Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Hemat Biaya Umrah: Panduan Lengkap untuk Jamaah

Kompas.com, 14 Oktober 2025, 08:50 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Bagi banyak orang, melaksanakan umrah adalah impian besar dalam hidup. Namun, biaya tiket, penginapan, dan kebutuhan harian kerap terasa cukup berat.

Kabar baiknya, ada banyak cara untuk menghemat pengeluaran tanpa mengurangi nilai spiritual perjalanan suci ini.

Berikut panduan dan tips hemat biaya umrah agar ibadah Anda tetap fokus, nyaman, dan terjangkau, dilansir dari Soul of Saudi.

Baca juga: Keutamaan Umrah Musim Dingin 2025, Cuaca Sejuk dan Ibadah Lebih Khusyuk

1. Pilih Waktu Keberangkatan di Luar Musim Ramai

Salah satu cara paling efektif untuk menekan biaya umrah adalah memilih waktu keberangkatan di luar musim puncak.

Bulan Desember hingga Februari, atau dikenal sebagai musim dingin, menjadi waktu yang ideal dengan cuaca sejuk dan harga yang relatif stabil.

Namun, bepergian setelah Ramadhan atau di luar hari libur nasional di negara asal juga dapat menekan biaya tiket dan paket hotel.

Dengan jadwal yang fleksibel, jamaah berpeluang mendapatkan harga penerbangan dan penginapan yang jauh lebih murah tanpa kehilangan makna ibadah.

2. Pilih Penginapan dengan Bijak

Biaya penginapan biasanya menjadi komponen terbesar setelah tiket pesawat.

Hotel yang berlokasi tepat di depan Masjidil Haram menawarkan pemandangan menakjubkan, tetapi dengan tarif yang tinggi.

Jamaah dengan anggaran terbatas bisa memilih hotel yang berjarak sedikit lebih jauh dan memanfaatkan layanan antar-jemput (shuttle).

Selain lebih hemat, beberapa penginapan juga menyediakan fasilitas lengkap yang tetap nyaman untuk beribadah.

Baca juga: Doa dan Dzikir Umrah Lengkap, dari Perjalanan hingga Ibadah di Tanah Suci

Tips lainnya, pesan hotel lebih awal

Peraturan visa umrah 2025 mewajibkan pemesanan hotel dikonfirmasi sebelum visa disetujui.

Dengan memesan lebih cepat, jamaah tidak hanya memperlancar proses visa tetapi juga bisa mengunci harga terbaik.

3. Gunakan Metode Pembayaran yang Efisien

Membawa uang tunai memang penting, terutama untuk belanja kecil seperti di toko lokal atau membayar taksi.

Namun, hindari membawa seluruh uang dalam bentuk tunai.

Gunakan kartu debit atau kartu perjalanan yang tidak mengenakan biaya transaksi internasional.

Cara ini bisa menghemat cukup banyak selama perjalanan.

Selalu tarik uang dari ATM resmi di dekat hotel atau pusat perbelanjaan untuk menghindari biaya tambahan atau risiko keamanan.

4. Hemat Biaya Transportasi dan Hindari Penipuan

Transportasi menjadi salah satu biaya tersembunyi terbesar selama umrah.

Gunakan aplikasi seperti Careem atau Uber untuk memantau tarif perjalanan secara real-time agar tidak mudah ditipu sopir taksi.

Untuk jarak pendek, berjalan kaki bisa menjadi pilihan terbaik. Selain hemat, berjalan di sekitar Makkah dan Madinah juga memberikan waktu tenang untuk refleksi spiritual.

Jika bepergian bersama keluarga atau rombongan, pesan van bersama (shared van) jauh-jauh hari agar biaya per orang lebih murah.

Untuk perjalanan antar kota seperti Makkah–Madinah, gunakan bus resmi atau kereta cepat yang lebih aman dan terjangkau.

Baca juga: Aplikasi Nusuk Tembus 30 Juta Unduhan, Begini Cara Pakainya untuk Umrah dan Haji

5. Makan Hemat dengan Menu Lokal

Biaya makan bisa menjadi pengeluaran besar jika selalu makan di restoran hotel.

Untuk menghemat, cobalah mencicipi makanan lokal di sekitar Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.

Warung-warung Saudi sering menyajikan nasi kabsa, mandi, atau shawarma dengan porsi besar dan harga terjangkau.

Bawalah camilan seperti kurma, biskuit, atau buah untuk menjaga energi di sela waktu shalat.

Bagi keluarga, pesan menu berbagi (sharing platter) agar lebih hemat dan tetap kenyang, sesuai budaya makan masyarakat setempat.

6. Belanja dengan Cermat dan Tawar Secara Sopan

Belanja oleh-oleh memang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan umrah.

Namun, di sinilah jamaah sering kali tanpa sadar menghabiskan uang lebih banyak.

Para pedagang di pasar tradisional Makkah dan Madinah umumnya terbuka untuk tawar-menawar.

Mulailah dengan sopan dan jangan langsung menyetujui harga pertama.

Periksa beberapa toko sebelum membeli, karena selisih harga antar kios bisa mencapai setengahnya.

Langkah ini menjadi salah satu cara paling praktis untuk menghemat pengeluaran selama umrah.

7. Manfaatkan Teknologi untuk Menghemat Biaya

Teknologi dapat menjadi sahabat jamaah dalam mengatur anggaran umrah.

Gunakan aplikasi seperti Careem dan Uber untuk transportasi, Jahez atau HungerStation untuk pesan makanan, serta Google Maps untuk navigasi tanpa pemandu wisata berbayar.

Selain itu, platform Pilgrims’ Digital Gateway menyediakan informasi layanan umrah secara real-time agar jamaah bisa mengatur jadwal dan pengeluaran dengan efisien.

Sedikit perencanaan digital dapat menghemat biaya besar selama perjalanan.

Baca juga: Profil Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji dan Umrah di Kabinet Prabowo-Gibran

8. Nikmati Wisata Religi Tanpa Boros

Umrah tidak hanya tentang menjalankan rukun ibadah, tetapi juga kesempatan untuk mengenal budaya dan sejarah kota suci.

Jamaah dapat mengunjungi masjid bersejarah, situs warisan Islam, dan pasar tradisional tanpa biaya mahal.

Kegiatan ini memperkaya pengalaman spiritual dan memperkuat rasa syukur tanpa membebani anggaran.

9. Pantau Perkembangan Visa dan Tiket Umrah

Biaya tiket pesawat dan visa bisa ditekan dengan perencanaan lebih awal.

Aturan visa umrah terbaru 2025 mewajibkan pemesanan hotel sebelum visa disetujui, sehingga pemesanan sejak dini sangat disarankan.

Maskapai juga biasanya menawarkan tiket promo beberapa bulan sebelum keberangkatan, terutama di luar musim Ramadhan dan haji.

Dengan pemantauan rutin, jamaah bisa mendapatkan harga terbaik sebelum permintaan meningkat tajam.

Perjalanan Umrah: Bukan Tentang Biaya, tapi Keberkahan

Inti dari perjalanan umrah bukan pada seberapa banyak biaya yang dikeluarkan, melainkan pada keikhlasan dan kedalaman niat dalam beribadah.

Dengan perencanaan sederhana dan tips hemat yang tepat, jamaah bisa lebih fokus pada ibadah tanpa terbebani urusan finansial.

Perjalanan yang hemat bukan berarti berkurang nilainya, justru membawa ketenangan, makna, dan keberkahan yang lebih dalam.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar