Editor
KOMPAS.com - Kegiatan bepergian, baik untuk bekerja, belajar, bersilaturahmi, maupun beribadah, membutuhkan persiapan agar perjalanan berjalan lancar dan aman.
Selain menyiapkan kendaraan dan bekal, umat Islam dianjurkan membaca doa bepergian untuk memohon kemudahan, keselamatan, dan perlindungan Allah SWT.
Baca juga: Doa Bepergian Lengkap: Bacaan, Arti, dan Maknanya agar Perjalanan Aman
Islam mengajarkan umatnya untuk mengawali perjalanan dengan mengingat Allah SWT.
Dilansir dari laman MUI, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW, doa bepergian dibaca dengan mengucapkan takbir tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan doa perjalanan.
Baca juga: Bacaan Doa Bepergian Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Sebelum membaca doa bepergian, Rasulullah SAW mengucapkan takbir sebanyak tiga kali dengan bacaan berikut:
اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ
Artinya: “Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar.”
Setelah membaca takbir, umat Islam dapat melanjutkan dengan doa bepergian berikut:
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هٰذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ. اللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هٰذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَىٰ، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَىٰ. اللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هٰذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ. اللّٰهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ. اللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ
Artinya:
“Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami, kami pasti akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan kami ini kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah bagi kami jaraknya. Ya Allah, Engkaulah teman pendamping dalam perjalanan, dan penjaga keluarga yang kami tinggalkan. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari beratnya perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, serta kepulangan yang buruk pada harta dan keluarga.”
Ketika kembali dari perjalanan, Rasulullah SAW membaca doa yang sama seperti saat berangkat, kemudian menambahkan lafaz berikut di akhir doa:
آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ، لِرَبِّنَا حَامِدُونَ
Artinya: “Kami kembali, kami bertobat, kami tetap beribadah, dan kepada Tuhan kami, kami senantiasa memuji.”
Tambahan lafaz tersebut menjadi ungkapan syukur atas kesempatan untuk kembali dengan selamat. Doa ini juga mengingatkan umat Islam agar senantiasa bertobat, beribadah, dan memuji Allah SWT setelah menyelesaikan perjalanan.
Bacaan doa bepergian tersebut diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma. Dalam riwayat itu disebutkan bahwa ketika Rasulullah SAW telah berada di atas kendaraan untuk bepergian, beliau bertakbir tiga kali, lalu membaca doa perjalanan.
Ajaran ini menunjukkan pentingnya mengingat Allah SWT sejak awal perjalanan. Kendaraan dan sarana transportasi merupakan nikmat yang diberikan Allah, sedangkan manusia tidak akan mampu memanfaatkannya tanpa pertolongan-Nya.
Doa bepergian bukan sekadar bacaan sebelum berangkat, melainkan juga berisi permohonan agar perjalanan membawa kebaikan dan terhindar dari berbagai kesulitan.
Salah satu bagian doa tersebut berbunyi, “Allahumma hawwin ‘alaina safarana hadza”, yang bermakna permohonan agar perjalanan diringankan dan dimudahkan.
Melalui doa ini, umat Islam memohon kelancaran selama perjalanan, termasuk ketika menghadapi kelelahan, hambatan di jalan, kecelakaan, kehilangan barang, atau kejadian yang menyedihkan. Doa tersebut mencerminkan sikap tawakal, yakni menyerahkan keselamatan kepada Allah SWT sambil tetap melakukan persiapan dan berhati-hati selama perjalanan.
Dalam doa bepergian, terdapat pula permohonan agar Allah SWT menjadi penjaga keluarga yang ditinggalkan di rumah. Bagian ini mengingatkan bahwa perlindungan Allah tidak hanya diharapkan bagi orang yang bepergian, tetapi juga bagi keluarga yang menunggu kepulangannya.
Dengan membaca doa, seorang muslim dapat memulai perjalanan dengan hati yang lebih tenang. Ia tetap berikhtiar mempersiapkan perjalanan sekaligus bertawakal kepada Allah SWT.
Lafaz tambahan yang dibaca ketika pulang, yaitu “Aibuna taibuna abiduna, lirabbina hamidun”, mengandung ungkapan kembali, bertobat, tetap beribadah, dan memuji Allah SWT.
Bacaan ini mengingatkan umat Islam bahwa kepulangan dengan selamat merupakan nikmat yang patut disyukuri. Perjalanan pun menjadi kesempatan untuk terus mengingat Allah, bukan hanya ketika hendak berangkat, tetapi juga setelah kembali ke rumah.
Doa bepergian dibaca ketika hendak memulai perjalanan dengan kendaraan. Rasulullah SAW mencontohkan membaca takbir tiga kali setelah berada di atas kendaraan, kemudian melanjutkannya dengan doa perjalanan.
Saat pulang, doa yang sama dibaca dengan tambahan lafaz yang berisi ungkapan syukur dan pujian kepada Allah SWT. Kebiasaan ini dapat diterapkan ketika bepergian menggunakan mobil, kereta, pesawat, maupun sarana transportasi lainnya.
Selain membaca doa, umat Islam tetap perlu memastikan kendaraan dalam kondisi baik, mempersiapkan kebutuhan perjalanan, mematuhi aturan keselamatan, dan menjaga kondisi tubuh selama perjalanan.
Membaca doa bepergian merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon kemudahan dan perlindungan Allah SWT.
Persiapan yang matang perlu disertai sikap hati-hati serta tawakal selama berada di perjalanan.
Dengan membiasakan doa saat berangkat dan pulang, umat Islam diharapkan senantiasa mengingat Allah dan mensyukuri keselamatan yang diberikan-Nya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.