Penulis
KOMPAS.com - Gurun identik dengan panas, kering, dan gersang. Karena itu, ketika salju turun di beberapa wilayah Arab Saudi seperti di Jabal Lawz, Tabuk dan daerah pegunungan sekitarnya, reaksi publik pun beragam. Ada yang takjub, ada yang takut, dan tak sedikit yang mengaitkannya dengan tanda kiamat.
Dalam kesadaran kolektif umat Islam, Jazirah Arab memiliki posisi penting dalam narasi akhir zaman. Rasulullah SAW pernah menyampaikan bahwa salah satu tanda kiamat kecil akan muncul di Arab. Namun benarkah turunnya salju di Arab Saudi secara langsung merupakan tanda kiamat?
Baca juga: Tanpa Disadari, 10 Tanda-Tanda Kiamat Kecil Ini Sudah Terjadi
Islam tidak membangun keyakinan di atas spekulasi, melainkan dalil. Rasulullah SAW memang menyebutkan kondisi Arab di akhir zaman, namun bukan tentang salju.
Rasulullah SAW bersabda:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا
Artinya:
“Kiamat tidak akan terjadi hingga wilayah arab kembali menjadi tanah yang subur banyak padang hijau dan sungai-sungai.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat Imam Ahmad, Rasulullah SAW menyebutkan rangkaian tanda kiamat, di antaranya kembalinya kesuburan tanah Arab, keamanan perjalanan, dan maraknya pembunuhan.
Dari hadits ini, tidak menyebut salju turun sebagai tanda kiamat kecil, melainkan perubahan besar pada kondisi tanah dan air di Jazirah Arab.
Para Ulama sepakat bahwa kata “kembali” (تَعُودَ) memiliki makna historis. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa Jazirah Arab pada masa lampau memang pernah subur, lalu berubah menjadi gurun. Di akhir zaman, Allah akan mengembalikannya kepada kondisi subur tersebut.
Pendapat ini diperkuat oleh ulama kontemporer seperti Syaikh Yusuf al-Qaradawi, yang menegaskan bahwa hadis ini bukan simbolik, melainkan menunjuk pada perubahan nyata dalam sistem iklim dan air, namun tidak bisa diukur dengan satu peristiwa cuaca ekstrem.
Dalam penelitian modern, mislanya dalam jurnal Nature dan Quaternary Science Reviews menunjukkan bahwa:
Artinya, salju yang turun sesekali lebih tepat dipahami sebagai gejala fluktuasi iklim jangka pendek, bukan langsung sebagai realisasi tanda kiamat.
Baca juga: Tanda-Tanda Kiamat Kecil dan Besar yang Wajib Diketahui Umat Islam
Secara ilmiah, salju memang menyimpan air. Ketika mencair, ia dapat mengisi air tanah. Namun para ahli iklim menegaskan bahwa kesuburan tanah membutuhkan curah hujan berkelanjutan.
Sedangkan salju sporadis di wilayah pegunungan tidak cukup untuk mengubah ekosistem gurun. Dengan kata lain, salju yang turun di Arab tidak serta merta membuat tanah menjadi subur. Perlu intensitas tinggi agar salju yang turun bisa mengubah ekosistem yang ada.
Namun hal itu bisa jadi menjadi awal dari perubahan ekosistem secara bertahap.
Kembalinya tanah Arab menjadi hijau termasuk tanda kiamat sughra. Namun Rasulullah SAW telah menyebutkan banyak tanda lain yang lebih dahulu muncul, seperti:
Artinya, Arab menghijau bukan tanda pertama, dan bukan pula penentu dekatnya kiamat kubra.
Baca juga: 6 Tanda Kiamat Dalam Hadits Ini Semua sudah Terjadi
Fenomena salju di Arab seharusnya tidak perlu melahirkan kepanikan, tetapi perenungan.
Allah berfirman:
لِكُلِّ نَبَإٍ مُّسْتَقَرٌّ ۚ وَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
Artinya: “Setiap berita memiliki waktu terjadinya, dan kelak kamu akan mengetahuinya.” (QS. Al-An‘am: 67)
Ayat ini mengajarkan bahwa kebenaran wahyu akan terkonfirmasi oleh waktu. Tidak semua tanda hadir secara instan namun perlahan-lahan akan terbukti.
Terlepas dari benar atau tidaknya salju di Arab sebagai tanda kiamat, satu hal yang pasti, kiamat kecil pasti akan mendatangi manusia, yaitu kematian.
Tidak ada yang tahu kapan kematian akan datang. Ia tidak menunggu manusia untuk siap menghadapinya. Untuk itu, setiap orang harus menyiapkan diri untuk menghadapi kematian dan menghadapi kehidupan setelah kematian.
Rasulullah SAW bersabda:
الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ
Artinya: “Orang cerdas adalah yang mengevaluasi dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.” (HR. At Tirmidzi).
Baca juga: Fenomena Emas di Sungai Eufrat: Tanda Kiamat atau Sekadar Mineral?
Salju yang turun di Arab Saudi bukan dalil langsung tanda kiamat. Islam mengajarkan ketenangan dalam memahami fenomena alam, kehati-hatian dalam menafsirkan hadits, dan kesadaran bahwa persiapan iman jauh lebih penting daripada sensasi tanda-tanda.
Bukan salju yang harus kita takutkan, melainkan hati yang beku dari taubat.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang