Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Surat Al Humazah: Bacaan, Azbabun Nuzul, Dan Tafsirnya

Kompas.com, 5 November 2025, 11:57 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Surat Al Humazah adalah surat ke-104 dalam Al Quran. Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah atau surat yang turun di Mekkah, terdiri dari 9 ayat. Surat Al Humazah merupakan surat ke-31 yang turun kepada Nabi Muhammad SAW, turun setelah surat Al Qiyamah dan sebelum surat Al Mursalat.

Al Humazah artinya pengumpat. Nama surat ini diambil dari ayat pertama. Surat ini disebut juga dengan surat Al Huthamah yang artinya neraka yang menghancurkan. Untuk lebih memahami surat Al Humazah, berikut pembahasannya.

Baca juga: Surat Al Fiil: Bacaan, Asbabun Nuzul, dan Tafsir

Bacaan Surat Al Humazah

Arab:

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ 

الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ 

يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ 

كَلَّا لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ

نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ

الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ

إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ

فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ

Latin:

Wailul likulli humazatil lumazah.

Alladzii jama’a maalaaw wa’addadah.

Yahsabu anna maalahuu akhladah.

Kallaa layumbadzanna fil huthamah.

Wamaa adraaka mal huthamah.

Naarullaahil muuqadah.

Allatii taththali’u ‘alal af’idah.

Innahaa ‘alaihim mu’shadah.

Fii ‘amadim mumaddadah.

Baca juga: Surat Al Lahab Lengkap dengan terjemahan, Asbabun Nuzul, dan Tafsirnya

Artinya:

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,

Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung,

Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya,

Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.

Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?

(yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,

Yang (membakar) sampai ke hati.

Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,

(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.

Asbabun Nuzul Surat Al Humazah

Muqatil bin Sulaiman dalam tafsirnya menyatakan surat Al Humazah diturunkan berkaitan dengan Umayyah bin Khalaf. Umayyah bin Khalaf adalah seorang tokoh Quraiys yang sangat membenci dan memusihi Nabi Muhammad SAW.

Setiap kali bertemu Nabi Muhammad SAW, Umayyah bin Khalaf selalu mengumpat dan mencaci maki Nabi Muhammad SAW. Umayyah bin Khalaf juga seorang yang sangat kaya raya dan menganggap hartanya dapat membawa manfaat dalam hidupnya.

Sementara menurut Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam tafsir Al Munir, asbabun nuzul surat Al Humazah berkaitan dengan Walid bin Mughirah, orang yang suka mengumpat dan mencaci maki Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan Abu Hayyan menyebut surat Al Humazah turun mengenai Akhnas bin Syariq, Ash bin Wail, Jaamil bin Mu’ammar, Walid bin Mughirah atau Umayyah bin Khalaf.

Baca juga: Surat An Nashr: Bacaan, Arti, Azbabun Nuzul, dan Kandungan Maknanya

Tafsir Surat Al Humazah

Tafsir surat Al Humazah ini didasarkan pada kitab Tafsir Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan karya Abdurrahman bin Nashir As Sa'di.

Tafsir Ayat 1

'Kecelakaanlah,' yaitu ancaman, bencana, dan kerasnya siksa, 'bagi setiap pengumpat lagi pencela,' yakni orang yang mengumpat sesama dengan perbuatannya dan mencela sesama dengan perkataannya. ‘Alhammaazu’ adalah orang yang mencela dan memfitnah orang lain dengan isyarat dan tindakan, sedangkan ‘Allammaazu’ adalah orang yang mencela sesama dengan perkataan.

Tafsir Ayat 2

Di antara sifat pengumpat dan pencela itu adalah tidak mempunyai obsesi lain selain mengumpulkan, menghitung, dan iri dengan harta, namun tidak memiliki keinginan untuk diinfakkan di jalan kebaikan dan menyambung tali silaturahim.

Tafsir Ayat 3

'Ia mengira' karena kebodohannya, 'bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya' di dunia. Karena itu semua jerih payah dan usahanya hanya untuk mengembangkan harta dengan mengira hal itu bisa memperpanjang umurnya, namun ia tidak tahu bahwa sifat kikir bisa meruntuhkan usia dan merobohkan rumah, sedangkan kebaikan akan semakin menambah usia.

Baca juga: Surat An Nas: Latin, Arti, dan Tafsirnya

Tafsir Ayat 4 -7

'Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan' yakni akan dilemparkan ke dalam Huthamah. 'Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?' ini adalah ungkapan sebagai pengagungan kondisinya. Kemudian Allah menjelaskannya FirmanNya, '(yaitu) api yang dinyalakan,' yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan. karena dahsyatnya api tersebut, sampai-sampai 'naik sampai ke hati' yakni merasuk dari tubuh hingga ke hati.

Tafsir Ayat 8-9

'Bersamaan dengan dahsyatnya panas tersebut, mereka tertahan di dalamnya, mereka berputus asa untuk bisa keluar darinya. Karena itu Allah berfirman, 'Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka' yakni terkunci. 'Sedang mereka itu diikat pada tiang-tiang panjang' agar mereka tidak bisa keluar darinya.

Demikianlah penjelasan mengenai surat Al Humazah. Semoga bermanfaat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Tahajud, PBB, hingga Api Unggun: Cara MAN 2 Bandung Bentuk Karakter Murid Baru
Tahajud, PBB, hingga Api Unggun: Cara MAN 2 Bandung Bentuk Karakter Murid Baru
Aktual
Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya
Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya
Doa dan Niat
Vegetarian Makin Populer di Arab Saudi, Pola Makan Warga Mulai Bergeser
Vegetarian Makin Populer di Arab Saudi, Pola Makan Warga Mulai Bergeser
Aktual
Jadwal Pengajuan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026, Total Rp 4,1 Triliun
Jadwal Pengajuan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026, Total Rp 4,1 Triliun
Aktual
Al-Qanun Al-Asasi Kembali Disosialisasikan, Gus Kikin: Ini Ruh NU
Al-Qanun Al-Asasi Kembali Disosialisasikan, Gus Kikin: Ini Ruh NU
Aktual
Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum 111 PTKI Disiapkan Jadi Advokat
Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum 111 PTKI Disiapkan Jadi Advokat
Aktual
Madrasah Bisa Ajukan BOS via Digital, Kemenag Siapkan Rp 4,1 Triliun
Madrasah Bisa Ajukan BOS via Digital, Kemenag Siapkan Rp 4,1 Triliun
Aktual
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Aktual
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Aktual
Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat
Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat
Aktual
Kemenag Siapkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Rp4,1 Triliun, Ini Jadwal Pengajuannya
Kemenag Siapkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Rp4,1 Triliun, Ini Jadwal Pengajuannya
Aktual
Wamenag Minta Perketat Perlindungan Anak di Madrasah, bangun Budaya Berani Melapor
Wamenag Minta Perketat Perlindungan Anak di Madrasah, bangun Budaya Berani Melapor
Aktual
Muhammadiyah Maknai Jihad Masa Kini dengan Membangun Bangsa, Bukan Kekerasan
Muhammadiyah Maknai Jihad Masa Kini dengan Membangun Bangsa, Bukan Kekerasan
Aktual
Ma'ruf Amin Dorong NU Perkuat Umat dan Kemandirian Ekonomi
Ma'ruf Amin Dorong NU Perkuat Umat dan Kemandirian Ekonomi
Aktual
Buka Muktamar Tapak Suci XIV, Ahmad Luthfi Soroti Peran Pencak Silat dalam Membangun Karakter dan Persatuan
Buka Muktamar Tapak Suci XIV, Ahmad Luthfi Soroti Peran Pencak Silat dalam Membangun Karakter dan Persatuan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar