Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Salju Turun di Arab Saudi: Benarkah Tanda Kiamat atau Hanya Perubahan Iklim Global?

Kompas.com, 24 Januari 2026, 14:28 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Gurun identik dengan panas, kering, dan gersang. Karena itu, ketika salju turun di beberapa wilayah Arab Saudi seperti di Jabal Lawz, Tabuk dan daerah pegunungan sekitarnya, reaksi publik pun beragam. Ada yang takjub, ada yang takut, dan tak sedikit yang mengaitkannya dengan tanda kiamat.

Dalam kesadaran kolektif umat Islam, Jazirah Arab memiliki posisi penting dalam narasi akhir zaman. Rasulullah SAW pernah menyampaikan bahwa salah satu tanda kiamat kecil akan muncul di Arab. Namun benarkah turunnya salju di Arab Saudi secara langsung merupakan tanda kiamat?

Baca juga: Tanpa Disadari, 10 Tanda-Tanda Kiamat Kecil Ini Sudah Terjadi

Dalil Tanda Kiamat di Tanah Arab

Islam tidak membangun keyakinan di atas spekulasi, melainkan dalil. Rasulullah SAW memang menyebutkan kondisi Arab di akhir zaman, namun bukan tentang salju.

Rasulullah SAW bersabda:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا

Artinya:
“Kiamat tidak akan terjadi hingga wilayah arab kembali menjadi tanah yang subur banyak padang hijau dan sungai-sungai.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat Imam Ahmad, Rasulullah SAW menyebutkan rangkaian tanda kiamat, di antaranya kembalinya kesuburan tanah Arab, keamanan perjalanan, dan maraknya pembunuhan.

Dari hadits ini, tidak menyebut salju turun sebagai tanda kiamat kecil, melainkan perubahan besar pada kondisi tanah dan air di Jazirah Arab.

Penjelasan Ulama TentangTanah Arab Kembali Menghijau

Para Ulama sepakat bahwa kata “kembali” (تَعُودَ) memiliki makna historis. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa Jazirah Arab pada masa lampau memang pernah subur, lalu berubah menjadi gurun. Di akhir zaman, Allah akan mengembalikannya kepada kondisi subur tersebut.

Pendapat ini diperkuat oleh ulama kontemporer seperti Syaikh Yusuf al-Qaradawi, yang menegaskan bahwa hadis ini bukan simbolik, melainkan menunjuk pada perubahan nyata dalam sistem iklim dan air, namun tidak bisa diukur dengan satu peristiwa cuaca ekstrem.

Dalam penelitian modern, mislanya dalam jurnal Nature dan Quaternary Science Reviews menunjukkan bahwa:

  • Ribuan tahun lalu, Jazirah Arab memiliki danau, sungai, dan vegetasi luas.
  • Perubahan orbit bumi dan pola monsun menyebabkan wilayah itu perlahan mengering.
  • Perubahan iklim besar bukan hal mustahil, tetapi terjadi dalam rentang waktu panjang.

Artinya, salju yang turun sesekali lebih tepat dipahami sebagai gejala fluktuasi iklim jangka pendek, bukan langsung sebagai realisasi tanda kiamat.

Baca juga: Tanda-Tanda Kiamat Kecil dan Besar yang Wajib Diketahui Umat Islam

Apakah Salju Bisa Menyuburkan Tanah Arab?

Secara ilmiah, salju memang menyimpan air. Ketika mencair, ia dapat mengisi air tanah. Namun para ahli iklim menegaskan bahwa kesuburan tanah membutuhkan curah hujan berkelanjutan.

Sedangkan salju sporadis di wilayah pegunungan tidak cukup untuk mengubah ekosistem gurun. Dengan kata lain, salju yang turun di Arab tidak serta merta membuat tanah menjadi subur. Perlu intensitas tinggi agar salju yang turun bisa mengubah ekosistem yang ada.

Namun hal itu bisa jadi menjadi awal dari perubahan ekosistem secara bertahap.

Tanda Kiamat Sughra: Sudah Banyak yang Terjadi

Kembalinya tanah Arab menjadi hijau termasuk tanda kiamat sughra. Namun Rasulullah SAW telah menyebutkan banyak tanda lain yang lebih dahulu muncul, seperti:

  • Wafatnya Nabi SAW
  • Munculnya nabi-nabi palsu
  • Wabah penyakit
  • Melimpahnya harta
  • Rusaknya amanah
  • Merebaknya zina, riba, dan fitnah
  • Seringnya bencana alam.

Artinya, Arab menghijau bukan tanda pertama, dan bukan pula penentu dekatnya kiamat kubra.

Baca juga: 6 Tanda Kiamat Dalam Hadits Ini Semua sudah Terjadi

Pelajaran Spiritual di Balik Fenomena Alam

Fenomena salju di Arab seharusnya tidak perlu melahirkan kepanikan, tetapi perenungan.

Allah berfirman:

لِكُلِّ نَبَإٍ مُّسْتَقَرٌّ ۚ وَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

Artinya: “Setiap berita memiliki waktu terjadinya, dan kelak kamu akan mengetahuinya.” (QS. Al-An‘am: 67)

Ayat ini mengajarkan bahwa kebenaran wahyu akan terkonfirmasi oleh waktu. Tidak semua tanda hadir secara instan namun perlahan-lahan akan terbukti.

Mempersiapkan Diri: Kiamat Terdekat Adalah Kematian

Terlepas dari benar atau tidaknya salju di Arab sebagai tanda kiamat, satu hal yang pasti, kiamat kecil pasti akan mendatangi manusia, yaitu kematian.

Tidak ada yang tahu kapan kematian akan datang. Ia tidak menunggu manusia untuk siap menghadapinya. Untuk itu, setiap orang harus menyiapkan diri untuk menghadapi kematian dan menghadapi kehidupan setelah kematian.

Rasulullah SAW bersabda:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

Artinya: “Orang cerdas adalah yang mengevaluasi dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.” (HR. At Tirmidzi).

Baca juga: Fenomena Emas di Sungai Eufrat: Tanda Kiamat atau Sekadar Mineral?

Penutup

Salju yang turun di Arab Saudi bukan dalil langsung tanda kiamat. Islam mengajarkan ketenangan dalam memahami fenomena alam, kehati-hatian dalam menafsirkan hadits, dan kesadaran bahwa persiapan iman jauh lebih penting daripada sensasi tanda-tanda.

Bukan salju yang harus kita takutkan, melainkan hati yang beku dari taubat.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar