Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Niat Sholat Taubat dan Tata Caranya Sesuai Sunnah Nabi

Kompas.com, 7 Agustus 2025, 18:14 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Setiap manusia pasti pernah melakukan dosa, baik disengaja maupun tidak. Namun, Islam memberikan harapan besar bagi siapa saja yang ingin kembali ke jalan Allah SWT melalui taubat nasuha.

Salah satu bentuk taubat yang dianjurkan adalah dengan melaksanakan Sholat Taubat, sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Artikel ini akan membahas bacaan niat Sholat Taubat dan tata caranya sesuai sunnah, lengkap dengan penjelasan waktu pelaksanaan, syarat diterimanya taubat, hingga keutamaannya.

Hukum dan Anjuran Sholat Taubat

Sholat Taubat hukumnya sunnah muakkad, yakni sangat dianjurkan bagi siapa saja yang merasa telah berbuat dosa dan ingin kembali kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ

Tidaklah seorang hamba melakukan dosa, kemudian ia bersuci dan sholat dua rakaat, lalu memohon ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

Dalam hadits lain yang juga diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmidzi disebutkan bahwa Rasulullah SAW melakukan taubat seratus kali dalam sehari.

عَنْ الْأَغَرِّ بْنِ يَسَارٍ الْمُزَنِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّي أَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ".

"Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari seratus kali." (HR Abu Dawud dan Trmidzi)

Baca juga: Ayat Seribu Dinar: Doa dari Al-Qur’an yang Diyakini Membuka Pintu Rezeki Tak Terduga

Bacaan Niat Sholat Taubat

Sholat Taubat dikerjakan sebanyak dua rakaat. Niatnya cukup dilafalkan dalam hati, namun boleh juga diucapkan dengan lisan untuk membantu konsentrasi. Berikut bacaan niatnya:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

"Ushalli sunnatan at-taubati rak‘ataini lillahi ta‘ala."

Artinya: "Aku niat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta‘ala."

Tata Cara Sholat Taubat Sesuai Sunnah

Tata cara pelaksanaan Sholat Taubat sama seperti sholat sunnah dua rakaat pada umumnya. Berikut langkah-langkahnya:

1. Niat dalam hati untuk melaksanakan sholat sunnah taubat dua rakaat.

2. Takbiratul ihram (mengangkat tangan dan mengucapkan Allahu Akbar).

3. Membaca doa iftitah (sunnah).

4. Membaca Surat Al-Fatihah, lalu diikuti surat pendek (contoh: Al-Ikhlas, Al-Asr, atau lainnya).

5. Rukuk, i‘tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.

6. Rakaat kedua dilakukan sama seperti rakaat pertama.

7. Tahiyyat akhir dan diakhiri dengan salam ke kanan dan kiri.

Bacaan Doa Setelah Sholat Taubat

Setelah selesai sholat, dianjurkan membaca istighfar dan doa taubat dengan khusyuk. Salah satu doa yang dianjurkan:

اللهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

"Allahumma anta Rabbi, la ilaha illa anta, khalaqtani wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa‘dika ma istatha‘tu, a‘udzu bika min sharri ma shana‘tu, abu’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abu’u bidzanbi, faghfirli fa innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta." (HR. Bukhari)

Artinya:

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau yang telah menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Dan aku atas tanggungan dan janji-Mu selama aku masih mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat yang Kau berikan kepadaku. Aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau."

Ada juga doa setelah sholat taubat yang dianjurkan Rasulullah SAW:

اللَّهُمَّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِى مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ، وَارْحَمْنِى إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Allahumma inni zhalamtu nafsii zhulman katsiiran, wa laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta, faghfir lii maghfirotan min ‘indika, warhamnii, innaka antal ghofuurur-rohiim

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang banyak, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Waktu Pelaksanaan Sholat Taubat

Sholat Taubat dapat dilakukan kapan saja, kecuali di waktu-waktu yang dilarang untuk sholat:

- Setelah sholat Subuh hingga matahari terbit.

- Ketika matahari tepat di tengah langit (zawal).

- Setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam.

- Waktu yang paling utama adalah di malam hari, terutama sepertiga malam terakhir, berbarengan dengan waktu mustajab untuk memohon ampunan.

Keutamaan Melaksanakan Sholat Taubat

Beberapa keutamaan Sholat Taubat:

- Mendapat ampunan langsung dari Allah SWT.

- Menumbuhkan ketenangan hati.

- Merupakan bukti kesungguhan dalam meninggalkan dosa.

- Termasuk amalan yang dicintai Allah.

Syarat agar Taubat Diterima Allah SWT

Agar taubat diterima, ada tiga syarat utama:

1. Menyesali perbuatan dosa dengan tulus.

2. Berhenti total dari perbuatan dosa tersebut.

3. Berjanji dan bertekad tidak akan mengulangi.

Jika dosanya menyangkut hak orang lain, maka ditambah satu syarat lagi:

4. Mengembalikan hak atau meminta maaf kepada orang yang dizalimi.

Baca juga: Keutamaan Puasa Senin dan Kamis: Pintu Surga Dibuka, Amal Diangkat, Dosa Diampuni

Kesimpulan

Sholat Taubat adalah bentuk ibadah yang sangat dianjurkan bagi setiap Muslim yang ingin memperbaiki diri dan menghapus dosa. Dengan niat yang tulus dan tata cara sesuai sunnah, setiap Muslim memiliki kesempatan untuk kembali bersih di hadapan Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenhaj Perkuat Satgas Haji Nonprosedural, 80 Keberangkatan WNI Ditunda
Kemenhaj Perkuat Satgas Haji Nonprosedural, 80 Keberangkatan WNI Ditunda
Aktual
Ayam Bukan Hewan Kurban, Lalu Mengapa Bilal Pernah Menyembelihnya saat Idul Adha?
Ayam Bukan Hewan Kurban, Lalu Mengapa Bilal Pernah Menyembelihnya saat Idul Adha?
Aktual
Kenapa Shalat Terasa Berat? Bisa Jadi Tanda Belum Diizinkan Allah, Ini Kata Buya Yahya
Kenapa Shalat Terasa Berat? Bisa Jadi Tanda Belum Diizinkan Allah, Ini Kata Buya Yahya
Doa dan Niat
Puasa Daud: Niat, Tata Cara, Keutamaan, dan Hukumnya Lengkap
Puasa Daud: Niat, Tata Cara, Keutamaan, dan Hukumnya Lengkap
Doa dan Niat
Kemenhaj Ingatkan Calon Jemaah Haji Bangkalan Terkait Batasan Maksimal Bawa Rokok ke Tanah Suci
Kemenhaj Ingatkan Calon Jemaah Haji Bangkalan Terkait Batasan Maksimal Bawa Rokok ke Tanah Suci
Aktual
8 Calon Jemaah Haji Cadangan Asal Sumenep Berangkat Lebih Dulu dari Jemaah Reguler
8 Calon Jemaah Haji Cadangan Asal Sumenep Berangkat Lebih Dulu dari Jemaah Reguler
Aktual
Bukan Perjalanan Spiritual Biasa, Teuku Zulkhairi: Ibadah Haji Sebaiknya Jadi Impian Sejak Usia Dini
Bukan Perjalanan Spiritual Biasa, Teuku Zulkhairi: Ibadah Haji Sebaiknya Jadi Impian Sejak Usia Dini
Aktual
Pilih Kambing Jantan atau Betina untuk Kurban? Ini Kata Ulama
Pilih Kambing Jantan atau Betina untuk Kurban? Ini Kata Ulama
Aktual
PPIH Makassar Ingatkan Jemaah Haji Jangan Nekat Bawa Pulang Air Zamzam di Koper
PPIH Makassar Ingatkan Jemaah Haji Jangan Nekat Bawa Pulang Air Zamzam di Koper
Aktual
Jadwal dan Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah Mei 2026 Lengkap dengan Keutamaannya
Jadwal dan Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah Mei 2026 Lengkap dengan Keutamaannya
Aktual
Jangan Asal Beli, Ini Oleh-oleh Haji yang Dilarang di Pesawat
Jangan Asal Beli, Ini Oleh-oleh Haji yang Dilarang di Pesawat
Aktual
Museum Biografi Nabi Muhammad di Madinah, Wisata Religi Futuristik Dekat Masjid Nabawi
Museum Biografi Nabi Muhammad di Madinah, Wisata Religi Futuristik Dekat Masjid Nabawi
Aktual
Nekat Jalan Kaki Lewat Gurun ke Makkah, 5 WN Afghanistan Ditahan
Nekat Jalan Kaki Lewat Gurun ke Makkah, 5 WN Afghanistan Ditahan
Aktual
Daker Bandara Jeddah Terima 49 Koper Cadangan untuk Jamaah Haji yang Kopernya Rusak
Daker Bandara Jeddah Terima 49 Koper Cadangan untuk Jamaah Haji yang Kopernya Rusak
Aktual
Jelang Haji 2026, Saudi Siapkan Call Center 24 Jam dalam 11 Bahasa
Jelang Haji 2026, Saudi Siapkan Call Center 24 Jam dalam 11 Bahasa
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com