Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Baik untuk Orang Lain Tanpa Sepengetahuannya, Apa Keutamaannya?

Kompas.com, 16 Oktober 2026, 17:26 WIB
Puji Sri Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mendoakan orang lain tidak harus dilakukan di hadapannya atau diketahui oleh orang yang didoakan. Dalam Islam, doa yang dipanjatkan untuk saudara tanpa sepengetahuannya justru memiliki keutamaan tersendiri, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW.

Amalan ini dapat menjadi bentuk kepedulian kepada keluarga, sahabat, maupun sesama Muslim yang sedang menghadapi kesulitan. Selain memohon kebaikan bagi orang lain, orang yang berdoa juga mendapatkan keutamaan berupa doa malaikat untuk dirinya.

Keutamaan Mendoakan Orang Lain secara Diam-Diam

Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan mendoakan saudara tanpa sepengetahuannya dalam hadis riwayat Abu Darda RA:

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: وَلَكَ بِمِثْلٍ

Mā min ‘abdin muslimin yad‘ū li-akhīhi biẓahril-gaibi illā qālal-malaku: wa laka bi-miṡlin.

Baca juga: Doa Sebelum Masuk Ruang Operasi agar Diberi Kelancaran dan Keselamatan

Artinya: “Tidaklah seorang hamba Muslim berdoa untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat berkata, ‘Dan bagimu juga kebaikan yang serupa.’” (Sahih Muslim 2732a).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa mendoakan orang lain secara diam-diam merupakan amalan yang memiliki keutamaan. Ketika seseorang memohon kebaikan bagi saudaranya, malaikat turut mendoakan agar orang yang berdoa memperoleh kebaikan serupa.

Karena itu, seseorang tidak perlu menunggu diminta untuk mendoakan orang lain. Ketika mengetahui sahabat sedang sakit, keluarga menghadapi kesulitan, atau seseorang tengah berjuang mencapai tujuan baik, ia dapat memanjatkan doa tanpa harus memberitahukannya.

Doa untuk Orang Lain Juga Menjadi Kebaikan bagi Diri Sendiri

Hadis tersebut memberikan pelajaran bahwa kepedulian terhadap orang lain tidak membuat seseorang kehilangan kesempatan memperoleh kebaikan. Sebaliknya, orang yang mendoakan saudaranya juga mendapatkan doa dari malaikat.

Baca juga: Sudah Memberi Hadiah, Bolehkah Berubah Pikiran dan Memintanya Kembali?

Keutamaan ini dapat menjadi dorongan untuk mengurangi sikap mementingkan diri sendiri. Seseorang tidak hanya memohon kemudahan bagi kehidupannya, tetapi juga mengharapkan kebaikan bagi orang-orang di sekitarnya.

Doa bagi sesama Muslim menjelaskan bahwa sebagian ulama terdahulu membiasakan diri mendoakan saudaranya ketika hendak berdoa untuk dirinya sendiri. Kebiasaan tersebut menunjukkan pentingnya memperluas doa agar tidak hanya berpusat pada kepentingan pribadi.

Contoh Doa Baik untuk Orang Lain

Salah satu doa yang dapat dibaca untuk memohon ampunan bagi sesama orang beriman terdapat dalam Surah Ibrahim ayat 41. 

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Rabbanaghfir lī wa liwālidayya wa lil-mu’minīna yauma yaqūmul-ḥisāb.

Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).” (QS Ibrahim: 41).

Baca juga: Sudah Bernazar tetapi Belum Ditunaikan, Apa yang Harus Dilakukan?

Doa ini merupakan bagian dari permohonan Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT. Ayat ini menunjukkan contoh doa yang mencakup diri sendiri, orang tua, dan orang-orang beriman. Kandungannya dapat menjadi pengingat bahwa doa tidak harus terbatas pada kebutuhan pribadi, tetapi juga dapat berisi permohonan ampunan dan kebaikan bagi orang lain.

Selain membaca doa dari Al-Qur’an, seseorang boleh memohon dengan bahasa yang dipahami. Misalnya, meminta agar Allah memberikan kesehatan kepada sahabat, memudahkan urusan keluarga, melapangkan rezeki, atau memberikan ketabahan kepada orang yang sedang menghadapi ujian.

Kapan Sebaiknya Mendoakan Orang Lain?

Mendoakan orang lain dapat dilakukan kapan saja, termasuk setelah salat, ketika berdoa untuk diri sendiri, atau saat teringat seseorang yang membutuhkan pertolongan. Tidak ada ketentuan bahwa doa tersebut harus disampaikan pada waktu khusus agar memiliki keutamaan.

Baca juga: Pelatihan AI Gratis untuk Guru Pesantren, Pendaftaran hingga 2 November 2026

Ketika mengetahui orang lain sedang sakit atau tertimpa musibah, seseorang dapat mendoakan kesembuhan, keselamatan, dan kekuatan baginya. Doa juga dapat dipanjatkan untuk orang yang sedang belajar, bekerja, mencari nafkah, atau menjalani persoalan keluarga.

Namun, mendoakan orang lain sebaiknya tidak berhenti pada ucapan. Jika memungkinkan, kepedulian dapat diwujudkan melalui bantuan nyata, seperti menemani orang yang sakit, membantu kebutuhan keluarga yang kesulitan, atau memberikan dukungan kepada sahabat yang sedang menghadapi masalah.

Menjaga Keikhlasan saat Mendoakan Sesama

Mendoakan orang lain tanpa sepengetahuannya dapat menjadi latihan untuk berbuat baik tanpa mengharapkan pujian atau balasan langsung. Seseorang tidak perlu mengumumkan setiap doa yang dipanjatkan karena tujuan utamanya adalah memohon kebaikan kepada Allah SWT.

Pada akhirnya, mendoakan orang lain merupakan cara sederhana untuk menjaga kepedulian dan mempererat persaudaraan. Luangkan waktu untuk menyebut keluarga, sahabat, dan orang-orang yang membutuhkan pertolongan dalam doa. Kebaikan yang diharapkan bagi orang lain juga menjadi pengingat agar diri sendiri terus berusaha menjalani kehidupan dengan penuh kasih sayang.

Baca juga: Abu Dujanah, Sahabat Nabi yang Dikenal Berani di Medan Perang

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar