Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Sebelum dan Sesudah Makan Lengkap dengan Arti serta Adab Makan dalam Islam

Kompas.com, 26 Juli 2026, 17:28 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Makan merupakan aktivitas yang dilakukan setiap hari dan menjadi salah satu bentuk nikmat yang diberikan Allah SWT kepada manusia.

Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk memulai dan mengakhiri makan dengan doa sebagai wujud syukur atas rezeki yang diberikan.

Membaca doa sebelum makan bertujuan memohon keberkahan serta perlindungan dari Allah SWT, sedangkan doa setelah makan menjadi ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diterima.

Baca juga: Doa Masuk dan Keluar Masjid Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Adab yang Dianjurkan

Selain berdoa, Islam juga mengatur berbagai adab makan yang perlu diperhatikan oleh setiap Muslim.

Rasulullah SAW mencontohkan agar umat Islam selalu menyebut nama Allah sebelum makan dan memuji-Nya setelah selesai makan.

Dengan demikian, aktivitas makan tidak hanya memenuhi kebutuhan jasmani, tetapi juga bernilai ibadah.

Baca juga: Doa Meminta Husnul Khatimah Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Amalan agar Wafat dalam Keadaan Baik

Doa Sebelum Makan

Sebelum menyantap makanan, umat Islam dianjurkan membaca doa berikut:

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Alloohumma barik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa 'adzaa bannar.

Arti: "Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau limpahkan kepada kami dan jauhkanlah kami dari siksa neraka."

Doa ini dibaca sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT. Selain itu, membaca doa sebelum makan juga menjadi ikhtiar agar makanan yang dikonsumsi membawa keberkahan dan terhindar dari gangguan setan.

Doa Sesudah Makan

Setelah selesai makan, umat Islam dianjurkan memanjatkan doa sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT.

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِيْنَ

Latin: Alhamdu lillaahil ladzii ath'amanaa wa saqoonaa wa ja'alanaa minal muslimiin.

Arti: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, serta menjadikan kami termasuk golongan orang-orang muslim."

Doa setelah makan menjadi pengingat bahwa segala nikmat makanan dan minuman berasal dari Allah SWT sehingga patut disyukuri.

Adab Makan dalam Islam

Selain membaca doa sebelum dan sesudah makan, Islam juga mengajarkan sejumlah adab yang bertujuan menjaga kebersihan, kesehatan, dan kesopanan saat makan.

1. Memulai dengan Bismillah dan Doa Sebelum Makan

Sebelum makan, dianjurkan mengucapkan Bismillah dan membaca doa sebelum makan. Hal ini menjadi bentuk pengakuan bahwa makanan yang dikonsumsi merupakan rezeki dari Allah SWT.

2. Menggunakan Tangan Kanan

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk makan dan minum menggunakan tangan kanan. Dalam hadis disebutkan:

"Jika salah seorang dari kalian makan, maka hendaklah ia makan dengan tangan kanannya dan jika ia minum maka hendaklah ia minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya." (HR. Muslim)

3. Mengambil Makanan dari Bagian Terdekat

Saat makan bersama dalam satu wadah, dianjurkan mengambil makanan dari bagian yang paling dekat dan tidak mengambil dari bagian tengah atau area orang lain.

4. Tidak Meniup Makanan atau Minuman

Islam mengajarkan agar tidak meniup makanan atau minuman yang masih panas karena dinilai kurang baik dari sisi adab maupun kebersihan.

5. Tidak Berlebihan Saat Makan

Islam melarang sikap berlebihan dalam makan dan minum. Allah SWT berfirman:

"Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan." (QS. Al-A'raf: 31)

6. Makan dengan Sopan dan Tenang

Umat Islam dianjurkan makan secara perlahan, mengunyah makanan dengan baik, serta menghindari sikap tergesa-gesa. Selain itu, hendaknya menjaga etika ketika berbicara saat makan.

7. Menghormati Makanan

Rasulullah SAW mengajarkan agar tidak mencela makanan. Jika tidak menyukai suatu makanan, cukup meninggalkannya tanpa mengeluarkan perkataan yang merendahkan.

8. Membersihkan Tangan dan Mulut Setelah Makan

Setelah selesai makan, dianjurkan membersihkan tangan dan mulut, kemudian mengucapkan doa setelah makan atau memuji Allah dengan membaca Alhamdulillah.

9. Makan Bersama-Sama

Makan bersama keluarga atau sesama Muslim dianjurkan karena terdapat keberkahan dalam kebersamaan.

10. Tidak Makan Sambil Berdiri atau Berjalan

Islam menganjurkan makan dan minum dalam posisi duduk dengan tenang agar lebih sopan dan baik bagi kesehatan.

Keutamaan Membaca Doa Sebelum dan Sesudah Makan

Membaca doa sebelum dan sesudah makan merupakan amalan sederhana yang memiliki nilai ibadah besar dalam kehidupan sehari-hari.

Doa tersebut menjadi bentuk syukur atas nikmat rezeki sekaligus pengingat bahwa segala sesuatu yang dimiliki berasal dari Allah SWT.

Dengan mengamalkan doa dan adab makan yang diajarkan Islam, seorang Muslim tidak hanya memperoleh manfaat jasmani dari makanan yang dikonsumsi, tetapi juga keberkahan dan pahala dalam setiap aktivitas makannya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar