Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Nabi Daud untuk Melembutkan Hati dan Meraih Keberkahan

Kompas.com, 10 Oktober 2025, 13:52 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Salah satu doa yang populer di kalangan umat Islam adalah Doa Nabi Daud, doa yang diyakini memiliki keutamaan untuk melembutkan hati dan menumbuhkan kasih sayang antar-sesama.

Doa ini sering diamalkan ketika seseorang merasa keras hati, sulit memaafkan, atau ingin menenangkan jiwa dari kegelisahan.

Siapa Nabi Daud dalam Islam

Nabi Daud ‘alaihissalam dikenal sebagai sosok nabi sekaligus raja yang adil, kuat, dan rendah hati. Ia adalah penerima kitab Zabur dan dikaruniai suara merdu dalam berzikir kepada Allah SWT.

Baca juga: Bacaan Lengkap Sholawat Asyghil dan Artinya

Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“Dan Kami telah melunakkan besi untuk Daud.” (QS. Saba: 10)

Ayat ini menjadi dasar munculnya doa yang disebut sebagai Doa Nabi Daud untuk melembutkan hati, karena menggambarkan bagaimana Allah melunakkan sesuatu yang keras — yakni besi — di tangan beliau.

Dari sinilah lahir permohonan agar Allah juga melembutkan hati manusia yang keras atau sulit menerima kebenaran.

Bacaan Doa Nabi Daud

Arab dan Latin

اللَّهُمَّ أَلِّنْ قُلُوبَنَا كَمَا أَلَّنْتَ الْحَدِيدَ لِدَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَامُ

Allāhumma allin qulubanā kamā allanta al-ḥadīda li Dāwūda ‘alayhis-salām.

Terjemahan dan Maknanya

Artinya:
"Ya Allah, lembutkanlah hati kami sebagaimana Engkau telah melembutkan besi bagi Nabi Daud ‘alaihissalām."

Makna doa ini mengajarkan agar manusia senantiasa memohon kelembutan hati dan dijauhkan dari kesombongan. Dengan hati yang lembut, seseorang akan lebih mudah berbuat baik, menerima nasihat, dan menjaga hubungan dengan sesama makhluk.

Keutamaan Membaca Doa Nabi Daud

Sejumlah ulama menjelaskan bahwa doa yang memohon kelembutan hati merupakan bagian dari tazkiyatun nafs, atau penyucian jiwa.

Prof Yunahar Ilyas, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam tulisannya berjudul “Ramadhan dan Penyucian Jiwa” menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki potensi untuk taat (taqwa) dan durhaka (fujur).

“Potensi durhaka atau buruk itu tidak boleh dibiarkan berkembang, harus ditekan dan dimatikan. Sedangkan potensi baik atau takwa harus dipelihara, dipupuk, dan dikembangkan,” tulis Prof. Yunahar.

Menurutnya, dalam bahasa Al-Qur’an, usaha untuk memelihara dan mengembangkan potensi baik itu disebut tazkiyatun nafs, atau penyucian jiwa.

“Beruntunglah orang yang mau berusaha sungguh-sungguh menyucikan jiwanya, dan rugilah orang yang membiarkan jiwanya kotor,” tambahnya.

Doa Nabi Daud menjadi bagian dari upaya tazkiyatun nafs ini — yakni berdoa agar Allah menanamkan kelembutan hati, mengikis kesombongan, dan menumbuhkan empati terhadap sesama.

Waktu yang Dianjurkan untuk Membacanya

Meski tidak ada waktu khusus, para ulama menyarankan agar doa ini dibaca pada waktu-waktu yang mustajab, antara lain:

  • Setelah salat fardu, khususnya Subuh dan Isya.
  • Saat sepertiga malam terakhir, ketika doa paling dekat dengan ijabah.
  • Ketika hati merasa gelisah, marah, atau sulit memaafkan orang lain.
  • Sebelum berdialog dengan seseorang yang ingin dilunakkan hatinya.

Catatan: Asal-Usul Doa Nabi Daud

Doa ini tidak berasal dari hadis Nabi Muhammad SAW secara langsung, tetapi merupakan doa yang berkembang dalam tradisi ulama salaf dan sering disebut dalam literatur klasik seperti Majmu’ Syarif dan Al-Adzkar karya Imam Nawawi.

Baca juga: Surat Ibrahim Ayat 7: Bersyukur Membuat Hidup Semakin Makmur

Meskipun bukan doa ma’tsur (yang bersumber langsung dari Rasulullah SAW), doa ini boleh diamalkan karena maknanya baik dan tidak bertentangan dengan prinsip syariat.

Dengan rutin membaca Doa Nabi Daud, seorang Muslim tidak hanya memohon kelembutan hati, tetapi juga menapaki jalan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) sebagaimana yang diajarkan dalam Al-Qur’an.

Sebab, hati yang lembut adalah cermin dari jiwa yang bersih dan dekat dengan Sang Pencipta.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar