Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Indonesia–Arab Saudi Sepakat Perkuat Layanan Haji 2026, Sistem Nusuk hingga Akomodasi Jadi Sorotan

Kompas.com, 19 Februari 2026, 12:54 WIB
Khairina

Penulis

KOMPAS.com – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf bertemu Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Taufiq F. Al-Rabiah pada 16–17 Februari 2026 di Kantor Dagang Arab Saudi, Jeddah.

Pertemuan ini membahas penguatan layanan haji 1447 H/2026 M sebagai bagian dari kerja sama bilateral kedua negara.

Fokus pembahasan diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan jemaah Indonesia di Tanah Suci.

Baca juga: BPKH Dorong Investasi Ekosistem Haji, Indonesia Tak Lagi Sekadar Pasar

Kedua menteri menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji menjadi tanggung jawab bersama.

Pertemuan selama dua hari tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan teknis dan memperkuat koordinasi operasional menjelang musim haji 2026.

Indonesia sebagai salah satu negara pengirim jemaah terbesar dunia memandang sinergi dengan otoritas Arab Saudi sebagai kunci keberhasilan pelayanan.

“Kesuksesan dalam melayani tamu Allah bukan hanya keberhasilan satu pihak, melainkan tanggung jawab kolektif. Karena itu, seluruh kendala dalam persiapan penyelenggaraan haji tahun ini harus kita inventarisir dan carikan solusi bersama,” ujar Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf di Jeddah, Selasa (17/2/2026), dalam rilis yang diterima KOMPAS.com.

Baca juga: Kemenhaj Siapkan Layanan One Stop Service Umrah dengan Mentransformasikan Asrama Haji

Fokus Perbaikan Layanan Haji 2026

Mochamad Irfan Yusuf yang akrab disapa Gus Irfan menyampaikan sejumlah catatan strategis terkait layanan haji 2026.

Catatan tersebut meliputi penguatan sistem Nusuk, pengelolaan DAM, akomodasi, transportasi, konsumsi, layanan kesehatan, hingga integrasi layanan pendukung lainnya.

Seluruh aspek tersebut dibahas untuk memastikan pelayanan jemaah Indonesia berjalan lebih efektif, terukur, serta berorientasi pada kenyamanan dan kemanusiaan. Pemerintah Indonesia menilai peningkatan koordinasi teknis sangat penting agar pelaksanaan ibadah berlangsung lancar.

“Kami bersepakat, tidak ada agenda lain selain menyukseskan haji tahun 2026. Energi, perhatian, dan kerja sama kita diarahkan sepenuhnya untuk itu,” tegasnya.

Baca juga: Bulog Jajaki Pembangunan Gudang di Kampung Haji Arab Saudi, Siap Ekspor Beras Haji 2026

Komitmen Kolaboratif Arab Saudi

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Taufiq F. Al-Rabiah menegaskan komitmen kolaboratif dalam penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M.

Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap penguatan kerja sama pelayanan jemaah Indonesia.

“Your success, my success. We must be success.”

Pernyataan tersebut menjadi simbol kesepahaman bahwa keberhasilan pelayanan jemaah Indonesia merupakan bagian dari keberhasilan pelayanan haji secara global.

Sinergi Travel dan Syarikah

Rangkaian pertemuan diawali dengan simposium dan workshop yang mempertemukan asosiasi travel Indonesia dengan berbagai syarikah Arab Saudi. Forum tersebut membahas pembagian peran dan tanggung jawab dalam menjaga standar pelayanan bagi tamu Allah.

Koordinasi teknis di lapangan diperkuat agar tidak terjadi kendala yang dapat mengganggu kenyamanan jemaah. Pemerintah Indonesia menilai kemitraan antara travel dan penyedia layanan di Arab Saudi menjadi faktor penting dalam kelancaran operasional.

Integrasi Sistem Digital dan Perlindungan Jamaah

Kedua negara juga sepakat mengembangkan interoperabilitas sistem digital dalam pengelolaan data haji dan umrah. Integrasi ini diharapkan mempermudah proses layanan, meningkatkan akurasi data, serta memperkuat perlindungan jemaah.

Penguatan sistem digital dinilai mampu menciptakan layanan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Modernisasi sistem juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan haji yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Baca juga: Umrah di Bulan Ramadhan Setara Haji? Ini Penjelasan Ulama

Penguatan Hubungan Dua Negara

Selain isu teknis penyelenggaraan haji, Menteri Taufiq F. Al-Rabiah mendorong peningkatan kerja sama pariwisata dua arah. Hubungan haji dan umrah dinilai dapat menjadi jembatan interaksi sosial, ekonomi, dan budaya antara Indonesia dan Arab Saudi.

“Kami berharap kunjungan wisata dari masyarakat Arab Saudi ke Indonesia dapat meningkat secara signifikan. Hubungan haji dan umrah dapat menjadi jembatan yang mempererat interaksi sosial, ekonomi, dan budaya kedua negara,” ujarnya.

Sebagai penutup, kedua menteri melaksanakan kegiatan rihlah atau jaulah ke sejumlah lokasi bersejarah di dua kota suci. Kegiatan tersebut menjadi refleksi atas tanggung jawab besar dalam melayani jutaan jemaah dari berbagai negara.

“Kami menyadari bahwa setiap kebijakan dan setiap keputusan pada akhirnya bermuara pada kenyamanan dan kekhusyukan ibadah jemaah. Amanah ini harus kita jaga bersama,” pungkas Menhaj Tawfiq.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar