Editor
KOMPAS.com-Idul Fitri menjadi momen kemenangan bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadhan.
Perayaan hari raya tersebut biasanya diawali dengan pelaksanaan sholat Idul Fitri atau sholat Ied pada tanggal 1 Syawal.
Sholat sunnah ini umumnya dilaksanakan secara berjamaah di masjid atau lapangan pada pagi hari. Banyak orang masih mencari panduan niat dan tata cara shalat Idul Fitri yang benar karena ibadah ini hanya dilakukan setahun sekali.
Baca juga: 6.859 Masjid Ramah Pemudik Disiapkan, Kemenag Atur Mudik, Nyepi, dan Idul Fitri 2026
Dilansir dari Antara, sholat Idul Fitri merupakan ibadah sunnah muakkad, yaitu shalat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Islam.
Pelaksanaannya dianjurkan secara berjamaah di masjid atau lapangan agar umat Muslim dapat merayakan hari raya bersama.
Kondisi tertentu dapat membuat seseorang tidak dapat menghadiri pelaksanaan shalat Id berjamaah di tempat ibadah.
Sholat Idul Fitri tetap dapat dilaksanakan secara sendirian (munfarid) apabila terdapat halangan untuk mengikuti shalat berjamaah.
Baca juga: Astronom Prediksi Idul Fitri 20 Maret 2026, Hilal Syawal Sulit Terlihat
Niat menjadi bagian penting dalam setiap ibadah, termasuk dalam sholat Idul Fitri dua rakaat.
Bacaan niat dapat disesuaikan dengan posisi seseorang dalam sholat, baik sebagai imam, makmum, maupun ketika melaksanakan shalat sendirian.
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا للهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li 'Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati ada’an imman lillhi ta'ala.
"Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah ta'ala."
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li 'Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati ada’an ma’muman lillhi ta'ala.
"Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah ta'ala."
3. Niat shalat Idul Fitri sendirian
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li 'Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta'ala.
"Saya niat shalat Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, tunai karena Allah ta'ala."
Baca juga: Makna Mohon Maaf Lahir dan Batin saat Idul Fitri yang Jarang Dipahami
Shalat Idul Fitri dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal dan terdiri dari dua rakaat.
Waktu pelaksanaannya dimulai sejak matahari terbit hingga sebelum matahari tergelincir.
Berikut tata cara shalat Idul Fitri yang dapat diikuti oleh umat Muslim.
Shalat dimulai dengan mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan takbir “Allahu Akbar”.
Setelah itu membaca doa iftitah dan menghadirkan niat dalam hati untuk melaksanakan shalat Idul Fitri.
Rakaat pertama diawali dengan tujuh kali takbir tambahan setelah takbiratul ihram.
Rakaat kedua dilakukan dengan lima kali takbir tambahan.
Pada sela-sela takbir dianjurkan membaca:
“Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar”
atau
“Allahu akbar kabira, wal hamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila”.
Setelah takbir tambahan, imam atau jamaah membaca surah Al-Fatihah.
Surah yang dianjurkan setelah Al-Fatihah adalah surah Al-A'la pada rakaat pertama dan surah Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua.
Gerakan shalat dilanjutkan dengan rukuk, iktidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, hingga berdiri untuk rakaat kedua.
Rangkaian gerakan tersebut dilakukan sebagaimana pelaksanaan shalat pada umumnya.
Setelah menyelesaikan dua rakaat, shalat diakhiri dengan salam ke kanan dan ke kiri.
Setelah sholat selesai, imam atau khatib menyampaikan khutbah Idul Fitri kepada jamaah.
Khutbah Id biasanya disampaikan sebanyak dua kali.
Khutbah pertama dibuka dengan sembilan kali takbir, sedangkan khutbah kedua diawali dengan tujuh kali takbir.
Pelaksanaan shalat Idul Fitri dianjurkan secara berjamaah, namun kondisi tertentu dapat membuat seseorang tidak dapat hadir di masjid atau lapangan.
Sholat Id tetap dapat dilakukan secara sendiri di rumah tanpa khutbah.
Tata cara pelaksanaannya sama dengan shalat berjamaah, hanya saja tidak ada khutbah setelah shalat.
Memahami niat dan tata cara shalat Idul Fitri dapat membantu umat Muslim melaksanakan ibadah pada hari raya dengan lebih khidmat dan sesuai tuntunan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang