’ib menegaskan bahwa kebutuhan manusia—baik dunia maupun akhirat, tidak terlepas dari kehendak Allah yang dimohonkan melalui doa.

Dalam perspektif tasawuf, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai kitab dzikir klasik, makna ini menunjukkan relasi antara usaha lahiriah dan ketergantungan batin kepada Tuhan.

Cara Mengamalkan Sholawat Nariyah

Para ulama memberikan panduan praktis dalam mengamalkan sholawat ini, meskipun pada dasarnya tidak ada batasan baku.

Dalam tradisi yang berkembang di masyarakat:

  • Dibaca 11 kali untuk kelancaran rezeki
  • Dibaca 100 kali untuk kemudahan urusan
  • Dibaca 4.444 kali dalam satu majelis untuk hajat besar
  • Dibaca rutin setiap hari sebagai wirid perlindungan

Namun, yang lebih utama adalah konsistensi dan keikhlasan. Sebab, dalam banyak literatur seperti Al-Adzkar karya Imam Nawawi, kualitas doa sangat ditentukan oleh kehadiran hati, bukan sekadar jumlah bacaan.

Baca juga: Bacaan Lengkap Sholawat Asyghil dan Artinya

Keutamaan Sholawat Nariyah dalam Kehidupan

Sebagai bagian dari amalan sholawat, Sholawat Nariyah memiliki berbagai keutamaan yang diyakini umat Islam.

  • Pertama, sebagai pembuka pintu rezeki. Banyak ulama menyebutkan bahwa memperbanyak sholawat akan mendatangkan keberkahan dalam kehidupan.
  • Kedua, sebagai sarana ketenangan jiwa. Dalam praktiknya, sholawat ini sering dibaca ketika seseorang menghadapi tekanan hidup atau kegelisahan batin.
  • Ketiga, sebagai wasilah terkabulnya doa. Dalam hadis disebutkan bahwa doa yang diawali dan diakhiri dengan sholawat memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan.
  • Keempat, sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah. Dengan bersholawat, seorang Muslim memperkuat hubungan spiritualnya dengan Nabi.

Sholawat sebagai Jalan Spiritual di Era Modern

Di tengah kehidupan yang serba cepat, sholawat menjadi ruang jeda yang menenangkan. Ia bukan hanya ibadah verbal, tetapi juga terapi batin.

Dalam konteks ini, Sholawat Nariyah menghadirkan keseimbangan antara harapan, doa, dan ketenangan.

Ia mengajarkan bahwa di balik setiap kesulitan, selalu ada jalan keluar yang bisa diraih dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sebagaimana ditegaskan para ulama, keberhasilan seorang Muslim tidak hanya diukur dari seberapa banyak amal yang dilakukan, tetapi juga dari seberapa dalam ia menghadirkan hati dalam setiap ibadah.

Pada akhirnya, membaca Sholawat Nariyah bukan sekadar tradisi, melainkan ikhtiar spiritual untuk menjaga harapan tetap hidup, bahwa setiap kesulitan pasti memiliki jalan keluar dan setiap doa selalu memiliki kemungkinan untuk dikabulkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar