Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tarhib Ramadhan Adalah Tradisi Sunnah? Ini Penjelasan Lengkapnya

Kompas.com, 5 Februari 2026, 06:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Setiap kali bulan Ramadhan mendekat, suasana umat Islam di berbagai penjuru dunia mulai berubah.

Masjid semakin ramai, kajian keislaman meningkat, dan berbagai kegiatan sosial bermunculan.

Di balik tradisi itu, terdapat satu istilah yang menjadi simbol penyambutan Ramadhan, yaitu Tarhib Ramadhan.

Tarhib Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial. Ia merupakan bagian dari persiapan spiritual, mental, dan sosial agar umat Islam mampu memasuki bulan suci dengan kondisi terbaik.

Lantas, apa sebenarnya makna tarhib Ramadhan dan bagaimana praktiknya dalam tradisi Islam?

Baca juga: Tarhib Ramadhan: Menyambut Bulan Suci dengan Hati yang Bersih dan Jiwa yang Siap

Pengertian Tarhib Ramadhan dalam Perspektif Bahasa dan Syariat

Secara bahasa, kata tarhib (ترحيب) berasal dari akar kata rahuba–yarhabu yang bermakna meluaskan, melapangkan, menyambut dengan kegembiraan, serta menerima dengan hati terbuka.

Dalam konteks Ramadhan, tarhib berarti sikap batin dan tindakan nyata untuk menyambut datangnya bulan penuh berkah dengan rasa bahagia, hormat, dan kesiapan beribadah.

Tarhib Ramadhan sering dipahami sebagai rangkaian aktivitas persiapan umat Islam sebelum masuk bulan puasa, baik dalam bentuk ibadah, edukasi keagamaan, maupun kegiatan sosial.

Dalam buku Fiqh Keutamaan karya Prof. Dr. Yusuf Al-Qaradawi dijelaskan bahwa persiapan menyambut Ramadhan merupakan bagian dari adab terhadap waktu mulia.

Seorang Muslim dianjurkan memuliakan Ramadhan bahkan sebelum ia tiba, sebagaimana para sahabat Nabi yang telah mempersiapkan diri jauh hari sebelumnya.

Baca juga: Kenapa Awal Ramadhan di Indonesia Bisa Berbeda? Ini Penjelasan Kemenag

Rasulullah SAW Memberi Kabar Gembira tentang Datangnya Ramadhan

Tarhib Ramadhan memiliki landasan kuat dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Rasulullah sering mengabarkan kedatangan Ramadhan kepada para sahabat sebagai bentuk motivasi spiritual.

Dalam hadis riwayat Ahmad dan An-Nasa’i disebutkan:

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ، فَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ النَّارِ

Qad jaa’akum syahru Ramadhān syahrun mubārak, faradhallāhu ‘alaikum shiyāmah...

Artinya: “Sungguh telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya. Pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup.” (HR Ahmad)

Hadis ini menunjukkan bahwa menyambut Ramadhan dengan kegembiraan bukanlah tradisi baru, melainkan teladan langsung dari Rasulullah SAW.

Tarhib Ramadhan sebagai Persiapan Spiritual

Dalam Islam, Ramadhan bukan sekadar pergantian bulan, melainkan momentum transformasi ruhani. Oleh karena itu, tarhib Ramadhan diarahkan untuk menyiapkan kondisi hati dan iman.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush shiyām...

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama Ramadhan adalah membentuk ketakwaan. Tarhib Ramadhan menjadi pintu awal menuju proses tersebut.

Dalam buku Tazkiyatun Nafs karya Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa penyucian jiwa tidak dapat dicapai secara instan, melainkan melalui tahapan persiapan batin, pengendalian hawa nafsu, dan pembiasaan amal saleh. Tarhib Ramadhan berada pada fase awal pembiasaan itu.

Baca juga: Puasa Pertama Ramadhan 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah

Ragam Kegiatan Tarhib Ramadhan di Masyarakat

Di berbagai daerah Indonesia, tarhib Ramadhan hadir dalam beragam bentuk. Meski berbeda tradisi, substansinya tetap sama, mempersiapkan diri menyambut bulan suci.

Tadarus dan Khataman Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an menjadi aktivitas utama tarhib Ramadhan. Kegiatan ini biasanya dilakukan di masjid, mushala, sekolah, hingga lingkungan keluarga.

Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Khairukum man ta‘allamal-Qur’āna wa ‘allamahu

Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR Bukhari)

Tadarus sebelum Ramadhan bertujuan membiasakan lisan dan hati agar siap memperbanyak tilawah saat puasa berlangsung.

Sedekah dan Aksi Sosial

Tarhib Ramadhan juga identik dengan gerakan berbagi. Banyak komunitas membuka dapur umum, pembagian sembako, dan santunan anak yatim.

Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi disebutkan:

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ

Afdhaluṣ-ṣadaqati ṣadaqatun fī Ramadhān

Artinya: “Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.”

Persiapan sedekah sejak sebelum Ramadhan membantu umat mengatur harta agar lebih siap beramal selama bulan suci.

Pengajian dan Kajian Fiqih Puasa

Pengajian tarhib Ramadhan biasanya membahas hukum puasa, adab Ramadhan, hingga keutamaan Lailatul Qadar.

Menurut buku Al-Islam karya Dr. Said Hawwa, pemahaman ilmu menjadi fondasi agar ibadah Ramadhan tidak hanya sah secara fiqih, tetapi juga bernilai spiritual.

Doa Menyambut Ramadhan

Salah satu tradisi tarhib Ramadhan adalah memperbanyak doa agar dipertemukan dengan bulan suci.

Doa yang sering dibaca adalah:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allahumma bārik lanā fī Rajaba wa Sya‘bāna wa ballighnā Ramadhān

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.” (HR Ahmad)

Doa ini mencerminkan harapan agar diberi umur, kesehatan, dan kesempatan beribadah.

Baca juga: Sedekah di Bulan Ramadhan, Benarkah Bisa Panjangkan Umur?

Tarhib Ramadhan di Era Modern

Di era digital, tarhib Ramadhan mengalami transformasi. Kajian daring, kampanye sedekah digital, hingga pengingat ibadah melalui aplikasi menjadi bagian baru dari penyambutan Ramadhan.

Meski bentuknya berubah, esensi tarhib tetap sama, membangun kesiapan ruhani sebelum Ramadhan tiba.

Menurut Prof. Quraish Shihab dalam buku Membumikan Al-Qur’an, umat Islam perlu menyesuaikan metode dakwah dan ibadah dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan ruh spiritualnya.

Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Siap

Tarhib Ramadhan sejatinya bukan hanya agenda komunitas, melainkan perjalanan pribadi setiap Muslim. Ia dimulai dari niat, dibuktikan dengan persiapan diri, dan diwujudkan melalui amal nyata.

Ramadhan bukan datang untuk sekadar dilalui, tetapi untuk dimenangkan. Maka, siapa yang menyambutnya dengan persiapan matang, dialah yang paling berpeluang meraih keberkahan, ampunan, dan kemuliaan.

Kini pertanyaannya bukan lagi apa itu tarhib Ramadhan, melainkan, sudahkah kita benar-benar siap menyambut tamu agung bernama Ramadhan?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar