Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hitung Mundur Ramadhan 2026: Kapan Puasa Dimulai, Tanggal dan Fakta Penting Bulan Puasa Tahun Ini & Tahun Sebelumnya

Kompas.com, 28 Januari 2026, 08:14 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia dan Indonesia kian intens mencari informasi tentang puasa Ramadhan, terutama kapan puasa dimulai, tanggal puasa 2026, serta perbandingannya dengan puasa 2025.

Ramadhan bukan sekadar ritual menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, tetapi juga momentum spiritual dan kebersamaan keluarga.

Kapan Puasa? Tanggal Puasa Ramadhan 2026

Prediksi awal puasa Ramadhan 1447 Hijriah / 2026 Masehi menunjukkan bahwa umat Islam kemungkinan akan mulai berpuasa pada pertengahan Februari 2026.

Baca juga: Niat Qadha Puasa Ramadhan: Arab, Arti, dan Penjelasan Ulama

Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal dan perhitungan hisab, 1 Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, yang berarti itu tanggal puasa pertama dalam kalender hijriah dan masehi.

Namun, perlu diperhatikan bahwa penetapan resmi tanggal puasa 2026 di Indonesia tetap menunggu hasil sidang isba yang diselenggarakan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama.

Sementara itu, PP Muhammadiyah sudah menetapkan 18 Februari sebagai awal puasa berdasarkan hisab hakiki.

Menurut kalender hijriah internasional dan beberapa lembaga astronomi, puasa Ramadhan diperkirakan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026 untuk sebagian besar wilayah Muslim dunia, termasuk potensi penetapan pemerintah Indonesia.

Bulan Puasa: Berapa Lama dan Apa Artinya?

Bulan Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam yang berlangsung sekitar 29–30 hari, tergantung pada observasi hilal (bulan sabit).

Ini adalah waktu di mana umat Muslim fokus pada puasa, doa, sedekah, dan meningkatkan ibadah.

Penetapan tanggal dimulainya bulan puasa selalu beragam karena mengikuti metode hisab (perhitungan astronomis) dan rukyat (melihat hilal).

Itulah sebabnya kita sering mendengar sedikit perbedaan tanggal antara penetapan organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan penetapan pemerintah melalui sidang isbat.

Referensi Tahun Lalu: Puasa 2025 Tanggal Berapa?

Untuk perbandingan, puasa Ramadhan 2025 atau 1 Ramadhan 1446 H dimulai pada 1 Maret 2025, setelah terlihat hilal pada malam sebelumnya.

Ini membuat puasa Ramadhan tahun 2025 berlangsung hingga akhir Maret 2025, saat muslim menjalankan ibadah puasa sebulan penuh.

Perbedaan antara tanggal puasa 2025 dan tanggal puasa 2026 merupakan bukti bahwa kalender hijriah senantiasa bergeser sekitar 10–11 hari lebih awal tiap tahunnya dibanding kalender Gregorian karena sifatnya yang berbasis bulan.

Puasa Ramadhan dalam Kalender Islam

Dalam kalender Islam (hijriah), bulan Ramadhan berubah setiap tahun karena didasarkan pada fase bulan. Tahun 1446 H lalu bertepatan dengan tahun 2025 M, sementara tahun 1447 H bertepatan dengan tahun 2026 M.

Karena perbedaan panjang tahun (354 hari dalam hijriah vs 365 hari dalam masehi), tanggal puasa terus bergeser ke awal tahun masehi tiap tahunnya. ([IslamicFinder][5])

Apa Arti Tanggal Puasa bagi Umat Muslim?

Bulan puasa Ramadhan bukan sekadar soal menahan lapar dan haus—puasa dalam Islam adalah kewajiban yang penuh makna, yaitu bentuk ketaatan kepada Allah SWT, sarana meningkatkan empati kepada sesama, serta waktu refleksi spiritual.

Untuk memulai puasa, seseorang juga diwajibkan untuk meniatkan puasa sebelum fajar setiap harinya maupun pada malam sebelumnya untuk puasa wajib Ramadhan.

Baca juga: Berapa Hari Lagi Puasa 2026? Ini Tanggal dan Persiapan Menyambutnya

Kesimpulan: Catat Tanggal Puasa 2026

Berikut hal-hal penting seputar puasa Ramadhan 2026 yang perlu diketahui:

  • Prediksi awal puasa: 18–19 Februari 2026. 
  • Puasa 2026 kemungkinan berlangsung: sekitar 29–30 hari, berakhir pertengahan hingga akhir Maret 2026.
  • Puasa 2025 dimulai 1 Maret 2025. 
  • Penetapan resmi tanggal puasa setiap tahun: melalui sidang isbat oleh pemerintah dan observasi hilal oleh ormas Islam.

Dengan mengetahui tanggal puasa 2026, umat Muslim dapat mulai mempersiapkan diri secara spiritual dan fisik menyambut bulan suci Ramadhan—waktu yang penuh berkah, ampunan, dan kesempatan memperbaiki diri dalam ibadah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar