Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hasil Rukyatul Hilal 1 Ramadhan 1447 H di Makassar: Hilal Tak Terlihat

Kompas.com, 17 Februari 2026, 17:41 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Rukyatul hilal untuk penentuan 1 Ramadan 1447 Hijriah berlangsung di Observatorium lantai 18 Menara Iqra Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Selasa (17/2/2026) sore waktu setempat.

Pemantauan ini menjadi bagian dari rangkaian penetapan awal puasa Ramadan 2026 di Indonesia.

Hasil pengamatan di Makassar masih menunggu keputusan resmi melalui sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag).

Pantauan di lokasi menunjukkan tiga teropong diarahkan ke langit Makassar. Dua unit merupakan milik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Selatan, sedangkan satu lainnya berasal dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Tim pemantau juga memonitor layar laptop yang terhubung langsung dengan perangkat teropong.

Baca juga: Link Live Streaming Sidang Isbat dan Pengamatan Hilal Awal Puasa 1 Ramadhan 2026

Kondisi Langit dan Hasil Pengamatan Hilal di Makassar

Dilansir dari Tribun-Timur.com, cuaca di Kota Makassar saat pengamatan hilal dilakukan terpantau cerah berawan menjelang matahari terbenam. Namun, awan cukup tebal menyelimuti bagian ufuk barat saat proses pengamatan berlangsung.

Koordinator Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, Jamroni, menyampaikan bahwa hilal belum dapat terlihat di langit Makassar, Sulawesi Selatan.

"Tidak bisa terlihat hilal, karena posisi secara perhitungan atau hisab, nilainya negatif," kata Jamroni saat melakukan pengamatan, Selasa (17/2/2026).

Jamroni menjelaskan pihaknya belum dapat melakukan pengamatan hilal secara jelas karena bulan lebih dahulu terbenam dibandingkan matahari.

"Kita anggap nilai hilal negatif, maka tidak bisa teramati. Kita tetap melakukan pengamatan rukyah. Rukyahnya tetap kita amati tapi kemungkinan tidak mungkin karena nilainya negatif semua," katanya.

Baca juga: 10 Istilah dalam Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan dan Penjelasan Artinya

Data Astronomis Pengamatan Hilal Awal Ramadhan 2026

Berdasarkan data di titik koordinat Lintang 05° 10' 48" LS dan Bujur 119° 26' 24" BT pada ketinggian 180 meter di atas permukaan laut, matahari terbenam pada pukul 18:23:59 WITA.

Azimuth matahari tercatat 257.970°, sementara azimuth bulan 256.702° dengan tinggi bulan -1° 26,34'. Elongasi bulan tercatat 1,92º dan posisinya berada di selatan-bawah matahari dengan umur bulan -21 jam 22 menit 52 detik.

Bulan diketahui lebih dulu terbenam pada pukul 18:18:46 WITA.

Awal Puasa Ramadhan 2026 Menunggu Keputusan Sidang Isbat

Meski hasil pengamatan di Makassar menunjukkan hilal belum terlihat, penentuan 1 Ramadan 1447 H belum dapat dipastikan. Sebab, pemantauan hilal juga dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia.

Keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama.

"Kalau itu kita tunggu hasil sidang isbat, kalau perhitungan (hilal) tidak (tidak terlihat). Nanti Muhammadiyah punya metode perhitungan lain tapi kita tunggu sidang isbat. Tapi secara perhitungan atau hisab tidak terpenuhi semuanya," ujarnya.

Sikap Muhammadiyah dalam Penetapan 1 Ramadan 1447 H

Pengelola Observatorium Unismuh, Hisbullah, memastikan proses pemantauan hilal berjalan lancar.

Ia menyebut Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026.

“Secara organisasi, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H berdasarkan KHGT, yang secara hisab menunjukkan bahwa ijtimak telah terjadi dan hilal telah memenuhi kriteria imkan rukyat global. Karena itu, warga Muhammadiyah memulai puasa pada Rabu, 18 Februari 2026,” ujar Hisbullah dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, penyediaan lokasi pemantauan di Observatorium Unismuh merupakan bentuk konsistensi Muhammadiyah dalam menjunjung prinsip keilmuan sekaligus menjaga toleransi dalam perbedaan metode penetapan awal Ramadan.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "BMKG: Hilal Tak Terlihat di Makassar".

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar