Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Waktu Sholat Dhuha Dimulai hingga Berakhir? Ini Penjelasan Ulama

Kompas.com, 5 Januari 2026, 09:03 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Dalam ajaran Islam, salah satu amalan utama untuk membuka rangkaian aktivitas harian adalah menunaikan sholat Dhuha.

Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, sholat Dhuha juga berperan menumbuhkan keistiqamahan beribadah pada waktu pagi yang relatif longgar sebelum seseorang disibukkan oleh berbagai aktivitas.

Ibadah ini mencegah waktu senggang berlalu tanpa nilai ibadah dan menjadi pembuka hari yang penuh makna spiritual.

Baca juga: Doa Setelah Sholat Dhuha Dilengkapi Arti, Tata Cara, dan Keutamaannya

Waktu Sholat Dhuha

Pertanyaan yang kerap muncul adalah kapan waktu sholat Dhuha mulai dapat dikerjakan?

Dilansir dari laman MUI, para ulama menjelaskan bahwa waktu sholat Dhuha dimulai setelah matahari terbit dan telah naik di ufuk setinggi kurang lebih satu tombak menurut pandangan mata.

Secara praktis di Indonesia, kondisi tersebut umumnya terjadi sekitar 15 hingga 20 menit setelah matahari terbit.

Waktu ini dalam praktiknya berkisar antara pukul 06.30 WIB hingga 07.00 WIB, dan sejak saat itu sholat Dhuha sudah boleh dilaksanakan.

Rentang waktu sholat Dhuha kemudian berlanjut hingga menjelang zawāl, yaitu saat matahari mulai condong ke arah barat yang waktunya berdekatan dengan masuknya sholat Zuhur.

Baca juga: 7 Keutamaan Sholat Dhuha: Dilengkapi Niat dan Doanya

Meski demikian, terdapat waktu yang lebih utama untuk melaksanakan sholat Dhuha, yaitu ketika matahari telah cukup tinggi dan panasnya mulai terasa di kulit.

Waktu utama tersebut umumnya berada pada kisaran pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB.

Penjelasan mengenai awal waktu Dhuha ditegaskan para ulama dengan mengonversi posisi matahari ke dalam ukuran waktu.

Mereka menyebut posisi matahari yang telah naik setinggi satu tombak setara dengan seperempat hingga sepertiga jam sejak terbit.

مِنْ طُلُوعِ الشَّمْسِ حَتَّى تَرْتَفِعَ قَدْرَ رُمْحٍ فِي رَأْيِ الْعَيْنِ، وَهُوَ قَدْرُ مِتْرٍ تَقْرِيبًا، وَيُقَدَّرُ بِالْوَقْتِ بِحَوَالِي رُبْعِ السَّاعَةِ أَوْ ثُلُثِهَا

Artinya: “Yaitu sejak terbitnya matahari hingga matahari naik setinggi satu tombak menurut pandangan mata, yang kira-kira setara dengan satu meter, dan jika diukur berdasarkan waktu sekitar seperempat jam atau sepertiganya.” (Al-Fiqh Al-Muyassar, h. 66).

Penjelasan tersebut sejalan dengan uraian Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam ensiklopedia fikihnya terkait ukuran ketinggian matahari berdasarkan hadis.

Ia menyebut batas naiknya matahari ditentukan dengan ukuran satu hingga dua tombak.

بَيَّنَ حَدِيثُ عَمْرِو بْنِ عَبَسَةَ قَدْرَ ارْتِفَاعِهَا بِلَفْظِ: وَتَرْتَفِعُ قِيسَ ـ أَيْ قَدْرَ ـ رُمْحٍ أَوْ رُمْحَيْنِ

Syekh Wahbah menjelaskan bahwa panjang satu tombak diperkirakan sekitar 2,5 meter atau tujuh hasta menurut pandangan mata.

Penetapan waktu utama sholat Dhuha mengandung hikmah agar setiap bagian siang hari tidak kosong dari ibadah shalat.

Seperempat siang pertama diisi dengan sholat Subuh, seperempat berikutnya dengan sholat Dhuha, kemudian sholat Zuhur, dan ditutup dengan sholat Ashar.

وَالْحَاصِلُ أَنَّ أَوَّلَهُ حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ، وَآخِرَهُ قُرْبَ الِاسْتِوَاءِ، وَأَفْضَلُهُ أَوْسَطُهُ، وَهُوَ رُبْعُ النَّهَارِ

Artinya: “Kesimpulannya, awal waktu Shalat Dhuha adalah ketika matahari terbit dan akhir waktunya menjelang istiwa’, sedangkan waktu paling utama adalah pertengahannya agar setiap seperempat siang tidak kosong dari shalat.” (Mirqah Al-Mafatih, vol. 3, h. 354).

Baca juga: Doa Sholat Dhuha: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Berapa Rakaat Sholat Dhuha?

Adapun jumlah rakaat sholat Dhuha paling sedikit adalah dua rakaat.

Jumlah yang paling utama adalah delapan rakaat, sedangkan batas maksimalnya adalah dua belas rakaat.

Ketentuan tersebut dijelaskan oleh Imam Ar-Rafi’i dalam salah satu karyanya.

وَالْأَفْضَلُ أَنْ يُصَلِّيَ ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ، وَأَكْثَرُهَا اثْنَتَا عَشْرَةَ

Artinya: “Yang paling utama adalah delapan rakaat dan paling banyak dua belas rakaat.” (Fath Al-‘Aziz Syarh Al-Wajiz, vol. 4, h. 257).

Surah-surah yang dianjurkan dibaca setelah Al-Fatihah dalam sholat Dhuha antara lain Asy-Syams dan Ad-Dhuha.

Sebagian ulama juga menganjurkan membaca Al-Kafirun dan Al-Ikhlas.

Bahkan, lebih utama jika digabungkan, yaitu pada rakaat pertama membaca Asy-Syams dan Al-Kafirun, serta pada rakaat kedua membaca Ad-Dhuha dan Al-Ikhlas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar