Editor
KOMPAS.com - Shalat merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang dilaksanakan lima kali sehari, mulai dari Subuh hingga Isya.
Bacaan shalat wajib dan shalat sunnah pada dasarnya memiliki susunan yang serupa, yakni diawali takbiratul ihram dan diakhiri salam. Sebelum salam, jamaah melaksanakan tahiyat akhir yang menjadi salah satu rukun shalat.
Bacaan tahiyat akhir memuat pujian kepada Allah SWT, syahadat, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta doa yang dipanjatkan sebelum mengakhiri shalat.
Baca juga: Shalawat Ibrahimiyah: Mengapa Dibaca Saat Tahiyat?
Istilah tahiyat dan tasyahud memiliki keterkaitan dengan isi bacaannya. Tasyahud berasal dari kata syahadah atau kesaksian karena memuat kalimat syahadat, yakni Asyhadu an laa ilaaha illallaah.
Sementara itu, tahiyat berasal dari kata tahiyyah yang berarti penghormatan, sesuai dengan bagian awal bacaan At-tahiyyaatu yang berisi penghormatan dan pujian kepada Allah SWT.
Dilansir dari laman NU Online, Muhammadiyah, dan sumber lainnya, berikut ulasan terkait bacaan doa tahiyat akhir.
Baca juga: Bolehkah Menambah Doa dalam Rukuk, Sujud, dan Tahiyat Shalat? Ini Penjelasan Hukumnya
Bacaan tahiyat akhir terdiri atas tasyahud, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan doa yang dibaca sebelum salam. Berikut susunan bacaan tahiyat akhir dalam tulisan Arab, Latin, beserta terjemahannya untuk membantu memahami setiap bagian.
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمّدْ وعلى آلِ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّد كَمَا صَلَّبْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلعَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى عَلَي سَيِّدِنَا آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد..
“Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibatul lillaah, Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu’alainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, Waasyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Allahhumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shallaita ‘alaa Ibraahim, wa ‘alaa aali Ibraahim. Wabaarik ‘alaa Muhammad, wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa baarakta ‘alaa Ibraahim, wa ‘alaa aali Ibraahim. Fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid. ”
“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang saleh-saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam semesta, Engkaulah yang terpuji, dan Mahamulia.
Tahiyat akhir merupakan rangkaian bacaan yang dilanjutkan dengan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan doa sebelum salam. Berikut urutan bacaan yang dapat dipahami berdasarkan bagian-bagian dalam tahiyat akhir.
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.
Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibatul lillaah, Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu’alainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, Waasyhadu anna Muhammadar rasuulullaah.
Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang saleh-saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
. اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمّدْ وعلى آلِ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّد كَمَا صَلَّبْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلعَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى عَلَي سَيِّدِنَا آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد
Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa’alaa aali Muhammad. Kamaa shollaita ‘alaa ibroohiim wa aali ibroohiim. Wabaarik ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad. Kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim wa aali ibroohiim. Innaka hamiidummajiid.
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah kemurahan-Mu kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Kau telah limpahkan kepada Ibrahim dan keluarganya. Berkahilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Kau telah berkahi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau yang Maha Terpuji dan Maha Mulia.
اَلْلَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيْحِ الدَجَّالِ
Allaahumma innii a’uudzubika min ‘adzaabi jahannama wamin ‘adzaabil qabri wamin fitnatil mahyaa wamamaati wamin fitnatil masiihid dajjaal.
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahanam dan siksa kubur serta dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnahnya dajjal.
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
“Assalaamu alaikum wa rahmatullah.”
Artinya: “Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu.”
Sholawat Ibrahimiyah merupakan bagian dari bacaan tahiyat akhir yang berisi permohonan rahmat dan keberkahan bagi Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya. Berikut bacaan Sholawat Ibrahimiyah dalam tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya.
اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمّدْ وعلى آلِ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّد كَمَا صَلَّبْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلعَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى عَلَي سَيِّدِنَا آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد
Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa’alaa aali Muhammad. Kamaa shollaita ‘alaa ibroohiim wa aali ibroohiim. Wabaarik ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad. Kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim wa aali ibroohiim. Innaka hamiidummajiid.
Ya Allah, limpahkanlah kemurahan-Mu kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Kau telah limpahkan kepada Ibrahim dan keluarganya. Berkahilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Kau telah berkahi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau yang Maha Terpuji dan Maha Mulia.
Setelah membaca tasyahud akhir dan Sholawat Ibrahimiyah, umat Islam dapat melanjutkan dengan doa sebelum mengucapkan salam. Salah satu doa yang dibaca berisi permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai azab dan fitnah.
Doa sebelum salam memuat permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari siksa neraka Jahannam. Bagian ini mengingatkan seorang Muslim untuk memohon keselamatan dari azab akhirat dan berharap memperoleh rahmat Allah.
Selain memohon perlindungan dari siksa Jahannam, bacaan tersebut juga mencakup permohonan agar dijauhkan dari azab kubur. Doa ini menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia merupakan bagian dari perjalanan menuju kehidupan akhirat.
Doa sebelum salam juga berisi permohonan perlindungan dari fitnah kehidupan dan kematian. Seorang Muslim memohon agar Allah SWT menjaga dirinya dari berbagai ujian yang dapat mengganggu keimanan, baik selama hidup maupun ketika menghadapi kematian.
Bagian terakhir doa tersebut berisi permohonan perlindungan dari kejahatan fitnah Dajjal. Permohonan ini menjadi bagian dari doa agar Allah SWT menjaga umat Islam dari fitnah yang dapat mengancam keimanan.
Tahiyat akhir dibaca pada bagian akhir shalat, tepatnya ketika memasuki rakaat terakhir sebelum salam. Untuk memahami waktu dan susunannya, berikut penjelasan mengenai pelaksanaan tahiyat akhir, perbedaannya dengan tahiyat awal, serta urutan bacaan menjelang salam.
Tahiyat akhir dibaca ketika seseorang telah menyelesaikan rakaat terakhir dalam shalat. Pada posisi ini, jamaah duduk untuk membaca tasyahud akhir dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebelum mengakhiri shalat dengan salam.
Dalam shalat Subuh, tahiyat akhir dibaca pada rakaat kedua. Sementara itu, pada shalat Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya, tahiyat akhir dibaca masing-masing pada rakaat terakhir, yakni rakaat keempat untuk Dzuhur, Ashar, dan Isya serta rakaat ketiga untuk Maghrib.
Tahiyat awal dibaca ketika seseorang berada pada posisi duduk setelah rakaat kedua dalam shalat yang memiliki lebih dari dua rakaat. Adapun tahiyat akhir dilaksanakan pada rakaat terakhir sebelum salam.
Perbedaan lainnya terletak pada kelanjutan bacaan. Tahiyat akhir dilanjutkan dengan Sholawat Ibrahimiyah dan doa sebelum salam, sedangkan tahiyat awal tidak dilanjutkan dengan rangkaian tersebut dalam tata cara yang umum diamalkan.
Urutan bacaan pada bagian akhir shalat dimulai dengan tasyahud akhir yang berisi pujian kepada Allah SWT, salam kepada Nabi Muhammad SAW, dan dua kalimat syahadat. Setelah itu, bacaan dilanjutkan dengan Sholawat Ibrahimiyah.
Sebelum salam, jamaah dapat membaca doa perlindungan dari azab Jahannam, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta fitnah Dajjal. Rangkaian tersebut kemudian diakhiri dengan mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri sesuai tata cara shalat.
Posisi duduk tahiyat akhir memiliki tata cara tersendiri yang berbeda dari duduk tahiyat awal. Berikut penjelasan mengenai posisi kaki, tangan, dan gerakan jari telunjuk ketika membaca tasyahud akhir.
Dalam tata cara shalat yang umum dikenal, duduk tahiyat akhir dilakukan dengan posisi tawarruk. Pada posisi ini, kaki kiri dijulurkan ke arah kanan melalui bawah kaki kanan, sementara tubuh bertumpu pada lantai dan kaki kanan ditegakkan.
Posisi tersebut digunakan ketika membaca tasyahud akhir hingga menjelang salam. Pelaksanaannya dapat mengikuti tuntunan tata cara shalat yang dipelajari dari guru atau ulama.
Ketika duduk tahiyat akhir, kedua tangan diletakkan di atas paha atau lutut. Tangan kiri berada di atas paha kiri, sedangkan tangan kanan berada di atas paha kanan.
Posisi tangan dijaga agar tetap tenang selama membaca tahiyat. Tangan kanan digunakan untuk melakukan isyarat jari telunjuk ketika membaca bagian syahadat sesuai tata cara yang diamalkan.
Ketika membaca tasyahud, jari telunjuk tangan kanan digunakan sebagai isyarat tauhid atau keesaan Allah SWT. Gerakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari tata cara duduk tahiyat.
Terdapat perbedaan pendapat mengenai detail gerakan jari telunjuk di antara sejumlah pandangan fikih. Karena itu, umat Islam dapat mengikuti tata cara yang dipelajari dan diamalkan sesuai tuntunan mazhab atau guru masing-masing.
Bacaan tahiyat akhir bukan sekadar rangkaian kalimat yang dibaca sebelum salam, tetapi juga memuat pujian, penghormatan, dan pengakuan keimanan. Berikut penjelasan makna setiap bagian untuk membantu memahami kandungan bacaan tahiyat akhir.
Bagian awal tahiyat berisi penghormatan, keberkahan, shalawat, dan segala kebaikan yang dipersembahkan kepada Allah SWT. Kalimat tersebut menunjukkan pengakuan bahwa segala bentuk pujian dan penghormatan tertinggi hanya layak ditujukan kepada-Nya.
Melalui bacaan ini, seorang Muslim mengawali tahiyat dengan memuliakan Allah SWT sebelum menyampaikan salam kepada Nabi Muhammad SAW dan mengucapkan syahadat.
Bagian salam dalam tahiyat akhir berisi penghormatan dan doa keselamatan, rahmat, serta keberkahan bagi Nabi Muhammad SAW. Bacaan ini menjadi bentuk penghormatan umat Islam kepada Rasulullah yang membawa ajaran Islam.
Salam tersebut kemudian dilanjutkan dengan doa keselamatan bagi diri sendiri dan seluruh hamba Allah yang saleh.
Syahadat dalam tahiyat akhir memuat kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. Dua kalimat tersebut menjadi pernyataan pokok keimanan seorang Muslim.
Pengucapan syahadat dalam shalat mengingatkan umat Islam untuk senantiasa mengesakan Allah SWT dan mengakui kerasulan Nabi Muhammad SAW.
Sholawat dalam tahiyat akhir berisi permohonan kepada Allah SWT agar melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya. Bacaan tersebut juga menyebut Nabi Ibrahim AS dan keluarganya sebagai bagian dari permohonan yang dipanjatkan.
Sholawat Ibrahimiyah menjadi bentuk penghormatan kepada para nabi sekaligus pengingat bagi umat Islam untuk memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW.
Tahiyat awal dan tahiyat akhir sama-sama berisi penghormatan kepada Allah SWT, salam kepada Nabi Muhammad SAW, dan dua kalimat syahadat. Namun, keduanya memiliki perbedaan dalam waktu pelaksanaan, kelanjutan bacaan, serta posisi duduk dalam shalat.
Tahiyat awal dibaca setelah rakaat kedua pada shalat yang memiliki tiga atau empat rakaat. Sementara itu, tahiyat akhir dibaca pada rakaat terakhir sebelum salam.
Dalam shalat Maghrib, tahiyat awal dilakukan setelah rakaat kedua dan tahiyat akhir pada rakaat ketiga. Pada shalat Dzuhur, Ashar, dan Isya, tahiyat awal dilakukan setelah rakaat kedua, sedangkan tahiyat akhir dibaca setelah rakaat keempat.
Bacaan tahiyat awal umumnya terdiri atas tasyahud hingga dua kalimat syahadat. Adapun tahiyat akhir dilanjutkan dengan Sholawat Ibrahimiyah dan doa sebelum salam.
Perbedaan ini membuat rangkaian bacaan tahiyat akhir lebih panjang dibandingkan tahiyat awal. Keduanya tetap menjadi bagian dari rangkaian ibadah shalat yang memiliki ketentuan masing-masing.
Tahiyat awal umumnya dilakukan dengan posisi duduk iftirasy, yakni duduk di atas kaki kiri yang dilipat dan kaki kanan ditegakkan. Sementara itu, tahiyat akhir dalam tata cara yang umum diamalkan dilakukan dengan posisi tawarruk.
Pada posisi tawarruk, kaki kiri dijulurkan ke arah kanan dan tubuh bertumpu pada lantai. Perbedaan posisi ini menjadi salah satu ciri yang membedakan tahiyat awal dan tahiyat akhir.
Selain doa perlindungan dari azab dan fitnah, terdapat doa lain yang dapat dibaca sebelum mengakhiri shalat dengan salam. Berikut beberapa bacaan doa yang berisi permohonan ampunan, kebaikan dunia akhirat, dan permohonan sesuai kebutuhan.
Doa memohon ampunan dapat dibaca untuk mengakui kesalahan dan memohon rahmat Allah SWT. Berikut bacaan doa yang berisi permohonan ampunan dan kasih sayang-Nya.
اللَّهُمَّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِى مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ، وَارْحَمْنِى إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang besar. Tiada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. Ampunilah aku dengan ampunan dari-Mu. Kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
Doa ini berisi permohonan agar Allah SWT memberikan kebaikan dalam kehidupan dunia dan akhirat sekaligus melindungi dari siksa neraka.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka."
Setelah membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW, seorang Muslim juga dapat memanjatkan permohonan lain sesuai kebutuhan.
Doa tersebut dapat berkaitan dengan ampunan, kesehatan, keselamatan, kemudahan urusan, maupun kebaikan bagi keluarga.
Permohonan disampaikan kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan hati dan keyakinan terhadap pertolongan-Nya. Pengamalan doa tetap memperhatikan ketentuan dan tata cara shalat yang diikuti.
Berikut sejumlah pertanyaan yang sering diajukan mengenai bacaan tahiyat akhir, Sholawat Ibrahimiyah, doa sebelum salam, dan tata cara pelaksanaannya. Penjelasan singkat ini dapat membantu pembaca memahami urutan bacaan dan perbedaan tahiyat awal dengan tahiyat akhir.
Bacaan tahiyat akhir dimulai dengan Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibatul lillaah, dilanjutkan salam kepada Nabi Muhammad SAW, salam kepada hamba Allah yang saleh, serta dua kalimat syahadat. Setelah itu, bacaan dilanjutkan dengan Sholawat Ibrahimiyah dan doa sebelum salam.
Tahiyat akhir dan tasyahud akhir merujuk pada bacaan yang dilakukan ketika duduk pada rakaat terakhir shalat. Istilah tasyahud merujuk pada bagian kesaksian atau syahadat dalam bacaan, sedangkan tahiyat berkaitan dengan penghormatan dan pujian yang terdapat di dalamnya.
Setelah membaca tasyahud akhir dan Sholawat Ibrahimiyah, umat Islam dapat membaca doa perlindungan dari azab Jahannam, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta fitnah Dajjal. Doa lain yang diajarkan Rasulullah SAW juga dapat dibaca sebelum salam.
Ya, Sholawat Ibrahimiyah merupakan bagian dari bacaan tahiyat akhir. Shalawat ini berisi permohonan rahmat dan keberkahan kepada Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, sebagaimana rahmat dan keberkahan yang diberikan kepada Nabi Ibrahim AS dan keluarganya.
Dalam tata cara yang umum diamalkan, tahiyat akhir dilakukan dengan posisi tawarruk, yakni kaki kiri dijulurkan ke arah kanan melalui bawah kaki kanan, sedangkan kaki kanan ditegakkan. Kedua tangan diletakkan di atas paha atau lutut, dengan jari telunjuk tangan kanan digunakan sebagai isyarat ketika membaca tasyahud.
Tahiyat awal dibaca setelah rakaat kedua dalam shalat yang memiliki tiga atau empat rakaat, sedangkan tahiyat akhir dibaca pada rakaat terakhir sebelum salam. Tahiyat akhir dilanjutkan dengan Sholawat Ibrahimiyah dan doa sebelum salam, sementara tahiyat awal tidak memuat rangkaian tersebut dalam tata cara yang umum diamalkan.
Tahiyat akhir merupakan bagian dalam sholat yang dibaca pada rakaat terakhir dan mencakup tasyahud, sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta doa sebelum salam
Tahiyat akhir merupakan bagian dari rukun shalat yang dibaca pada rakaat terakhir sebelum salam.
Bacaannya mencakup pujian kepada Allah SWT, salam kepada Nabi Muhammad SAW, dua kalimat syahadat, dan Sholawat Ibrahimiyah.
Setelah membaca tahiyat akhir, umat Islam dapat melanjutkan dengan doa perlindungan maupun doa lain yang diajarkan Rasulullah SAW sebelum mengucapkan salam.
Memahami bacaan, arti, dan tata cara duduk tahiyat akhir membantu umat Islam melaksanakan shalat dengan lebih tertib dan khusyuk.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.