Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Umrah di Bulan Ramadhan Setara Haji? Ini Penjelasan Ulama

Kompas.com, 10 Februari 2026, 12:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Umrah merupakan ibadah yang memiliki kedudukan mulia dalam Islam. Ia dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun dan menjadi salah satu bentuk ziarah suci ke Baitullah dengan melaksanakan tawaf, sa’i, dan tahallul sesuai tuntunan syariat.

Namun, ada satu waktu yang memiliki keistimewaan tersendiri dalam pelaksanaan umrah, yakni bulan Ramadhan.

Dalam sejumlah hadits sahih, Rasulullah SAW menyebut bahwa umrah yang dilakukan pada bulan Ramadhan memiliki pahala setara dengan haji.

Pernyataan ini kerap memunculkan pertanyaan: apakah benar nilainya sama dengan ibadah haji? Bagaimana penjelasan para ulama mengenai hal tersebut? Berikut penjelasan lengkapnya.

Baca juga: Kemenhaj Rilis Buku Manasik Haji dan Umrah 2026, Fokus Lansia dan Jamaah Berisiko Tinggi

Pengertian dan Kedudukan Umrah dalam Islam

Secara bahasa, umrah berarti ziarah atau berkunjung. Dalam istilah fikih, umrah adalah mengunjungi Ka’bah untuk melaksanakan ibadah tertentu, yaitu ihram dari miqat, tawaf, sa’i antara Shafa dan Marwah, serta tahallul.

Dalam Fiqhul Islami wa Adillatuhu karya Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dijelaskan bahwa umrah merupakan ibadah yang disyariatkan dan hukumnya diperselisihkan ulama, sebagian menyatakan wajib sekali seumur hidup, sementara sebagian lain memandangnya sunnah muakkadah.

Mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i, Hanafi, dan Hambali membolehkan pelaksanaan umrah berkali-kali dalam setahun, sedangkan mazhab Maliki memakruhkan pengulangan umrah dalam waktu yang terlalu berdekatan.

Baca juga: Jangan Tergiur Harga Murah! Ini Cara Pilih Travel Umrah Resmi Menurut Kemenhaj

Keutamaan umrah juga ditegaskan dalam hadits Nabi SAW:

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا

Al-‘umratu ilal-‘umrati kaffāratun limā bainahumā.

Artinya: “Umrah yang satu ke umrah berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa umrah bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan momentum penyucian diri.

Baca juga: Cara Umroh yang Benar Menurut Sunnah Rasulullah SAW: Panduan Praktis

Mengapa Umrah di Bulan Ramadhan Disebut Setara Haji?

Keistimewaan umrah di bulan Ramadhan bersumber dari hadits sahih yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA.

Rasulullah SAW pernah bertanya kepada seorang perempuan yang tidak ikut berhaji bersama beliau:

مَا مَنَعَكِ أَنْ تَحُجِّيَ مَعَنَا

Mā mana‘aki an tahujjī ma‘anā

“Apa yang menghalangimu untuk berhaji bersama kami?”

Perempuan tersebut menjawab bahwa ia tidak memiliki kendaraan karena digunakan oleh suami dan anaknya. Rasulullah SAW kemudian bersabda:

فَإِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِي فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً

Fa idzā jā’a Ramadhānu fa‘tamirī fīhi fa inna ‘umratan fī Ramadhāna ta‘dilu hajjah.

Artinya: “Jika datang bulan Ramadhan, maka berumrahlah di dalamnya, karena umrah di bulan Ramadhan setara dengan haji.” (HR Bukhari dan Muslim)

Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menegaskan bahwa kesetaraan tersebut berlaku dari sisi pahala (tsawab), bukan dari sisi kewajiban. Artinya, umrah di bulan Ramadhan tidak menggugurkan kewajiban haji bagi yang mampu.

Dengan kata lain, ganjarannya menyerupai pahala haji, namun secara hukum dan rukun ibadah tetap berbeda.

Perspektif Ulama tentang Keutamaan Waktu

Dalam Fiqh Ibadah karya Prof. Abdul Aziz Muhammad Azzam dan Prof. Abdul Wahhab Sayyed Hawwas dijelaskan bahwa keutamaan ibadah dipengaruhi oleh tiga hal, tempat, waktu, dan kualitas pelaksanaan.

Ramadhan merupakan bulan yang dimuliakan Allah SWT. Setiap amal kebajikan dilipatgandakan pahalanya.

Jika umrah sendiri sudah memiliki keutamaan besar, maka ketika dilaksanakan pada waktu yang utama dan di tempat paling suci, nilainya menjadi semakin tinggi.

Allah SWT berfirman:

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ

Wa atimmul hajja wal ‘umrata lillāh.

Artinya: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.” (QS Al-Baqarah: 196)

Ayat ini menekankan pentingnya kesungguhan dan kesempurnaan dalam menjalankan ibadah, termasuk umrah di bulan Ramadhan.

Baca juga: AMPHURI Gugat UU Haji dan Umrah ke MK: Soroti “Umrah Mandiri” yang Dinilai Diskriminatif

Apakah Rasulullah SAW Pernah Umrah di Bulan Ramadhan?

Menariknya, dalam sejarah, Rasulullah SAW tidak melaksanakan umrah di bulan Ramadhan. Dalam riwayat yang sahih, beliau menunaikan umrah pada bulan Dzulqa’dah.

Namun, para ulama menjelaskan bahwa tidak dilaksanakannya umrah Ramadhan oleh Nabi bukan berarti ia tidak utama.

Bisa jadi karena faktor strategi dakwah, kondisi sosial-politik atau hikmah lain yang Allah kehendaki.

Keutamaan umrah Ramadhan tetap berdasar pada hadits yang jelas dan sahih.

Hikmah di Balik Keistimewaan Umrah Ramadhan

Umrah di bulan Ramadhan menggabungkan dua momentum spiritual sekaligus, ibadah di Tanah Suci dan kemuliaan bulan Ramadhan. Di bulan ini, umat Islam berpuasa, memperbanyak tilawah, qiyamul lail, dan sedekah.

Melaksanakan tawaf dan sa’i dalam keadaan berpuasa menjadi bentuk pengorbanan fisik dan spiritual yang lebih besar. Dalam konteks inilah pahala dilipatgandakan.

Sebagaimana sabda Nabi SAW:

“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan, satu kebaikan dibalas sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat.” (HR Muslim)

Baca juga: Kemenhaj Ingatkan Waspada Travel Umrah, Ini Tips Hindari Penipuan Jemaah

Tips Menjalankan Umrah di Bulan Ramadhan

Ibadah di bulan suci tentu memerlukan persiapan lebih matang, diantaranya:

Menjaga kondisi fisik

Aktivitas tawaf dan sa’i di tengah cuaca panas memerlukan stamina prima. Latihan fisik ringan sebelum keberangkatan sangat dianjurkan.

Memperhatikan asupan sahur dan berbuka

Pilih makanan bergizi dan cukup cairan agar tubuh tidak mudah lelah.

Memahami fikih umrah

Pengetahuan tentang rukun, wajib, dan larangan ihram menjadi kunci agar ibadah sah dan sempurna.

Menata niat dan hati

Umrah bukan sekadar perjalanan religius, tetapi perjalanan ruhani menuju ketakwaan.

Dalam buku Umrah Sambil Belajar Sirah karya Hepi Andi Bastoni disebutkan bahwa memahami sejarah tempat-tempat suci akan menambah kekhusyukan dan makna spiritual selama berada di Tanah Suci.

Antara Janji Pahala dan Kesiapan Hati

Umrah di bulan Ramadhan memang dijanjikan pahala setara haji. Namun, esensi utamanya bukan sekadar besarnya ganjaran, melainkan kualitas ketundukan kepada Allah SWT.

Haji mabrur dijanjikan surga, sebagaimana hadits:

“Dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain surga.” (HR Bukhari dan Muslim)

Sementara umrah menjadi penghapus dosa di antara dua waktu pelaksanaannya.

Ramadhan menghadirkan suasana pengampunan, dan Tanah Suci menghadirkan ruang penyucian. Ketika keduanya bertemu, lahirlah momentum spiritual yang sangat istimewa.

Maka pertanyaannya bukan hanya apakah pahalanya setara haji, tetapi sudahkah hati benar-benar siap menjadi tamu Allah di bulan yang paling mulia?

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar