Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Allahumma Bariklana fi Rajaba wa Sya’bana wa Balighna Ramadhan, Doa dan Maknanya

Kompas.com, 14 Januari 2026, 19:30 WIB
Khairina

Editor

Sumber Baznas

KOMPAS.com-Doa Allahumma bariklana fi rajaba wa sya’bana wa balighna Ramadhan dikenal luas sebagai doa yang diamalkan umat Islam untuk memohon keberkahan sepanjang bulan Rajab hingga dipertemukan dengan bulan Ramadhan.

Bulan Rajab memiliki kedudukan istimewa dalam kalender Islam karena termasuk salah satu dari empat bulan suci bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.

Pada bulan-bulan suci, umat Islam dianjurkan meningkatkan ibadah dan menjauhi perbuatan maksiat sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu yang dimuliakan Allah SWT.

Baca juga: Kisah Isra Mi’raj 2026: 27 Rajab 1447 H Jatuh 16 Januari, Ini Makna dan Hikmahnya

Salah satu amalan yang dianjurkan di bulan Rajab adalah memperbanyak doa, istighfar, dan permohonan ampun kepada Allah.

Doa menjadi sarana komunikasi antara hamba dan Sang Pencipta, terlebih pada bulan Rajab yang sarat dengan nilai spiritual.

Selain puasa sunnah Rajab, umat Islam juga dianjurkan mengamalkan doa-doa yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW dan para sahabat.

Berikut beberapa doa bulan Rajab yang diamalkan, dikutip dari laman Baznas:

Doa Menyambut Bulan Rajab

Allahumma barik lana fi rajaba wa sya'bana wa balighna Ramadhana

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikanlah kami hingga bulan Ramadhan.”

Doa ini mencerminkan harapan agar seorang muslim diberi umur, kesehatan, dan kesempatan untuk berjumpa dengan Ramadhan.

Doa Bulan Rajab dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib

Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa alihi mashabihil hikmati, wa mawalin ni‘mat wa ma‘adinil ‘ishmati wa‘shimni bihim min kulli suuin, wa la ta’khudzni ‘ala ghirratin, wala ‘ala ghaflatin, wala taj‘al ‘awaqiba amri hasratan wa nadamatan, wardhini ‘anni, fa inna maghfirataka lizhalimina, wana minazh-zhalimina.

Allummaghfirli ma la yadhurruka, wa’tihini ma la yanfa‘uka, fainnakal wasi‘atu rahmatuhu, al badi‘atu hikmatuhu.

Artinya: “Ya Allah, limpahkan rahmat kepada Muhammad dan keluarganya yang menjadi pelita hikmah dan sumber perlindungan, serta jagalah kami dari keburukan dan kelalaian.”

Doa ini berisi permohonan perlindungan, ampunan, dan keteguhan iman sepanjang bulan Rajab.

Baca juga: Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Rajab dan Puasa Senin Kamis? Ini Penjelasan Lengkapnya

Doa Istighfar Bulan Rajab

Astaghfirullahal ‘adziim (3x).

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”

Alladzi laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih, min jamii‘il ma‘aashii wadh-dzunuubi.

Artinya: “Aku bertobat kepada-Nya dari segala maksiat dan dosa.”

Doa istighfar Rajab menjadi sarana membersihkan hati dan mempersiapkan diri menyambut Ramadhan.

Baca juga: Niat Puasa Senin Kamis di Bulan Rajab: Bacaan, Waktu, dan Keutamaannya

Tasbih Bulan Rajab

Subhanallahil jaliil, subhaana mallaa yambaghittasbiihu illaa lahu, subhaanal a‘azilakromi, subhaana mallabisal ‘izza wa huwa lahu ahlun.

Artinya: “Maha Suci Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia, hanya Dia yang layak disucikan dan diagungkan.”

Tasbih Rajab menjadi pengingat akan kebesaran Allah dan keterbatasan manusia.

Mengamalkan doa-doa bulan Rajab menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk meraih keberkahan dan meningkatkan kualitas ibadah.

Bulan Rajab menjadi momentum awal mempersiapkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Semoga Allah SWT menerima seluruh doa dan amalan yang dipanjatkan di bulan Rajab serta mempertemukan kita dengan Ramadhan dalam keadaan terbaik.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Imam Masjid Al-Aqsa: Tugas Imam Tak Berhenti pada Memimpin Shalat
Imam Masjid Al-Aqsa: Tugas Imam Tak Berhenti pada Memimpin Shalat
Aktual
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar