Editor
KOMPAS.com - Kalimat istirja’ yaitu “Innalillahi wa inna ilaihi raji'un” merupakan bacaan yang umum diucapkan umat Islam ketika mendengar kabar duka, termasuk berita tentang seseorang yang meninggal dunia.
Bacaan ini mengingatkan bahwa manusia dan seluruh yang dimiliki pada hakikatnya adalah milik Allah SWT dan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.
Baca juga: 50 Ucapan Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun untuk Kabar Duka Cita
Karena itu, mengucapkan kalimat istirja’ juga menjadi bentuk sikap sabar dan tawakal ketika menghadapi musibah atau kehilangan.
Penggunaan kalimat istirja’ kerap disertai dengan doa untuk orang yang meninggal dunia.
Salah satu doa yang sering dibaca adalah “Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu” untuk mendoakan jenazah laki-laki agar mendapatkan ampunan, rahmat, keselamatan, dan penghapusan kesalahan.
Dilansir dari laman Antara, Muhammadiyah, dan sumber lainnya, berikut ulasan terkait kalimat “Innalillahi wa inna ilaihi raji'un Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu”.
Baca juga: Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un: Arti, Penulisan, dan Waktu Tepat Mengucapkannya
Berikut tulisan Arab, Latin, dan arti bacaan Innalillahi wa inna ilaihi raji'un yang disertai doa Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu.
إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ,اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu
Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali. Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, maafkanlah kesalahannya
Bacaan tersebut terdiri atas kalimat istirja’ dan doa untuk orang yang telah meninggal dunia.
Kalimat istirja’ menyatakan kesadaran bahwa manusia adalah milik Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya, sedangkan doa setelahnya berisi permohonan ampun, rahmat, kesejahteraan, serta maaf bagi orang yang telah meninggal.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un dikenal sebagai kalimat istirja’. Bacaan ini berkaitan dengan sikap seorang Muslim ketika menghadapi musibah, kehilangan, atau kabar duka.
Kalimat “Innalillahi wa inna ilaihi raji'un” berarti "Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali".
Makna tersebut menunjukkan pengakuan bahwa manusia beserta kehidupannya berada dalam kehendak dan kekuasaan Allah SWT. Ketika musibah terjadi, seorang Muslim dianjurkan untuk mengingat kepemilikan Allah SWT sekaligus menyadari bahwa kehidupan di dunia memiliki akhir.
Bagian “wa inna ilaihi raji'un” mengandung makna bahwa manusia akan kembali kepada Allah SWT. Kesadaran tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.
Mengucapkan kalimat istirja’ ketika tertimpa musibah berkaitan dengan sikap sabar dan tawakal. Kalimat ini dapat menjadi pengingat bagi umat Islam agar menghadapi kehilangan dengan tetap berserah diri kepada Allah SWT.
Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu merupakan doa yang ditujukan kepada orang yang telah meninggal dunia. Setiap bagian dari doa tersebut mengandung permohonan kepada Allah SWT untuk memberikan ampunan, rahmat, kesejahteraan, dan maaf atas kesalahan orang yang didoakan.
Allahummaghfirlahu merupakan permohonan kepada Allah SWT agar mengampuni orang yang telah meninggal. Lafal ini menjadi bagian awal dari doa untuk memohon ampunan bagi jenazah laki-laki.
Warhamhu berarti memohon agar Allah SWT memberikan rahmat kepada orang yang telah meninggal. Doa ini menjadi permohonan agar jenazah memperoleh rahmat dari Allah SWT.
Wa'afihi merupakan permohonan agar Allah SWT memberikan kesejahteraan atau keselamatan kepada orang yang didoakan. Lafal ini melanjutkan permohonan yang ditujukan bagi jenazah.
Wa'fu anhu berarti memohon agar Allah SWT memaafkan orang yang telah meninggal. Dengan demikian, rangkaian doa tersebut berisi permohonan ampunan, rahmat, kesejahteraan, dan maaf bagi jenazah laki-laki.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un dan Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu sama-sama dapat digunakan ketika menerima kabar kematian, tetapi keduanya memiliki fungsi yang berbeda.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un adalah kalimat istirja’ yang diucapkan ketika menghadapi musibah. Kalimat ini tidak secara khusus merupakan doa untuk jenazah, melainkan pengakuan bahwa segala sesuatu adalah milik Allah SWT dan manusia akan kembali kepada-Nya.
Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu merupakan doa untuk orang yang telah meninggal dunia, khususnya jenazah laki-laki. Isinya berupa permohonan agar Allah SWT memberikan ampunan, rahmat, kesejahteraan, dan maaf.
Kedua bacaan tersebut tidak harus selalu diucapkan secara bersamaan. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un dapat diucapkan ketika mendengar kabar musibah atau kehilangan, sementara Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu dapat digunakan sebagai doa bagi orang yang telah meninggal dunia.
Doa untuk orang meninggal laki-laki dapat menggunakan bacaan Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu. Lafal tersebut menggunakan kata ganti yang merujuk kepada laki-laki.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ
Allahummaghfir lahu warhamhu, wa ‘afihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ mudkhalahu, waghsilhu bil-ma’i wats-tsalji wal-baradi, wa naqqihi minal-khathaya kamaa yunaqqats-tsaubul-abyadhu minad-danasi, wa abdilhu daaran khairan min daarihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, wa qihi fitnatal-qabri wa ‘adzaban-naar.
Bacaan tersebut dapat digunakan sebagai doa untuk jenazah laki-laki. Doa ini memuat permohonan kepada Allah SWT agar memberikan ampunan, rahmat, kesejahteraan, dan maaf kepada orang yang telah meninggal.
Artinya: Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, maafkanlah kesalahannya, muliakan tempat persinggahannya, lapangkan kuburnya, sucikanlah dia dengan air, salju, dan embun, bersihkanlah dia dari segala dosa sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran, gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, pasangannya dengan pasangan yang lebih baik, serta lindungilah dia dari fitnah kubur dan azab neraka.
Doa untuk orang meninggal perempuan memiliki perubahan pada lafal yang merujuk kepada orang yang didoakan. Perubahan tersebut terdapat pada kata ganti yang digunakan untuk jenazah perempuan.
Untuk jenazah perempuan, lafal “lahu” yang digunakan untuk laki-laki berubah menjadi “laha”. Perubahan ini menyesuaikan kata ganti dalam doa dengan orang yang didoakan.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا، وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا، وَقِهَا فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ
Allahummaghfir laha warhamha, wa ‘afiha wa’fu ‘anha, wa akrim nuzulaha, wa wassi’ mudkhalaha, waghsilha bil-ma’i wats-tsalji wal-baradi, wa naqqiha minal-khathaya kamaa yunaqqats-tsaubul-abyadhu minad-danasi, wa abdilha daaran khairan min daariha, wa ahlan khairan min ahliha, wa zaujan khairan min zaujihā, wa qihā fitnatal-qabri wa ‘adzaban-naar.
Bacaan tersebut digunakan untuk mendoakan jenazah perempuan dengan permohonan ampunan, rahmat, kesejahteraan, dan maaf dari Allah SWT.
Artinya: Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, maafkanlah kesalahannya, muliakan tempat persinggahannya, lapangkan kuburnya, sucikanlah dia dengan air, salju, dan embun, bersihkanlah dia dari segala dosa sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran, gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, pasangannya dengan pasangan yang lebih baik, serta lindungilah dia dari fitnah kubur dan azab neraka.
Makna doa tersebut adalah permohonan kepada Allah SWT agar mengampuni, merahmati, memberikan kesejahteraan, dan memaafkan kesalahan orang yang telah meninggal dunia.
Kalimat Innalillahi wa inna ilaihi raji'un tidak terbatas pada kabar kematian. Kalimat istirja’ dapat diucapkan ketika seorang Muslim mendapatkan musibah atau mengalami kehilangan.
Ketika menerima kabar seseorang meninggal dunia, umat Islam dapat mengucapkan Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kalimat ini menjadi bentuk pengakuan bahwa setiap manusia adalah milik Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya.
Setelah mengucapkan kalimat istirja’, seseorang juga dapat mendoakan orang yang meninggal dunia. Doa untuk jenazah dapat disesuaikan dengan jenis kelamin orang yang didoakan.
Kalimat istirja’ juga diucapkan ketika seseorang mengalami musibah atau kehilangan. Penggunaannya tidak hanya berkaitan dengan kematian, tetapi dengan berbagai keadaan yang menjadi ujian atau musibah bagi seorang Muslim.
Tidak. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un dapat diucapkan ketika mengalami atau mendengar kabar tentang suatu musibah. Kematian merupakan salah satu keadaan yang membuat kalimat istirja’ ini sering digunakan.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un dapat digunakan dalam ucapan belasungkawa ketika seseorang menerima kabar kematian. Ucapan tersebut dapat disertai doa bagi orang yang meninggal serta doa untuk keluarga yang ditinggalkan.
Kalimat istirja’ dapat menjadi bagian dari ucapan belasungkawa Islami. Pengucapannya menunjukkan sikap menerima ketentuan Allah SWT dan mengingatkan bahwa manusia pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.
Selain mengucapkan kalimat istirja’, umat Islam dapat mendoakan orang yang telah meninggal. Salah satu bacaan yang dapat digunakan untuk jenazah laki-laki adalah Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu.
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un Allahummaghfirlahu Warhamhu Wa'afihi Wa'fu Anhu. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan. Aamiin.
Kalimat Innalillahi wa inna ilaihi raji'un disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai ucapan orang-orang yang menghadapi musibah. Dalil mengenai kalimat istirja’ tersebut terdapat dalam Surat Al-Baqarah ayat 156.
Firman Allah SWT dalam [QS. Al-Baqarah: 156]:
اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۙ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ
Artinya: "(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali)."
Adapun dalam ayat lanjutannya, [QS. Al-Baqarah: 157], Allah menjanjikan balasan bagi orang yang mengucapkan kalimat ini dengan sabar berupa rahmat, ampunan, dan petunjuk (hidayah) dari-Nya.
Kalimat istirja’ berkaitan dengan sikap sabar ketika seseorang menghadapi musibah. Dengan mengucapkannya, seorang Muslim mengingat bahwa segala sesuatu berada dalam kepemilikan Allah SWT dan kehidupan manusia pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.
Dalam [QS. Al-Baqarah: 157], disebutkan bahwa orang yang menghadapi musibah dengan sabar mendapatkan balasan berupa rahmat, ampunan, dan petunjuk dari Allah SWT. Hal tersebut menjadi pengingat agar seorang Muslim tetap bersabar ketika menghadapi kehilangan atau musibah.
Kalimat istirja’ tidak sekadar menjadi ucapan ketika menerima kabar duka. Di dalamnya terdapat pengingat tentang hubungan manusia dengan Allah SWT, sikap menghadapi musibah, serta kesadaran bahwa setiap manusia akan kembali kepada-Nya.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un mengandung kesadaran bahwa manusia dan segala sesuatu yang dimilikinya merupakan milik Allah SWT. Kesadaran ini dapat menjadi dasar untuk menerima berbagai ketentuan ketika menghadapi musibah.
Mengucapkan kalimat istirja’ saat mengalami kehilangan menjadi pengingat agar tetap bersabar. Ucapan tersebut membantu mengarahkan hati untuk menerima musibah dengan berserah diri kepada Allah SWT.
Kalimat istirja’ juga mengingatkan bahwa kehidupan manusia tidak berlangsung selamanya. Setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT, sehingga kalimat ini menjadi pengingat tentang kehidupan dan kepulangan kepada-Nya.
Tulisan Arab Innalillahi wa inna ilaihi raji'un adalah:
إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Artinya adalah "Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali". Kalimat ini disebut kalimat istirja’ dan berkaitan dengan sikap seorang Muslim ketika menghadapi musibah.
Artinya adalah “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, maafkanlah kesalahannya”. Doa tersebut digunakan untuk mendoakan orang yang telah meninggal dunia, khususnya jenazah laki-laki.
Perbedaannya terdapat pada kata ganti yang digunakan dalam doa. Untuk jenazah laki-laki digunakan lafal “lahu”, sedangkan untuk jenazah perempuan digunakan “laha”.
Tidak. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un merupakan kalimat istirja’ yang dapat diucapkan ketika mengalami atau mendengar kabar tentang musibah. Karena itu, penggunaannya tidak terbatas pada kabar kematian.
Ucapan belasungkawa Islami dapat diawali dengan Innalillahi wa inna ilaihi raji'un dan dilanjutkan dengan doa untuk orang yang meninggal serta keluarga yang ditinggalkan.
Salah satu contoh yang dapat digunakan adalah, “Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un Allahummaghfirlahu Warhamhu Wa'afihi Wa'fu Anhu. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan. Aamiin.”
Kalimat Innalillahi wa inna ilaihi raji'un merupakan kalimat istirja’ yang dapat diucapkan ketika menghadapi musibah, termasuk saat menerima kabar kematian.
Sementara itu, Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu merupakan doa untuk memohon ampunan, rahmat, kesejahteraan, dan maaf bagi orang yang telah meninggal dunia.
Keduanya dapat digunakan dalam ucapan belasungkawa dengan tetap memperhatikan makna dan penggunaan masing-masing bacaan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.