Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Suami Nikah Siri Tanpa Izin Istri Sah, Ini Hukum, Ancaman Pidana, dan Langkah Istri

Kompas.com, 27 November 2025, 19:47 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Suami menikah siri diam-diam tanpa seizin istri sah bukan hanya menimbulkan luka batin, tetapi juga dapat berujung pada persoalan hukum di Indonesia.

Kasus seperti ini sering terjadi ketika istri baru mengetahui bahwa suaminya telah menikah lagi secara siri dan bahkan memiliki anak dari pernikahan tersebut.

Pertanyaan yang muncul kemudian menyangkut dua hal, yaitu bagaimana status hukum nikah siri dan apa saja langkah yang dapat ditempuh istri sah untuk melindungi haknya.

Pembahasan berikut mengulas hukum nikah siri tanpa seizin istri sah, ancaman pidana terhadap suami, tinjauan dari buku-buku fikih dan hukum perkawinan, serta opsi langkah hukum bagi istri.

Baca juga: MUI Tegaskan Nikah Siri Sah secara Agama tapi Diharamkan karena Timbulkan Mudarat

Pengertian Nikah Siri dan Posisi Hukumnya di Indonesia

Dilansir dari laman Kejaksaan, secara umum, nikah siri dipahami sebagai pernikahan yang dilakukan menurut ketentuan agama, tetapi tidak dicatat secara resmi oleh negara.

Akadnya dapat memenuhi rukun dan syarat nikah secara agama, namun pernikahan tidak tercatat di Kantor Urusan Agama atau Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 mewajibkan setiap perkawinan dicatat agar diakui secara hukum.

Pasal 2 menegaskan bahwa perkawinan sah jika dilakukan menurut hukum agama, dan tiap-tiap perkawinan wajib dicatat sesuai peraturan perundang-undangan.

Kompilasi Hukum Islam melalui Pasal 5 dan Pasal 6 juga menegaskan bahwa pencatatan perkawinan diperlukan demi ketertiban dan bahwa perkawinan di luar pengawasan Pegawai Pencatat Nikah tidak mempunyai kekuatan hukum administrasi.

Dampak praktis dari kondisi ini cukup besar terhadap istri siri dan anak, terutama terkait hak nafkah, warisan, serta kejelasan status hukum keperdataan.

Baca juga: Marak Jasa Nikah Siri di Medsos, Kemenag Ingatkan Risiko bagi Perempuan dan Anak

Suami Nikah Siri Tanpa Izin Istri Sah, Bisa Kena Pasal Pidana?

Masalah menjadi lebih serius ketika suami masih terikat pernikahan sah secara negara, lalu menikah siri lagi tanpa izin istri sah.

Perbuatan tersebut tidak hanya melanggar komitmen rumah tangga, tetapi juga berpotensi berhadapan dengan hukum pidana.

Pertama, praktik nikah siri dalam keadaan masih terikat perkawinan sah dapat dikaitkan dengan delik perzinahan sebagaimana diatur dalam Pasal 284 KUHP.

Pasal ini mengatur ancaman pidana penjara paling lama sembilan bulan bagi pria atau wanita yang telah kawin lalu melakukan hubungan layaknya suami istri dengan orang lain, serta bagi pasangan selingkuh yang mengetahui bahwa lawan mainnya sudah terikat perkawinan.

Kedua, suami yang menikah lagi sementara perkawinan sebelumnya masih sah juga dapat tersentuh Pasal 279 ayat (1) KUHP tentang perkawinan dengan adanya penghalang.

Pasal 279 ayat (1) ke-1 KUHP mengancam pidana penjara paling lama lima tahun terhadap siapa saja yang mengadakan perkawinan, padahal ia mengetahui masih terikat perkawinan lain yang menjadi penghalang sah untuk menikah kembali.

Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016 menegaskan bahwa Pasal 279 KUHP dapat diterapkan terhadap suami yang menikahi perempuan lain tanpa izin istrinya dan tanpa prosedur poligami yang sah.

Konteks ini membuat suami yang nikah siri diam-diam tanpa izin istri sah dan tanpa penetapan pengadilan berpotensi diproses sebagai pelaku tindak pidana.

Baca juga: Fenomena Nikah Siri Dalam Pandangan Islam

Langkah Hukum Istri Sah Jika Suami Nikah Siri

Istri sah memiliki hak untuk mencari perlindungan hukum ketika mengetahui suami menikah siri tanpa izin dan tanpa prosedur yang sah.

Langkah hukum dapat ditempuh melalui jalur pidana maupun jalur perdata di Pengadilan Agama, bergantung pada tujuan dan kepentingan yang ingin diamankan.

Tahap awal yang disarankan ialah berkonsultasi dengan pengacara atau penasihat hukum agar posisi hukum istri sah dapat dipetakan dengan jelas.

Pendampingan hukum membantu istri menentukan pasal yang relevan, menyiapkan bukti, dan memahami konsekuensi dari setiap pilihan langkah.

Tahap berikutnya adalah mengumpulkan bukti-bukti terkait nikah siri maupun hubungan suami dengan istri siri.

Hukum acara pidana mensyaratkan minimal dua alat bukti yang sah sebagaimana diatur Pasal 184 KUHAP.

Baca juga: Wali Hakim dalam Akad Nikah: Dasar Hukum dan Ketentuannya di Indonesia

Bukti dapat berupa keterangan saksi, dokumen, salinan percakapan, foto, rekaman, atau bukti lain yang menguatkan dugaan adanya pernikahan siri dan hubungan layaknya suami istri.

Setelah bukti awal terkumpul, istri dapat membuat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu di kantor polisi.

Petugas akan mencatat laporan dan memberikan nomor registrasi yang menjadi dasar dimulainya proses penyelidikan dan penyidikan.

Istri sah kemudian perlu mengikuti pemeriksaan, menghadirkan saksi, dan memenuhi panggilan penyidik sesuai kebutuhan proses.

Jika alat bukti dinilai cukup, perkara dapat berlanjut ke tahap penyidikan dan kemudian diproses di pengadilan.

Di luar jalur pidana, istri sah juga bisa mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama untuk menuntut nafkah, hak anak, penetapan status anak, atau cerai apabila pernikahan sudah sulit dipertahankan.

Keputusan ini sebaiknya dipertimbangkan secara matang dengan melihat kondisi psikis, ekonomi, dan masa depan anak.

Pandangan Alquran dan MUI

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis menegaskan bahwa nikah siri memang sah secara agama jika syarat dan rukunnya terpenuhi.

Akan tetapi, praktik pernikahan yang tidak dicatatkan di KUA sering menimbulkan mudarat bagi perempuan dan anak sehingga MUI menghukuminya haram karena berpotensi merugikan pihak lain.

Islam memandang pernikahan sebagai akad yang kuat dan sakral yang harus dijaga dengan amanah dan tanggung jawab.

Al Quran memerintahkan kaum beriman untuk menepati perjanjian, termasuk perjanjian pernikahan antara suami dan istri.

اللّٰهُ تَعَالَى berfirman:

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ

Artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu.”

(QS Al-Ma’idah [5]: 1)

Ayat ini mengingatkan bahwa akad nikah dengan istri sah adalah perjanjian yang tidak boleh dikhianati begitu saja.

Al Quran juga memberi panduan tentang keadilan dalam konteks pernikahan lebih dari satu.

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً

Artinya:

“Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja.”

(QS An-Nisa [4]: 3, potongan ayat)

Pesan ayat ini menekankan bahwa poligami tidak boleh dijalankan tanpa keadilan, keterbukaan, dan tanggung jawab.

Pernikahan kedua yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi tanpa seizin istri sah, tanpa prosedur hukum negara, dan tanpa perlindungan yang jelas bagi semua pihak berpotensi bertentangan dengan ruh keadilan dalam ajaran Islam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar