Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Tanda Kiamat Dalam Hadits Ini Semua sudah Terjadi

Kompas.com, 15 September 2025, 14:00 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Kiamat atau hari akhir adalah sebuah peristiwa hancurnya alam semesta pertanda dunia sudah selesai.

Setelah kiamat terjadi, semua manusia yang sudah meninggal dunia akan dibangkitkan dan diberikan balasan terhadap semua amal perbuatan yang telah dilakukan.

Kapan pastinya hari kiamat tidak ada seorang pun yang tahu. Beberapa orang yang mencoba meramal datangnya kiamat tidak ada yang tepat.

Baca juga: 7 Doa Taubat dalam Al Quran: Arab, Latin, dan Artinya

Hanya Allah yang Tahu Kapan Datangnya Hari Kiamat

Kepastian akan datangnya hari kiamat tidak ada seorang makhluk pun yang tahu, bahkan juga Nabi Muhammad SAW. Pengetahuan tentang hari kiamat hanya ada pada sisi Allah SWT.

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَىٰهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّى ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَآ إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْـَٔلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِىٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ ٱللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya: "Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (Q.S. Al A’raf: 187).

Meskipun tidak ada satu orang pun yang mengetahui datangnya hari kiamat, Allah memberikan tanda-tanda akan datangnya hari kiamat.

Baca juga: Doa Taubat Nabi Adam AS: Arab, Latin, dan Artinya

Hadits tentang Datangnya Hari Kiamat

Hadits di bawah ini menjelaskan tentang tanda-tanda sudah dekatnya hari kiamat.

عنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ ، وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ ، وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ ، وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ ، وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ ، وَهُوَ الْققَتْلُ الْقَتْلُ ، حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ فَيَفِيضَ

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda,"Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali setelah hilangnya ilmu, banyak terjadi gempa, waktu seakan berjalan dengan cepat, timbul berbagai macam fitnah, Al haraj -yaitu pembunuhan- dan harta melimpah ruah kepada kalian." (H.R. Bukhari dan Muslim).

Semua Tanda Sudah Terjadi

Dari hadits di atas, Nabi Muhammad SAW menjelaskan tentang 6 tanda akan datangnya hari kiamat, yaitu:
1. Hilangnya ilmu
2. Banyak terjadi gempa
3. Waktu berjalan dengan cepat
4. Timbunya berbagai macam fitnah
5. Banyak terjadinya Al Haraj atau pembunuhan
6. Harta melimpah ruah
Dari 6 tanda datangnya kiamat di atas, semuanya sudah terjadi saat ini.

Hilangnya Ilmu

Yang dimaksud hilangnya ilmu di sini adalah ilmu agama. Allah mengangkat ilmu dari dunia dengan cara mewafatkan para ulama yang ahli ilmu sehingga yang ada hanya orang-orang bodoh yang memfatwakan agama.

إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّـى إِذَا لَمْ يَبْقَ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari para hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang alim, maka manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya, kemudian mereka akan memberikan fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat lagi menyesatkan orang lain.’” (H.R. Bukhari).

Baca juga: Tata Cara Sholat Taubat: Bacaan Niat, Doa, dan Waktu Pelaksanaannya

Banyak Terjadi Gempa

Saat ini sering terjadi gempa bumi di dunia, juga di Indonesia. Gempa bumi ini makin sering terjadi akibat adanya gerakan lempeng bumi.

Ancaman bencana gempa besar atau gempa megathrust juga sudah mengintai di berbagai belahan dunia. Indonesia juga merasakan hal yang sama. Banyaknya ancaman gempa megathrust ini menjadi salah satu tanda datangnya kiamat.

Waktu Berjalan dengan Cepat

Waktu saat ini dirasakan berjalan dengan cepat. Hal ini bukan sebuah ilusi, tetapi memang benar-benar terjadi. Dalam hadits Nabi Muhammad SAW bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ فَتَكُونَ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ، وَيَكُونَ الشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ، وَتَكُونَ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ، وَيَكُونَ الْيَوْمُ كَالسَّاعَةِ، وَتَكُونَ السَّاعَةُ كَاحْتِرَاقِ السَّعَفَةِ

Artinya: “Tidak akan terjadi kiamat hingga zaman berdekatan. Setahun bagaikan sebulan. Sebulan bagaikan sepekan. Sepekan bagaikan sehari. Sehari bagaikan sejam. Dan sejam bagaikan terbakarnya pelepah pohon kurma.” (H.R. Ahmad).

Timbulnya Berbagai Macam Fitnah

Berkembangnya media sosial menyebabkan arus informasi tidak terbendung. Hal ini mengakibatkan berbagai berita mudah tersebar, baik itu berita yang benar ataupun berita bohong.

Dengan tujuan untuk mencari viral atau atensi lebih dari Masyarakat, sering kali terjadi berita-berita bohong disebarkan sehingga muncul berbagai fitnah.

Baca juga: Niat Mandi Taubat: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya

Banyak Terjadi Pembunuhan

Hampir setiap hari bisa ditemui berita pembunuhan. Maraknya pembunuhan ini bukan suatu yang kebetulan, tetapi memang menjadi salah satu tanda datangnya hari kiamat.

أَنَّ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ الْهَرْجَ . قِيلَ : وَمَا الْهَرْجُ ؟ قَال : الْكَذِبُ وَالْقَتْلُ . قَالُوا : أَكْثَرَ مِمَّا نَقْتُلُ الْآنَ ؟ قَالَ : إِنَّهُ لَيْسَ بِقَتْلِكُمْ الْكُفَّارَ ، وَلَكِنَّهُ قَتْلُ بَعْضِكُمْ بَعْضًا ، حَتَّى يَقْتُلَ الرَّجُلُ جَارَهُ ، وَيَقْتُلَ أَخَاهُ ، وَيَقْتُلَ عَمَّهُ

Artinya: “Menjelang datangnya hari kiamat, akan terjadi banyak sekali Al Haraj.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Apa itu Al Harju?” Beliau menjawab, “(Yaitu) kedustaan dan pembunuhan.” Mereka bertanya, “Apakah lebih banyak dari yang kami lakukan?” Beliau bersabda, “Pembunuhan yang dimaksud bukan seperti yang kalian lakukan yaitu (memerangi) orang-orang kuffar. Akan tetapi (Pembunuhan sesama muslim) yang dilakukan oleh sebagian kalian terhadap sebagian yang lain, hingga ada seseorang yang membunuh tetangganya, saudaranya, pamannya dan membunuh anak pamannya.” (H.R. Ahmad).

Harta Melimpah Ruah

Bila dibandingkan beberapa puluh tahun yang lalu, saat ini kondisi masyarakat jauh lebih maju. Hampir setiap orang atau keluarga mempunyai harta benda yang cukup melimpah, minimal kendaraan, alat komunikasi, maupun harta benda lainnya.

Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa semua tanda kiamat yang disampaikan dalam hadits di atas sudah terjadi saat ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com