Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Tahiyat Akhir: Arab, Latin, Arti, dan Bacaan Sampai Salam

Kompas.com, 29 September 2026, 22:41 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Shalat merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang dilaksanakan lima kali sehari, mulai dari Subuh hingga Isya.

Bacaan shalat wajib dan shalat sunnah pada dasarnya memiliki susunan yang serupa, yakni diawali takbiratul ihram dan diakhiri salam. Sebelum salam, jamaah melaksanakan tahiyat akhir yang menjadi salah satu rukun shalat.

Bacaan tahiyat akhir memuat pujian kepada Allah SWT, syahadat, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta doa yang dipanjatkan sebelum mengakhiri shalat.

Baca juga: Shalawat Ibrahimiyah: Mengapa Dibaca Saat Tahiyat?

Istilah tahiyat dan tasyahud memiliki keterkaitan dengan isi bacaannya. Tasyahud berasal dari kata syahadah atau kesaksian karena memuat kalimat syahadat, yakni Asyhadu an laa ilaaha illallaah.

Sementara itu, tahiyat berasal dari kata tahiyyah yang berarti penghormatan, sesuai dengan bagian awal bacaan At-tahiyyaatu yang berisi penghormatan dan pujian kepada Allah SWT.

Dilansir dari laman NU Online, Muhammadiyah, dan sumber lainnya, berikut ulasan terkait bacaan doa tahiyat akhir.

Baca juga: Bolehkah Menambah Doa dalam Rukuk, Sujud, dan Tahiyat Shalat? Ini Penjelasan Hukumnya

Bacaan Doa Tahiyat Akhir Arab, Latin, dan Artinya

Bacaan tahiyat akhir terdiri atas tasyahud, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan doa yang dibaca sebelum salam. Berikut susunan bacaan tahiyat akhir dalam tulisan Arab, Latin, beserta terjemahannya untuk membantu memahami setiap bagian.

Bacaan tahiyat akhir dalam tulisan Arab

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمّدْ وعلى آلِ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّد كَمَا صَلَّبْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلعَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى عَلَي سَيِّدِنَا آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد..

Bacaan tahiyat akhir dalam tulisan Latin

“Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibatul lillaah, Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu’alainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, Waasyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Allahhumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shallaita ‘alaa Ibraahim, wa ‘alaa aali Ibraahim. Wabaarik ‘alaa Muhammad, wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa baarakta ‘alaa Ibraahim, wa ‘alaa aali Ibraahim. Fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid. ”

Arti dan terjemahan bacaan tahiyat akhir

“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang saleh-saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam semesta, Engkaulah yang terpuji, dan Mahamulia.

Bacaan Tahiyat Akhir Sampai Salam

Tahiyat akhir merupakan rangkaian bacaan yang dilanjutkan dengan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan doa sebelum salam. Berikut urutan bacaan yang dapat dipahami berdasarkan bagian-bagian dalam tahiyat akhir.

Bacaan tasyahud akhir

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.

Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibatul lillaah, Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu’alainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, Waasyhadu anna Muhammadar rasuulullaah.

Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang saleh-saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Bacaan Sholawat Ibrahimiyah

. اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمّدْ وعلى آلِ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّد كَمَا صَلَّبْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلعَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى عَلَي سَيِّدِنَا آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa’alaa aali Muhammad. Kamaa shollaita ‘alaa ibroohiim wa aali ibroohiim. Wabaarik ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad. Kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim wa aali ibroohiim. Innaka hamiidummajiid.

Artinya: Ya Allah, limpahkanlah kemurahan-Mu kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Kau telah limpahkan kepada Ibrahim dan keluarganya. Berkahilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Kau telah berkahi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau yang Maha Terpuji dan Maha Mulia.

Doa sebelum salam

اَلْلَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيْحِ الدَجَّالِ

Allaahumma innii a’uudzubika min ‘adzaabi jahannama wamin ‘adzaabil qabri wamin fitnatil mahyaa wamamaati wamin fitnatil masiihid dajjaal.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahanam dan siksa kubur serta dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnahnya dajjal.

Bacaan salam dalam sholat

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

“Assalaamu alaikum wa rahmatullah.”

Artinya: “Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu.”

Sholawat Ibrahimiyah dalam Tahiyat Akhir

Sholawat Ibrahimiyah merupakan bagian dari bacaan tahiyat akhir yang berisi permohonan rahmat dan keberkahan bagi Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya. Berikut bacaan Sholawat Ibrahimiyah dalam tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya.

Bacaan Sholawat Ibrahimiyah dalam bahasa Arab

اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمّدْ وعلى آلِ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّد كَمَا صَلَّبْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلعَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى عَلَي سَيِّدِنَا آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد

Bacaan Sholawat Ibrahimiyah dalam tulisan Latin

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa’alaa aali Muhammad. Kamaa shollaita ‘alaa ibroohiim wa aali ibroohiim. Wabaarik ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad. Kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim wa aali ibroohiim. Innaka hamiidummajiid.

Arti Sholawat Ibrahimiyah

Ya Allah, limpahkanlah kemurahan-Mu kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Kau telah limpahkan kepada Ibrahim dan keluarganya. Berkahilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Kau telah berkahi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau yang Maha Terpuji dan Maha Mulia.

Doa Setelah Tahiyat Akhir Sebelum Salam

Setelah membaca tasyahud akhir dan Sholawat Ibrahimiyah, umat Islam dapat melanjutkan dengan doa sebelum mengucapkan salam. Salah satu doa yang dibaca berisi permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai azab dan fitnah.

Doa memohon perlindungan dari azab Jahannam

Doa sebelum salam memuat permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari siksa neraka Jahannam. Bagian ini mengingatkan seorang Muslim untuk memohon keselamatan dari azab akhirat dan berharap memperoleh rahmat Allah.

Doa memohon perlindungan dari azab kubur

Selain memohon perlindungan dari siksa Jahannam, bacaan tersebut juga mencakup permohonan agar dijauhkan dari azab kubur. Doa ini menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia merupakan bagian dari perjalanan menuju kehidupan akhirat.

Doa memohon perlindungan dari fitnah kehidupan dan kematian

Doa sebelum salam juga berisi permohonan perlindungan dari fitnah kehidupan dan kematian. Seorang Muslim memohon agar Allah SWT menjaga dirinya dari berbagai ujian yang dapat mengganggu keimanan, baik selama hidup maupun ketika menghadapi kematian.

Doa memohon perlindungan dari fitnah Dajjal

Bagian terakhir doa tersebut berisi permohonan perlindungan dari kejahatan fitnah Dajjal. Permohonan ini menjadi bagian dari doa agar Allah SWT menjaga umat Islam dari fitnah yang dapat mengancam keimanan.

Kapan Tahiyat Akhir Dibaca?

Tahiyat akhir dibaca pada bagian akhir shalat, tepatnya ketika memasuki rakaat terakhir sebelum salam. Untuk memahami waktu dan susunannya, berikut penjelasan mengenai pelaksanaan tahiyat akhir, perbedaannya dengan tahiyat awal, serta urutan bacaan menjelang salam.

Tahiyat akhir dibaca pada rakaat terakhir

Tahiyat akhir dibaca ketika seseorang telah menyelesaikan rakaat terakhir dalam shalat. Pada posisi ini, jamaah duduk untuk membaca tasyahud akhir dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebelum mengakhiri shalat dengan salam.

Dalam shalat Subuh, tahiyat akhir dibaca pada rakaat kedua. Sementara itu, pada shalat Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya, tahiyat akhir dibaca masing-masing pada rakaat terakhir, yakni rakaat keempat untuk Dzuhur, Ashar, dan Isya serta rakaat ketiga untuk Maghrib.

Perbedaan tahiyat awal dan tahiyat akhir

Tahiyat awal dibaca ketika seseorang berada pada posisi duduk setelah rakaat kedua dalam shalat yang memiliki lebih dari dua rakaat. Adapun tahiyat akhir dilaksanakan pada rakaat terakhir sebelum salam.

Perbedaan lainnya terletak pada kelanjutan bacaan. Tahiyat akhir dilanjutkan dengan Sholawat Ibrahimiyah dan doa sebelum salam, sedangkan tahiyat awal tidak dilanjutkan dengan rangkaian tersebut dalam tata cara yang umum diamalkan.

Urutan bacaan setelah tahiyat akhir sampai salam

Urutan bacaan pada bagian akhir shalat dimulai dengan tasyahud akhir yang berisi pujian kepada Allah SWT, salam kepada Nabi Muhammad SAW, dan dua kalimat syahadat. Setelah itu, bacaan dilanjutkan dengan Sholawat Ibrahimiyah.

Sebelum salam, jamaah dapat membaca doa perlindungan dari azab Jahannam, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta fitnah Dajjal. Rangkaian tersebut kemudian diakhiri dengan mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri sesuai tata cara shalat.

Cara Duduk Tahiyat Akhir

Posisi duduk tahiyat akhir memiliki tata cara tersendiri yang berbeda dari duduk tahiyat awal. Berikut penjelasan mengenai posisi kaki, tangan, dan gerakan jari telunjuk ketika membaca tasyahud akhir.

Posisi duduk saat tasyahud akhir

Dalam tata cara shalat yang umum dikenal, duduk tahiyat akhir dilakukan dengan posisi tawarruk. Pada posisi ini, kaki kiri dijulurkan ke arah kanan melalui bawah kaki kanan, sementara tubuh bertumpu pada lantai dan kaki kanan ditegakkan.

Posisi tersebut digunakan ketika membaca tasyahud akhir hingga menjelang salam. Pelaksanaannya dapat mengikuti tuntunan tata cara shalat yang dipelajari dari guru atau ulama.

Posisi tangan ketika tahiyat akhir

Ketika duduk tahiyat akhir, kedua tangan diletakkan di atas paha atau lutut. Tangan kiri berada di atas paha kiri, sedangkan tangan kanan berada di atas paha kanan.

Posisi tangan dijaga agar tetap tenang selama membaca tahiyat. Tangan kanan digunakan untuk melakukan isyarat jari telunjuk ketika membaca bagian syahadat sesuai tata cara yang diamalkan.

Gerakan jari telunjuk saat tasyahud

Ketika membaca tasyahud, jari telunjuk tangan kanan digunakan sebagai isyarat tauhid atau keesaan Allah SWT. Gerakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari tata cara duduk tahiyat.

Terdapat perbedaan pendapat mengenai detail gerakan jari telunjuk di antara sejumlah pandangan fikih. Karena itu, umat Islam dapat mengikuti tata cara yang dipelajari dan diamalkan sesuai tuntunan mazhab atau guru masing-masing.

Makna Bacaan Tahiyat Akhir

Bacaan tahiyat akhir bukan sekadar rangkaian kalimat yang dibaca sebelum salam, tetapi juga memuat pujian, penghormatan, dan pengakuan keimanan. Berikut penjelasan makna setiap bagian untuk membantu memahami kandungan bacaan tahiyat akhir.

Makna penghormatan dan pujian kepada Allah

Bagian awal tahiyat berisi penghormatan, keberkahan, shalawat, dan segala kebaikan yang dipersembahkan kepada Allah SWT. Kalimat tersebut menunjukkan pengakuan bahwa segala bentuk pujian dan penghormatan tertinggi hanya layak ditujukan kepada-Nya.

Melalui bacaan ini, seorang Muslim mengawali tahiyat dengan memuliakan Allah SWT sebelum menyampaikan salam kepada Nabi Muhammad SAW dan mengucapkan syahadat.

Makna salam kepada Nabi Muhammad SAW

Bagian salam dalam tahiyat akhir berisi penghormatan dan doa keselamatan, rahmat, serta keberkahan bagi Nabi Muhammad SAW. Bacaan ini menjadi bentuk penghormatan umat Islam kepada Rasulullah yang membawa ajaran Islam.

Salam tersebut kemudian dilanjutkan dengan doa keselamatan bagi diri sendiri dan seluruh hamba Allah yang saleh.

Makna syahadat dalam tahiyat akhir

Syahadat dalam tahiyat akhir memuat kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. Dua kalimat tersebut menjadi pernyataan pokok keimanan seorang Muslim.

Pengucapan syahadat dalam shalat mengingatkan umat Islam untuk senantiasa mengesakan Allah SWT dan mengakui kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Makna sholawat kepada Nabi Muhammad SAW

Sholawat dalam tahiyat akhir berisi permohonan kepada Allah SWT agar melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya. Bacaan tersebut juga menyebut Nabi Ibrahim AS dan keluarganya sebagai bagian dari permohonan yang dipanjatkan.

Sholawat Ibrahimiyah menjadi bentuk penghormatan kepada para nabi sekaligus pengingat bagi umat Islam untuk memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW.

Perbedaan Tahiyat Awal dan Tahiyat Akhir

Tahiyat awal dan tahiyat akhir sama-sama berisi penghormatan kepada Allah SWT, salam kepada Nabi Muhammad SAW, dan dua kalimat syahadat. Namun, keduanya memiliki perbedaan dalam waktu pelaksanaan, kelanjutan bacaan, serta posisi duduk dalam shalat.

Perbedaan waktu membaca

Tahiyat awal dibaca setelah rakaat kedua pada shalat yang memiliki tiga atau empat rakaat. Sementara itu, tahiyat akhir dibaca pada rakaat terakhir sebelum salam.

Dalam shalat Maghrib, tahiyat awal dilakukan setelah rakaat kedua dan tahiyat akhir pada rakaat ketiga. Pada shalat Dzuhur, Ashar, dan Isya, tahiyat awal dilakukan setelah rakaat kedua, sedangkan tahiyat akhir dibaca setelah rakaat keempat.

Perbedaan bacaan tahiyat awal dan akhir

Bacaan tahiyat awal umumnya terdiri atas tasyahud hingga dua kalimat syahadat. Adapun tahiyat akhir dilanjutkan dengan Sholawat Ibrahimiyah dan doa sebelum salam.

Perbedaan ini membuat rangkaian bacaan tahiyat akhir lebih panjang dibandingkan tahiyat awal. Keduanya tetap menjadi bagian dari rangkaian ibadah shalat yang memiliki ketentuan masing-masing.

Perbedaan posisi duduk

Tahiyat awal umumnya dilakukan dengan posisi duduk iftirasy, yakni duduk di atas kaki kiri yang dilipat dan kaki kanan ditegakkan. Sementara itu, tahiyat akhir dalam tata cara yang umum diamalkan dilakukan dengan posisi tawarruk.

Pada posisi tawarruk, kaki kiri dijulurkan ke arah kanan dan tubuh bertumpu pada lantai. Perbedaan posisi ini menjadi salah satu ciri yang membedakan tahiyat awal dan tahiyat akhir.

Doa Lain yang Bisa Dibaca Sebelum Salam

Selain doa perlindungan dari azab dan fitnah, terdapat doa lain yang dapat dibaca sebelum mengakhiri shalat dengan salam. Berikut beberapa bacaan doa yang berisi permohonan ampunan, kebaikan dunia akhirat, dan permohonan sesuai kebutuhan.

Doa memohon ampunan kepada Allah

Doa memohon ampunan dapat dibaca untuk mengakui kesalahan dan memohon rahmat Allah SWT. Berikut bacaan doa yang berisi permohonan ampunan dan kasih sayang-Nya.

اللَّهُمَّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِى مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ، وَارْحَمْنِى إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang besar. Tiada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. Ampunilah aku dengan ampunan dari-Mu. Kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

Doa memohon kebaikan dunia dan akhirat

Doa ini berisi permohonan agar Allah SWT memberikan kebaikan dalam kehidupan dunia dan akhirat sekaligus melindungi dari siksa neraka.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka."

Doa sesuai kebutuhan setelah membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW

Setelah membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW, seorang Muslim juga dapat memanjatkan permohonan lain sesuai kebutuhan.

Doa tersebut dapat berkaitan dengan ampunan, kesehatan, keselamatan, kemudahan urusan, maupun kebaikan bagi keluarga.

Permohonan disampaikan kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan hati dan keyakinan terhadap pertolongan-Nya. Pengamalan doa tetap memperhatikan ketentuan dan tata cara shalat yang diikuti.

FAQ Seputar Doa Tahiyat Akhir

Berikut sejumlah pertanyaan yang sering diajukan mengenai bacaan tahiyat akhir, Sholawat Ibrahimiyah, doa sebelum salam, dan tata cara pelaksanaannya. Penjelasan singkat ini dapat membantu pembaca memahami urutan bacaan dan perbedaan tahiyat awal dengan tahiyat akhir.

Apa bacaan doa tahiyat akhir?

Bacaan tahiyat akhir dimulai dengan Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibatul lillaah, dilanjutkan salam kepada Nabi Muhammad SAW, salam kepada hamba Allah yang saleh, serta dua kalimat syahadat. Setelah itu, bacaan dilanjutkan dengan Sholawat Ibrahimiyah dan doa sebelum salam.

Apakah tahiyat akhir sama dengan tasyahud akhir?

Tahiyat akhir dan tasyahud akhir merujuk pada bacaan yang dilakukan ketika duduk pada rakaat terakhir shalat. Istilah tasyahud merujuk pada bagian kesaksian atau syahadat dalam bacaan, sedangkan tahiyat berkaitan dengan penghormatan dan pujian yang terdapat di dalamnya.

Apa doa yang dibaca setelah tahiyat akhir sebelum salam?

Setelah membaca tasyahud akhir dan Sholawat Ibrahimiyah, umat Islam dapat membaca doa perlindungan dari azab Jahannam, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta fitnah Dajjal. Doa lain yang diajarkan Rasulullah SAW juga dapat dibaca sebelum salam.

Apakah Sholawat Ibrahimiyah dibaca dalam tahiyat akhir?

Ya, Sholawat Ibrahimiyah merupakan bagian dari bacaan tahiyat akhir. Shalawat ini berisi permohonan rahmat dan keberkahan kepada Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, sebagaimana rahmat dan keberkahan yang diberikan kepada Nabi Ibrahim AS dan keluarganya.

Bagaimana cara duduk tahiyat akhir?

Dalam tata cara yang umum diamalkan, tahiyat akhir dilakukan dengan posisi tawarruk, yakni kaki kiri dijulurkan ke arah kanan melalui bawah kaki kanan, sedangkan kaki kanan ditegakkan. Kedua tangan diletakkan di atas paha atau lutut, dengan jari telunjuk tangan kanan digunakan sebagai isyarat ketika membaca tasyahud.

Apa perbedaan tahiyat awal dan tahiyat akhir?

Tahiyat awal dibaca setelah rakaat kedua dalam shalat yang memiliki tiga atau empat rakaat, sedangkan tahiyat akhir dibaca pada rakaat terakhir sebelum salam. Tahiyat akhir dilanjutkan dengan Sholawat Ibrahimiyah dan doa sebelum salam, sementara tahiyat awal tidak memuat rangkaian tersebut dalam tata cara yang umum diamalkan.

Kesimpulan

Tahiyat akhir merupakan bagian dalam sholat yang dibaca pada rakaat terakhir dan mencakup tasyahud, sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta doa sebelum salam

Tahiyat akhir merupakan bagian dari rukun shalat yang dibaca pada rakaat terakhir sebelum salam.

Bacaannya mencakup pujian kepada Allah SWT, salam kepada Nabi Muhammad SAW, dua kalimat syahadat, dan Sholawat Ibrahimiyah.

Setelah membaca tahiyat akhir, umat Islam dapat melanjutkan dengan doa perlindungan maupun doa lain yang diajarkan Rasulullah SAW sebelum mengucapkan salam.

Memahami bacaan, arti, dan tata cara duduk tahiyat akhir membantu umat Islam melaksanakan shalat dengan lebih tertib dan khusyuk.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un Allahummaghfirlahu Warhamhu: Arab dan Artinya
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un Allahummaghfirlahu Warhamhu: Arab dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Tahiyat Akhir: Arab, Latin, Arti, dan Bacaan Sampai Salam
Doa Tahiyat Akhir: Arab, Latin, Arti, dan Bacaan Sampai Salam
Doa dan Niat
Sholawat Munjiyat: Arab, Latin, Arti, Sejarah, dan Keutamaannya
Sholawat Munjiyat: Arab, Latin, Arti, Sejarah, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Libur Lebaran 2027 Sesuai SKB 3 Menteri: Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Potensi Libur Panjang
Libur Lebaran 2027 Sesuai SKB 3 Menteri: Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Potensi Libur Panjang
Aktual
Kemenhaj Ungkap 50 Persen Biro Umrah Tidak Aktif, Ini Penyebabnya
Kemenhaj Ungkap 50 Persen Biro Umrah Tidak Aktif, Ini Penyebabnya
Aktual
Teks Ikrar dan Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Teks Ikrar dan Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Kisah Abu Darda, Sahabat Nabi yang Memilih Ilmu daripada Kemewahan
Kisah Abu Darda, Sahabat Nabi yang Memilih Ilmu daripada Kemewahan
Aktual
Husnuzan, Tawadhu, dan Qanaah Sering Tertukar, Apa Bedanya?
Husnuzan, Tawadhu, dan Qanaah Sering Tertukar, Apa Bedanya?
Aktual
Kenapa Nabi Beristighfar 70–100 Kali Sehari? Ini Penjelasannya
Kenapa Nabi Beristighfar 70–100 Kali Sehari? Ini Penjelasannya
Aktual
Kemenhaj Minta Travel Umrah Pastikan Layanan Jamaah Terpenuhi Sejak Berangkat Hingga Kepulangan
Kemenhaj Minta Travel Umrah Pastikan Layanan Jamaah Terpenuhi Sejak Berangkat Hingga Kepulangan
Aktual
Susunan Acara dan Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Susunan Acara dan Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Link Download PDF Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Link Download PDF Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 Resmi Kemenbud
Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Qadha dan Senin Kamis?
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Qadha dan Senin Kamis?
Aktual
Mengapa Rasulullah Melarang Tidur Tengkurap? Ini Hadis dan Hikmahnya
Mengapa Rasulullah Melarang Tidur Tengkurap? Ini Hadis dan Hikmahnya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar