Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Tarawih Ramadhan 2026 Dimulai? Ini Jadwal, Niat, dan Tata Caranya

Kompas.com, 9 Februari 2026, 12:55 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Pertanyaan kapan tarawih Ramadhan 2026 mulai dilaksanakan banyak dicari umat Islam menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.

Shalat tarawih merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah shalat Isya selama bulan Ramadhan.

Pelaksanaan tarawih menandai dimulainya rangkaian ibadah malam di bulan suci.

Waktu dimulainya tarawih bergantung pada penetapan awal Ramadhan yang ditentukan melalui sidang isbat pemerintah.

Baca juga: Sholat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Ramadan 1447 H Resmi 10 Rakaat

Kementerian Agama Republik Indonesia dijadwalkan menggelar sidang isbat penentuan 1 Ramadhan 1447 H pada 17 Februari 2026.

Hasil sidang isbat tersebut akan menjadi dasar penetapan awal puasa sekaligus pelaksanaan shalat tarawih pertama.

Perkiraan Waktu Tarawih Ramadhan 2026

Berdasarkan kalender Hijriah global, awal Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026.

Jika 1 Ramadhan ditetapkan pada tanggal tersebut, maka sholat tarawih pertama akan dilaksanakan pada malam sebelumnya, yakni Selasa malam, 17 Februari 2026.

Namun, kepastian kapan tarawih Ramadhan 2026 dimulai tetap menunggu pengumuman resmi hasil sidang isbat.

Masyarakat diimbau mengikuti penetapan pemerintah atau keputusan organisasi keagamaan yang dianut masing-masing.

Baca juga: Puasa 2026 Kapan? Niat Puasa Baik Dibaca Setelah Tarawih atau Sahur?

Tarawih Bisa Dilaksanakan di Masjid atau di Rumah

Shalat tarawih dianjurkan dikerjakan secara berjamaah di masjid.

Meski demikian, tarawih juga sah dilakukan sendiri atau bersama keluarga di rumah apabila terdapat halangan tertentu.

Pelaksanaan tarawih di rumah tetap bernilai ibadah selama dilakukan sesuai tuntunan syariat.

Pemahaman niat dan tata cara menjadi hal penting sebelum melaksanakan tarawih.

Keutamaan Sholat Tarawih

Sholat tarawih memiliki keutamaan besar sebagai ibadah sunnah di bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang mendirikan shalat (tarawih) pada malam Ramadhan dengan iman dan penuh harap kepada Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa tarawih menjadi sarana meraih ampunan dan keberkahan di bulan suci.

Niat Sholat Tarawih

Seperti ibadah lainnya, shalat tarawih diawali dengan niat yang diucapkan dalam hati.

Berikut bacaan niat shalat tarawih, dilansir dari buku Fikih Salat Sunah karya Ali Musthafa Siregar dan Nurhadi:

Ushalli sunnatat Tarawihi rak‘atayni mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Baca juga: Sholat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Ramadan 1447 H Resmi 10 Rakaat

Tata Cara Sholat Tarawih

Sholat tarawih umumnya dilakukan dua rakaat satu salam.

Pelaksanaan diawali dengan niat dan takbiratul ihram.

Setelah itu membaca surah Al-Fatihah dan surah pendek, dilanjutkan dengan rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.

Rakaat kedua dilakukan dengan urutan yang sama hingga tahiyat akhir dan salam.

Sholat tarawih dilakukan sebanyak delapan atau 20 rakaat.

Setiap dua rakaat diakhiri dengan salam.

Setelah tarawih, disunnahkan menutup ibadah malam dengan shalat witir.

Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Dilansir dari buku panduan Tarawih dan Witir Kemenag, terdapat dua pendapat utama mengenai jumlah rakaat shalat tarawih.

Pendapat pertama menyebutkan delapan rakaat tarawih ditambah tiga rakaat witir sehingga total 11 rakaat.

Pendapat kedua menyebutkan 20 rakaat tarawih ditambah tiga rakaat witir sehingga total 23 rakaat.

Kedua pendapat tersebut sah dan dapat dipilih sesuai kemampuan masing-masing.

Menyambut Tarawih Ramadhan 2026

Shalat tarawih menjadi ibadah penting dalam menyambut Ramadhan 1447 Hijriah.

Ibadah ini menandai dimulainya malam-malam penuh doa dan ampunan.

Umat Islam diharapkan mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual menjelang tarawih Ramadhan 2026.

Menjaga kekhusyukan dan toleransi menjadi kunci dalam menjalani perbedaan penetapan awal Ramadhan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
KUA Layani Curhat Warga tentang Masalah Keluarga hingga Luka Batin
KUA Layani Curhat Warga tentang Masalah Keluarga hingga Luka Batin
Aktual
Istighatsah Akbar di Malang: Doa untuk Presiden Prabowo Subianto
Istighatsah Akbar di Malang: Doa untuk Presiden Prabowo Subianto
Aktual
BPKH Buka Rekrutmen Pegawai 2026, Simak 9 Formasi, Syarat, dan Jadwal Pendaftarannya
BPKH Buka Rekrutmen Pegawai 2026, Simak 9 Formasi, Syarat, dan Jadwal Pendaftarannya
Aktual
MUI Fasilitasi KPR untuk Dai dan Guru Ngaji agar Punya Rumah Sendiri
MUI Fasilitasi KPR untuk Dai dan Guru Ngaji agar Punya Rumah Sendiri
Aktual
Kemenhaj Dorong Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji, Dana Dikelola Lebih Transparan
Kemenhaj Dorong Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji, Dana Dikelola Lebih Transparan
Aktual
Kemenhaj Akan Perketat Syarat Kesehatan Haji 2027, Jamaah Berkomorbid Jadi Sorotan
Kemenhaj Akan Perketat Syarat Kesehatan Haji 2027, Jamaah Berkomorbid Jadi Sorotan
Aktual
Indonesia Resmi Kantongi Izin Empty Leg Penerbangan Haji dari Arab Saudi, Apa Dampaknya?
Indonesia Resmi Kantongi Izin Empty Leg Penerbangan Haji dari Arab Saudi, Apa Dampaknya?
Aktual
Pemda DIY Usulkan Seluruh Jamaah Haji Gunakan E-Paspor untuk Percepat Layanan Imigrasi
Pemda DIY Usulkan Seluruh Jamaah Haji Gunakan E-Paspor untuk Percepat Layanan Imigrasi
Aktual
Jemaah Haji Jember yang Pulang Sebanyak 2.949 Orang, 4 Wafat di Tanah Suci
Jemaah Haji Jember yang Pulang Sebanyak 2.949 Orang, 4 Wafat di Tanah Suci
Aktual
BPKH Buka Rekrutmen Pegawai 2026, Ini Formasi, Syarat, dan Jadwal Pendaftarannya
BPKH Buka Rekrutmen Pegawai 2026, Ini Formasi, Syarat, dan Jadwal Pendaftarannya
Aktual
Sering Mimpi Buruk dan Takut Jadi Kenyataan? Ini Cara Menyikapinya Menurut Ulama MUI
Sering Mimpi Buruk dan Takut Jadi Kenyataan? Ini Cara Menyikapinya Menurut Ulama MUI
Aktual
Anggota Komisi III DPR Dukung Pembuatan Regulasi Tegas terhadap Kampanye LGBT
Anggota Komisi III DPR Dukung Pembuatan Regulasi Tegas terhadap Kampanye LGBT
Aktual
Bagaimana Hukum Shalat Sunnah Dua Rakaat Sebelum Shalat Jumat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Bagaimana Hukum Shalat Sunnah Dua Rakaat Sebelum Shalat Jumat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
7 Amalan Sunnah Hari Jumat yang Dianjurkan Rasulullah, Amalkan untuk Menambah Pahala
7 Amalan Sunnah Hari Jumat yang Dianjurkan Rasulullah, Amalkan untuk Menambah Pahala
Aktual
Khutbah Jumat 26 Juni 2026: Menjaga Mizan: Menunaikan Amanah Khalifah dalam Merawat Bumi
Khutbah Jumat 26 Juni 2026: Menjaga Mizan: Menunaikan Amanah Khalifah dalam Merawat Bumi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com