Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Sholat Witir: Bacaan, Arti, dan Dzikir Setelahnya

Kompas.com, 9 Oktober 2026, 10:07 WIB
Reni Susanti

Editor


KOMPAS.com – Sholat witir merupakan sholat sunnah muakkad yang menjadi penutup rangkaian sholat malam. Rasulullah SAW bersabda, "Jadikanlah akhir sholat malam kalian dengan witir" (HR Bukhari dan Muslim).

Selain rakaatnya, ada sejumlah doa yang dianjurkan dibaca di dalam dan setelah sholat witir.

Berikut bacaan doa sholat witir, artinya, versi pendek, serta dzikir setelahnya.

Baca juga: Niat Sholat Witir 1 dan 3 Rakaat: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya

Doa sholat witir

Witir secara bahasa berarti ganjil. Sholat ini dikerjakan setelah sholat Isya hingga sebelum Subuh, dengan jumlah rakaat ganjil, paling sedikit satu rakaat. Yang umum dikerjakan adalah tiga rakaat, baik dengan pola 2+1 maupun tiga rakaat sekaligus.

Sebelum takbiratul ihram, sholat witir diawali dengan niat. Berikut lafal niat sholat witir tiga rakaat sekaligus.

أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatal witri tsalâtsa raka'âtin lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat sholat sunnah witir tiga rakaat karena Allah ta'âlâ."

Jika dikerjakan satu rakaat, kata tsalâtsa raka'âtin diganti rak'atan. Adapun bacaan surat yang dianjurkan dalam witir tiga rakaat adalah Surat Al-A'la pada rakaat pertama, Al-Kafirun pada rakaat kedua, serta Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas pada rakaat ketiga.

Doa yang secara khusus dibaca di dalam sholat witir adalah doa qunut witir. Dalam mazhab Syafi'i, qunut witir disunnahkan pada rakaat terakhir witir di separuh akhir bulan Ramadhan, dibaca setelah i'tidal. Sebagian ulama lain membolehkannya sepanjang tahun.

Baca juga: Niat Sholat Witir 3 Rakaat: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya

Doa witir dan artinya

Berikut bacaan doa qunut witir yang diajarkan Rasulullah SAW kepada cucunya, Hasan bin Ali RA (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa'i).

اَللّٰهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Allâhummahdinî fîman hadait, wa 'âfinî fîman 'âfait, wa tawallanî fîman tawallait, wa bârik lî fîmâ a'thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ 'alaik, wa innahû lâ yadzillu man wâlait, tabârakta rabbanâ wa ta'âlait.

Artinya: "Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama orang-orang yang Engkau beri petunjuk. Berilah aku keselamatan bersama orang-orang yang Engkau beri keselamatan. Uruslah aku bersama orang-orang yang Engkau urus. Berkahilah apa yang Engkau berikan kepadaku.

Lindungilah aku dari keburukan yang Engkau takdirkan. Sesungguhnya Engkau yang menetapkan dan tidak ada yang dapat menetapkan atas-Mu. Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau lindungi. Mahasuci Engkau, wahai Tuhan kami, dan Mahatinggi Engkau."

Jika qunut dibaca saat sholat witir berjamaah, imam menggunakan kata ganti jamak, misalnya ihdinâ (berilah kami petunjuk), dan makmum mengaminkan.

Doa sholat witir pendek

Bagi yang ingin mengamalkan doa yang lebih singkat, ada doa yang dibaca Rasulullah SAW di akhir sholat witirnya, sebagaimana diriwayatkan Ali bin Abi Thalib RA (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibnu Majah).

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

Allâhumma innî a'ûdzu biridhâka min sakhathik, wa bimu'âfâtika min 'uqûbatik, wa a'ûdzu bika mink, lâ uhshî tsanâ'an 'alaik, anta kamâ atsnaita 'alâ nafsik.

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu, dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian untuk-Mu. Engkau sebagaimana pujian-Mu atas diri-Mu sendiri."

Doa ini singkat, mudah dihafal, dan bisa dibaca setiap kali selesai sholat witir, baik di dalam maupun di luar bulan Ramadhan.

Bacaan setelah sholat witir

Setelah salam, dianjurkan tidak langsung beranjak dari tempat sholat. Berikut urutan bacaan yang bisa diamalkan setelah sholat witir.

1. Membaca subhânal malikil quddûs sebanyak tiga kali, dengan memanjangkan suara pada bacaan ketiga.

2. Membaca subbûhun quddûsun rabbunâ wa rabbul malâ'ikati war rûh.

3. Membaca syahadat, istighfar, dan memohon surga serta perlindungan dari neraka sebanyak tiga kali.

4. Membaca doa pendek setelah witir (Allâhumma innî a'ûdzu biridhâka...).

5. Menutup dengan doa setelah witir versi panjang atau doa pribadi sesuai hajat.

Bacaan dzikir pada poin 1 hingga 3 diuraikan lengkap pada bagian berikut.

Dzikir dan doa setelah sholat witir

Dikutip dari NU Online, berikut bacaan dzikir yang dianjurkan setelah sholat witir: 

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ (٣×)

Subhânal malikil quddûs. (3 kali)

Artinya: "Mahasuci Raja Yang Mahasuci." (HR Nasa'i dan Ibnu Majah)

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ

Subbûhun quddûsun rabbunâ wa rabbul malâ'ikati war rûh.

Artinya: "Mahasuci dan Mahakudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Jibril." (HR Baihaqi dan Daruquthni)

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ، نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ (٣×)

Asyhadu an lâ ilâha illallâh, astaghfirullâh, nas'aluka ridhâka wal jannah, wa na'ûdzu bika min sakhathika wan nâr. (3 kali)

Artinya: "Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah. Aku memohon ampun kepada Allah. Kami memohon ridha-Mu dan surga, serta berlindung kepada-Mu dari murka-Mu dan neraka."

Meski redaksinya mirip, para ulama berbeda-beda dalam merekomendasikan bacaan setelah witir. Karena itu, umat Islam bisa mengamalkan bacaan yang paling mudah baginya.

Doa setelah sholat witir

Setelah dzikir, banyak masyarakat Indonesia membaca doa berikut, terutama selepas tarawih dan witir pada bulan Ramadhan.

Doa ini disusun ulama dan tidak bersumber dari satu hadis tertentu, tetapi isinya merupakan permohonan yang baik.

اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ مِنْ كُلِّ بَلِيَّةٍ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ دَوَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ. اَللّٰهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا، وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اَللّٰهُ يَا اَللّٰهُ يَا اَللّٰهُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allâhumma innâ nas'aluka îmânan dâ'imâ, wa nas'aluka qalban khâsyi'â, wa nas'aluka 'ilman nâfi'â, wa nas'aluka yaqînan shâdiqâ, wa nas'aluka dînan qayyimâ, wa nas'alukal 'âfiyata min kulli baliyyah, wa nas'aluka tamâmal 'âfiyah, wa nas'aluka dawâmal 'âfiyah, wa nas'alukasy syukra 'alal 'âfiyah, wa nas'alukal ghinâ 'anin nâs. Allâhumma rabbanâ taqabbal minnâ shalâtanâ wa shiyâmanâ wa qiyâmanâ wa takhasysyu'anâ wa tadharru'anâ wa ta'abbudanâ, wa tammim taqshîranâ yâ Allâh yâ Allâh yâ Allâh yâ arhamar râhimîn. Wa shallallâhu 'alâ khairi khalqihî Muhammadin wa 'alâ âlihî wa shahbihî ajma'în, walhamdu lillâhi rabbil 'âlamîn.

Artinya: "Ya Allah, kami memohon kepada-Mu iman yang langgeng, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang benar, dan agama yang lurus. Kami memohon keselamatan dari segala bencana, keselamatan yang sempurna, keselamatan yang langgeng, rasa syukur atas keselamatan, dan kecukupan sehingga tidak bergantung kepada manusia. Ya Allah, Tuhan kami, terimalah sholat kami, puasa kami, qiyam kami, kekhusyukan, kerendahan hati, dan ibadah kami, serta sempurnakanlah kekurangan kami. Ya Allah, ya Allah, ya Allah, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang. Semoga shalawat tercurah kepada sebaik-baik makhluk-Nya, Nabi Muhammad, beserta keluarga dan seluruh sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."

Di luar Ramadhan, doa ini tetap boleh dibaca. Kata shiyâmanâ (puasa kami) bisa dimaknai sebagai puasa sunnah yang telah dikerjakan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar