Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ayat Seribu Dinar: Bacaan Lengkap, Sejarah Penamaan, serta Keutamaan Doa Penarik Rezeki

Kompas.com, 12 Juli 2026, 10:34 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Ayat Seribu Dinar menjadi salah satu amalan yang populer di kalangan umat Islam karena diyakini memiliki keutamaan besar, terutama sebagai doa untuk memohon kelancaran rezeki dan pertolongan Allah SWT.

Ayat ini berasal dari Surah At-Thalaq ayat 2-3 yang berisi janji Allah kepada hamba-Nya yang bertakwa dan bertawakal.

Potongan ayat tersebut kemudian dikenal luas sebagai Ayat Seribu Dinar karena memiliki kandungan tentang jalan keluar dari kesulitan dan rezeki yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka.

Baca juga: Ingin Rezeki Lancar, Amalkan Ayat Seribu Dinar

Banyak Muslim membiasakan membaca Ayat Seribu Dinar setelah shalat fardhu sebagai bentuk ikhtiar spiritual.

Meski demikian, yang paling utama bukan sekadar membacanya, melainkan mengamalkan pesan ketakwaan dan tawakal yang terkandung di dalamnya.

Baca juga: Ini Waktu Terbaik Membaca Ayat Seribu Dinar agar Rezeki Lancar dan Hati Tenang

Bacaan Ayat Seribu Dinar: Arab, Latin, dan Artinya

Berikut bacaan Ayat Seribu Dinar dalam bahasa Arab, latin, dan artinya.

Arab:

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Latin: Wa may yattaqillaha yaj'al lahu makhraja. Wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib. Wa may yatawakkal 'alallahi fahuwa hasbuh. Innallaha baalighu amrih. Qad ja'alallahu likulli syai'in qadra.

Artinya: "Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya, sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."

Asal-usul Penamaan Ayat Seribu Dinar

Sebutan Ayat Seribu Dinar berasal dari kisah yang berkembang di tengah masyarakat tentang seorang pedagang yang berulang kali bermimpi bertemu Nabi Khidir AS.

Dalam mimpinya, Nabi Khidir AS meminta pedagang tersebut bersedekah sebanyak 1.000 dinar emas kepada fakir miskin.

Setelah melaksanakan sedekah itu, ia kembali bermimpi dan diajarkan untuk membaca potongan Surah At-Thalaq ayat 2-3 sebagai doa memohon perlindungan dan petunjuk Allah SWT.

Dikisahkan, ketika pedagang tersebut melakukan perjalanan laut, kapal yang ditumpanginya karam akibat badai. Namun, ia selamat bersama seluruh hartanya, sementara penumpang lainnya tidak berhasil selamat.

Pedagang itu kemudian menetap di negeri baru dan tetap mengamalkan ayat tersebut hingga akhirnya dipercaya menjadi raja. Kisah inilah yang kemudian melatarbelakangi penyebutan Surah At-Thalaq ayat 2-3 sebagai Ayat Seribu Dinar.

Keutamaan Mengamalkan Ayat Seribu Dinar

Terlepas dari kisah tersebut, kandungan utama ayat ini adalah perintah untuk bertakwa dan bertawakal kepada Allah SWT. Allah menjanjikan kemudahan, jalan keluar, serta rezeki bagi hamba yang menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Berikut penjelasan selengkapnya mengenai keutamaan membaca Ayat Seribu Dinar:

1. Meningkatkan ketakwaan dan keimanan

Membaca serta menghayati Ayat Seribu Dinar dapat memperkuat hubungan seorang Muslim dengan Allah SWT. Kandungan ayat ini mengajarkan pentingnya ketakwaan dan tawakal dalam menjalani kehidupan.

2. Memohon kelapangan rezeki

Ayat ini dikenal luas sebagai doa untuk memohon rezeki. Kandungannya menyebutkan bahwa Allah akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka kepada orang yang bertakwa serta menumbuhkan rasa syukur atas nikmat-Nya.

3. Memohon jalan keluar dari berbagai persoalan

Surah At-Thalaq ayat 2-3 menjelaskan bahwa Allah akan memberikan jalan keluar bagi hamba yang bertakwa. Karena itu, banyak umat Islam mengamalkannya ketika menghadapi berbagai kesulitan hidup.

4. Menumbuhkan semangat berikhtiar dan bertawakal

Ayat Seribu Dinar mengajarkan keseimbangan antara usaha dan tawakal. Seorang Muslim diperintahkan untuk terus berikhtiar sembari menyerahkan hasil terbaik kepada Allah SWT.

5. Memohon perlindungan dari musibah

Sebagian umat Islam meyakini membaca Ayat Seribu Dinar sebagai salah satu ikhtiar memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai musibah dan kesulitan hidup, sebagaimana pesan yang terkandung dalam ayat tersebut.

6. Memberikan ketenangan dan keberkahan

Selain berkaitan dengan rezeki, mengamalkan Ayat Seribu Dinar juga diyakini dapat menghadirkan ketenangan hati, memperkuat keyakinan kepada Allah SWT, serta membawa keberkahan dalam kehidupan apabila dibarengi dengan ketakwaan dan tawakal.

Pada hakikatnya, keutamaan Ayat Seribu Dinar terletak pada pesan yang dikandungnya, yakni mengajak setiap Muslim untuk senantiasa bertakwa, berusaha dengan sungguh-sungguh, dan bertawakal kepada Allah SWT.

Dengan menjalankan nilai-nilai tersebut, seorang hamba berharap memperoleh kemudahan, perlindungan, serta rezeki sesuai kehendak Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar