Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Transformasi Ponpes Cipasung Jelang 1 Abad: “Kampung Pangan” dan Santripreuneur

Kompas.com, 29 November 2025, 12:46 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Pondok Pesantren Cipasung di Tasikmalaya, Jawa Barat, memulai langkah besar menuju usia satu abad dengan meluncurkan program Cipasung Kampung Pangan dan Santripreneur, Kamis (27/11/2025) malam.

Peluncuran ini digelar bertepatan dengan acara 100 hari wafatnya KH Koko Komarudin Ruhiat, salah satu pengasuh pesantren dan adik tokoh nasional KH Ilyas Ruhiat.

Acara yang berlangsung di kompleks pesantren itu dihadiri ribuan santri serta jajaran keluarga besar Cipasung.

Hadir pula Prof Dr KH Asep Saepuddin Chalim,Irjen (Pol) Sony Sonjaya SIK Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Pimpinan dan Pengasuh Pengasuh Ponpes Cipasung KH Ubaidillah,KH Acep Adang Ruhiat, dan Khodimul Majelis Zikir dan Sholawat Cipasung KH Deni Sagara dan para Ajengan serta tamu undangan lainnya.

Baca juga: Kemenag Siapkan UIN dan Pesantren untuk Pendidikan Anak Palestina

KH Asep sendiri adalah alumni Cipasung yang diasuh langsung oleh KH Ruhiat, pendiri Ponpes Cipasung. KH Asep juga ⁠pendiri dan pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Jawa Timur, ⁠Ketua Umum PERGUNU dan ⁠Ketua Umum Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN)

Program MBG Dorong Pesantren Bangun Lumbung Pangan

Dalam sambutannya, Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya menghadirkan makanan sehat, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Sejak di-launching 6 Januari 2025, program MBG kini memiliki 16.000 dapur SPPG di seluruh Indonesia, melayani 40 juta penerima manfaat dan menyerap lebih dari 700.000 tenaga kerja,” ujarnya dalam tayangan Cipasung TV.

Sony menjelaskan bahwa kebutuhan bahan pangan untuk program ini terus meningkat. Harga sayuran seperti wortel, buncis, dan kacang panjang bahkan melonjak karena tingginya permintaan. Karena itu, ia mendorong Ponpes Cipasung untuk membangun kemandirian pangan.

“Jangan biarkan lahan kosong. Tanami. Bangun hidroponik. Siapkan produksi sendiri agar dapur-dapur tidak sepenuhnya bergantung pada pasar,” katanya.

Ia bahkan menyarankan agar pengembangan pangan di pesantren dipadukan dengan program santripreneur, agar santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu memproduksi kebutuhan masyarakat.

Dari Ayam Petelur hingga 25 Hektare Kebun Pisang

KH Deni Sagara menegaskan bahwa inisiatif ketahanan pangan ini mendapat respons cepat dari masyarakat sekitar. Rumah-rumah warga mulai menyiapkan kandang ayam petelur, memanfaatkan lahan kosong, hingga membangun kebun sayur hidroponik.

“Di Cihaur, ada space di atas kolam yang dijadikan kandang ayam. Satu rumah, dua rumah, mulai kelola ayam petelur dan tanaman hidroponik,” ujarnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (29/11/2025).

Ia juga menyebut dukungan dari salah satu kiai Jatman Tasikmalaya, yang menyiapkan 25 hektare lahan di Sodong untuk ditanami pisang guna memenuhi kebutuhan MBG.

“Program MBG bukan hanya untuk santri, tetapi juga masyarakat. Ini jadi berkah untuk semuanya,” katanya.

Momentum Satu Abad: Transformasi Besar Pesantren

Sementara itu, KH Asep dalam pidatonya mengatakan, peluncuran "Kampung Pangan dan Santripreneur" menjadi momentum transformasi Ponpes Cipasung menjelang usianya yang ke-100.

“Dari pesantren harus lahir santri yang bukan hanya alim, tetapi juga pemimpin yang adil, dermawan, pengusaha, dan profesional di berbagai bidang. Ini tuntutan zaman,” kata KH Asep.

Program ini juga diapresiasi oleh keluarga besar Cipasung, termasuk KH Acep Adang Ruhiat dan KH Ubaidillah Ruhiat, yang secara simbolis menerima bahan pangan untuk mendukung dapur pesantren.

Cipasung Menuju Pesantren Mandiri

KH Asep menjelaskan, dengan program Kampung Pangan dan Santripreneur, Ponpes Cipasung menegaskan tekadnya menjadi lumbung pangan, pusat pemberdayaan ekonomi, dan pesantren yang siap melahirkan generasi santri yang unggul secara spiritual dan produktif secara ekonomi.

Baca juga: Menag Nasaruddin Umar: Ada 80 Pesantren Butuh Perhatian karena Kondisi Bangunan

Ia mengajak semua santri dan semua keluarga pesantren untuk melakukan transformasi dengan gemuruh pesantren mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan, yaitu Indonesia maju adil makmur sejahtera.

Peluncuran program ini menjadi tonggak penting bagi Cipasung menuju usia satu abad—sebuah penanda transformasi besar dari pesantren tradisional menuju pesantren mandiri dan berdaya saing.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar