Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tata Cara Sholat Hajat Lidaf’il Bala’ untuk Tolak Bala dan Doa Rebo Wekasan Lengkap

Kompas.com, 10 Agustus 2026, 20:01 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Dalam tradisi Islam Nusantara, sholat tolak bala dikenal pula dengan istilah Sholat Hajat Lidaf’il Bala’. Ibadah ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan Allah SWT dari berbagai marabahaya, musibah, dan bencana.

Sholat tolak bala dapat dikerjakan secara berjamaah maupun sendiri, terutama pada momen tertentu seperti malam Rebo Wekasan atau Rabu terakhir bulan Safar.

Namun, secara syariat, sholat tersebut dapat dilakukan kapan saja selama tidak bertepatan dengan waktu yang dilarang untuk melaksanakan sholat sunnah, seperti setelah Subuh dan Ashar hingga Maghrib.

Baca juga: Doa Rebo Wekasan untuk Tolak Bala Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya

Tata Cara Sholat Tolak Bala

Sholat Hajat Lidaf’il Bala’ dilaksanakan sebanyak empat rakaat dengan niat tertentu dan bacaan tambahan yang dianjurkan.

Sementara gerakan sholat dan urutannya sama seperti shalat sunnah pada umumnya.

Baca juga: Catatan MUI Tentang Tradisi Rebo Wekasan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Niat Sholat Tolak Bala

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ لِدَفْعِ الْبَلَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ للهِ تَعَالَى

Arab latin: Ushalli sunnatal lidaf'il bala'i rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala

Artinya: "Aku berniat sholat sunnah untuk menolak bala dua rakaat sambil menghadap ke kiblat karena Allah ta'ala."

Bacaan Sholat Tolak Bala

Pada setiap rakaat, setelah membaca Surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca sejumlah surat pendek.

Surat pendek yang dibaca antara lain Surat Al-Kautsar, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Surat al-Kautsar sebanyak 17 kali
  • Surat al-Ikhlas sebanyak 5 kali
  • Surat al-Falaq sebanyak 1 kali
  • Surat an-Nas sebanyak 1 kali

Bacaan Doa dan Dzikir Sholat Tolak Bala

Selesai sholat empat rakaat, kemudian membaca doa ini:

بسم الله الرحمن الرحيم
اللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ القُوَى ويَا شَدِيْدَ الِمحَالِ¸يا عَزِيْزُِ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اكْفِنَا وَأَهْلَنَا وَالمُسْلِمِيْنَ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يا مُجَمِّلُ يا مُفَضِّلُ يا مُنْعِمُ يا مُكْرِمُ يا مَنْ لاَ إِلَهَ إِلَا أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ يا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ بِسِرِّ الحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأُمِّهِ وَأَبِيْهِ اِكْفِنَا وَأَهْلَنَا وَالمُسْلِمِيْنَ شَرَّ هَذَا اليَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يا كَافِي فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
بعض العارفين داووه: بيليه ستياڤ تاهون ڮوستي الله نوروناكن بلاء إڠكڠ كاطه إيڤون تيڮاڠ أتوس كاليه دوصا إيوو بلاء, تمورونيڤون وونتن دينتن ربو إڠكڠ أخير سكڠ وولان صفر, سنتن تياڠ إڠكڠ ڤورون ڠلامڤاهي صلاة تولاء بلاء كادوس ڠيڠڮيل ڤونيكا لاجڠ ماهوس دعانيفون, إن شاء الله ديڤون سلامتاكن سكڠ بلاء-بلاء كالا واهو سڤانجاڠ تاهون آمين يا مجيب السائلين

Merujuk laman resmi Komunikasi Penyiaran Islam Univesitas Al-Qolam Malang, tata cara tersebut ada dalam kitab Kanzun Najah Was-surur Karya Syekh Abdul Hamid Qudus, dan Dinuqil dalam kitab Nubdzatul Anwar.

Sesudah salat sunnah dan membaca doa, dapat dilanjutkan dengan membaca:

  • Istighfar 70 kali
  • Shalawat Nabi 100 kali
  • Hasbunallah wani’mal wakil 70 kali
  • Surat Yasin ketika sampai ayat Allah semoga kita beserta keluarga selamat dari musibah, bala, dan lainnya.

Hukum Sholat Tolak Bala saat Rebo Wekasan

Melansir laman resmi Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, hukum sholat Rebo Wekasan bergantung pada niat pelaksanaannya.

Jika seseorang meniatkan sholat secara khusus sebagai “Sholat Rebo Wekasan”, maka hukumnya tidak diperbolehkan karena syariat Islam tidak mengenal sholat dengan nama tersebut.

Sebaliknya, jika sholat tersebut diniatkan sebagai sholat sunnah mutlaq atau sholat hajat, maka hukumnya diperbolehkan. S

holat sunnah mutlaq merupakan sholat yang tidak terikat waktu, sebab tertentu, maupun jumlah rakaat tertentu.

Sementara itu, sholat hajat dikerjakan ketika seseorang memiliki keperluan atau hajat tertentu, termasuk memohon perlindungan dari hal-hal yang dikhawatirkan atau dikenal sebagai hajat li daf’il makhuf.

Syeikh Abdul Hamid Muhammad Ali Qudus (imam masjidil haram) dalam kitab Kanzun Najah Was Surur halaman 33 menulis:

“Syeikh Zainuddin murid Imam Ibnu Hajar Al-Makki berkata dalam kitab “Irsyadul Ibad” demikian juga para ulama madzhab lain, mengatakan: Termasuk bid’ah tercela yang pelakunya dianggap berdosa dan penguasa wajib melarang pelakunya, yaitu Shalat Ragha’ib 12 rakaat yang dilaksanakan antara Maghrib dan Isya’ pada malam Jum’at pertama bulan Rajab…….. Kami (Syeikh Abdul Hamid) berpendapat : Sama dengan shalat tersebut (termasuk bid’ah tercela) yaitu Shalat Bulan Shafar.

Seseorang yang akan shalat pada salah satu waktu tersebut, berniatlah melakukan shalat sunnat mutlaq secara sendiri-sendiri tanpa ada ketentuan bilangan, yakni tidak terkait dengan waktu, sebab, atau hitungan rakaat.”

Hukum Doa Tolak Bala saat Rebo Wekasan

Berbeda dengan sholat Rebo Wekasan yang diniatkan secara khusus, hukum berdoa untuk menolak bala pada Rabu Wekasan diperbolehkan.

Namun, doa tersebut sebaiknya diniatkan sebagai permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai malapetaka secara umum, bukan secara khusus dari bala yang diyakini terjadi pada Rebo Wekasan.

Al-Hafidz Zainuddin Ibn Rajab al-Hanbali menyatakan:

“Meneliti sebab-sebab bencana seperti melihat perbintangan dan semacamnya merupakan thiyarah yang terlarang. Karena orang-orang yang meneliti biasanya tidak menyibukkan diri dengan amal-amal baik sebagai penolak balak, melainkan justru memerintahkan agar tidak keluar rumah dan tidak bekerja. Padahal itu jelas tidak mencegah terjadinya keputusan dan ketentuan Allah. Ada lagi yang menyibukkan diri dengan perbuatan maksiat, padahal itu dapat mendorong terjadinya malapetaka. Syari’at mengajarkan agar (kita) tidak perlu meneliti melainkan menyibukkan diri dengan amal-amal yang dapat menolak balak, seperti berdoa, berzikir, bersedekah, dan bertawakal kepada Allah Swt serta beriman pada qadla’ dan qadar-Nya.” (Ibn Rajab, Lathaif al-Ma’arif, hal. 143).

Sebagai penutup, sholat tolak bala saat Rebo Wekasan dapat dilakukan dengan niat sebagai sholat sunnah mutlaq atau sholat hajat, bukan sebagai sholat khusus yang disyariatkan bernama Rebo Wekasan.

Sementara itu, doa tolak bala, zikir, sedekah, dan tawakal dapat menjadi ikhtiar untuk memohon perlindungan Allah SWT dari berbagai musibah dan keburukan.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Tata Cara Sholat Tolak Bala Hajat Lidaf’il Bala’ Lengkap dengan Bacaan Doa Latin dan Artinya".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Abdul Mu’ti: Peran Muhammadiyah Wujudkan Cita-Cita Kemerdekaan Berlandaskan Pancasila
Abdul Mu’ti: Peran Muhammadiyah Wujudkan Cita-Cita Kemerdekaan Berlandaskan Pancasila
Aktual
Contoh Pidato Islami Upacara 17 Agustus 2026: Kemerdekaan Adalah Amanah
Contoh Pidato Islami Upacara 17 Agustus 2026: Kemerdekaan Adalah Amanah
Aktual
Hukum Mencium Bendera Merah Putih dalam Islam, Apakah Boleh? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Hukum Mencium Bendera Merah Putih dalam Islam, Apakah Boleh? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Aktual
Tata Cara Sholat Hajat Lidaf’il Bala’ untuk Tolak Bala dan Doa Rebo Wekasan Lengkap
Tata Cara Sholat Hajat Lidaf’il Bala’ untuk Tolak Bala dan Doa Rebo Wekasan Lengkap
Doa dan Niat
Istana Menghormati Marwah Ulama
Istana Menghormati Marwah Ulama
Aktual
Doa Rebo Wekasan untuk Tolak Bala Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Rebo Wekasan untuk Tolak Bala Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Contoh Teks Doa Upacara HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026
Contoh Teks Doa Upacara HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026
Doa dan Niat
Doa Malam Tirakatan 17 Agustus 2026 Singkat: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Malam Tirakatan 17 Agustus 2026 Singkat: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Mad Wajib Muttasil: Pengertian, Ciri, Contoh, dan Cara Membacanya
Mad Wajib Muttasil: Pengertian, Ciri, Contoh, dan Cara Membacanya
Doa dan Niat
Semoga Cepat Sembuh dalam Islam: Ucapan, Doa, dan Adab Menjenguk Orang Sakit
Semoga Cepat Sembuh dalam Islam: Ucapan, Doa, dan Adab Menjenguk Orang Sakit
Doa dan Niat
50.000 Masjid dan Musala Serentak Dibersihkan, dari Toilet hingga Selokan
50.000 Masjid dan Musala Serentak Dibersihkan, dari Toilet hingga Selokan
Aktual
Dari Kepiting hingga Mangrove, Kemenag Bidik Golo Sepang Jadi Kampung Zakat
Dari Kepiting hingga Mangrove, Kemenag Bidik Golo Sepang Jadi Kampung Zakat
Aktual
Muktamar Ke-35 di Jombang dan Blueprint Abad Kedua: Pesantren Transformatif dan Penyiapan SDM Unggul
Muktamar Ke-35 di Jombang dan Blueprint Abad Kedua: Pesantren Transformatif dan Penyiapan SDM Unggul
Aktual
Ada Mushaf Berusia 3 Abad di Kaki Gunung Hira, Begini Keistimewaannya
Ada Mushaf Berusia 3 Abad di Kaki Gunung Hira, Begini Keistimewaannya
Aktual
Tak Bisa Langsung Tentukan Halal-Haram, Ini 6 Tahapan Penetapan Fatwa
Tak Bisa Langsung Tentukan Halal-Haram, Ini 6 Tahapan Penetapan Fatwa
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar