Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketua Umum MUI Tekankan Persatuan Umat dan Dukungan pada Pemerintah

Kompas.com, 7 Februari 2026, 16:14 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com-Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar mengajak umat Islam Indonesia memperkuat persatuan nasional.

Ajakan tersebut disampaikan dalam Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus MUI periode 2025–2030.

Kegiatan ini berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (7/2/2026).

Baca juga: Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter di Bundaran HI untuk Gedung MUI dan Lembaga Umat Islam

Anwar menegaskan peran strategis umat Islam dalam mendukung pemerintah membangun bangsa yang stabil dan sejahtera.

“Dengan persatuan, kita menciptakan stabilitas bangsa. Keberhasilan pembangunan Indonesia adalah keberhasilan umat Islam, dan kegagalannya juga menjadi tanggung jawab umat Islam,” ujar Kiai Anwar, dilansir dari Antara.

MUI Didorong Menjadi Mitra Strategis Pemerintah

Anwar menekankan pentingnya posisi MUI sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan nasional.

Ia menyebut MUI memiliki peran strategis dalam mewujudkan masyarakat yang damai, bersatu, sejahtera, dan diridhai Allah SWT.

Menurutnya, kolaborasi antara ulama dan pemerintah menjadi fondasi penting bagi kemajuan bangsa.

Anwar menyatakan umat Islam memiliki kewajiban mendampingi pemerintah sebagai shodiqul hukumah atau mitra strategis.

Pendampingan tersebut diarahkan untuk mewujudkan kemakmuran dan kemuliaan bangsa secara berkelanjutan.

Baca juga: Board of Peace untuk Palestina, PBNU Nilai Penting, MUI Menolak

Seruan Memperkuat Ukhuwah dalam Kehidupan Berbangsa

Dalam sambutannya, Anwar juga mengajak umat Islam mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.

Ia menilai ketiga bentuk persaudaraan tersebut menjadi fondasi utama persatuan nasional.
Penguatan ukhuwah dinilai penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Ajak Introspeksi Diri di Tengah Musibah Bencana

Selain isu persatuan, Anwar turut menyinggung musibah bencana yang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di Provinsi Sumatera.

Ia mengajak umat Islam mendoakan para penyintas agar diberikan kekuatan dan ketabahan.
Menurutnya, berbagai musibah tersebut perlu dijadikan momentum untuk bermuhasabah dan memperbaiki diri.

“Insya Allah, jika kita terus mengetuk langit tanpa lelah, Allah akan membukakan pintu rahmat, maghfirah, dan berkah bagi kita semua,” katanya.

Baca juga: Dzikir Bulan Sya’ban: 4 Bacaan yang Dianjurkan MUI dan Keutamaannya

Bencana sebagai Pengingat untuk Bertobat dan Mawas Diri

Anwar menegaskan musibah tidak dapat dilepaskan dari perilaku manusia.
Ia mengingatkan pentingnya introspeksi, tobat, dan memperbanyak istighfar.

“Tidak ada musibah yang terjadi bagi umat manusia kecuali atas ulah dan kesalahan manusia itu sendiri. Ini penting untuk introspeksi, bertobat, beristighfar, dan mawas diri agar kita tidak terjatuh dalam murka Allah,” ujarnya.

Doa Umat Terus Dipanjatkan untuk Penyintas

Anwar menuturkan doa terus dipanjatkan sejak terjadinya bencana di Aceh dan Sumatera.
Ia menyebut doa dilakukan di masjid, mushalla, pesantren, serta dalam setiap pelaksanaan shalat dan kegiatan keagamaan.

“Semoga doa-doa yang tak pernah putus itu dikabulkan oleh Allah SWT,” kata Kiai Anwar.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar