Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat 20 Februari 2026: Menjadikan Ramadhan Sebagai Madrasah Ketakwaan

Kompas.com, 20 Februari 2026, 05:40 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Memasuki hari-hari awal Ramadhan 1447 Hijriah, umat Islam kembali diingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan proses pembentukan karakter dan peningkatan kualitas takwa.

Bulan suci ini hadir sebagai momentum muhasabah sekaligus sarana pendidikan ruhani bagi setiap Muslim.

Nilai-nilai pengendalian diri, kejujuran, dan kepedulian sosial diuji dan diasah selama sebulan penuh.

Dalam khutbah Jumat berikut, Drs KH Achmad Hasanuddin, HR, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Kota Tangerang, mengajak jamaah menjadikan Ramadhan sebagai “madrasah ketakwaan”.

Khutbah ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al-Baqarah ayat 183 adalah agar umat Islam menjadi pribadi yang bertakwa.

Baca juga: Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Hati Gembira

Melalui dalil Al-Qur’an, hadis, serta penjelasan para ulama, khutbah ini menguraikan makna takwa, ciri-ciri orang bertakwa, dan bagaimana ibadah puasa dapat menjadi benteng moral dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah tantangan zaman, Ramadhan diharapkan mampu membentuk pribadi yang jujur, disiplin, serta menjauhi perbuatan yang merusak diri dan masyarakat.

Berikut teks khutbah secara lengkap, dilansir dari laman MUI:

Khutbah I

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللّٰهِ وَبَرَكَاتُه

.اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ اَنْعَمَ عِبَادَهُ بِالْاِسْلَامِ وَالْاِيْمَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ، وَمُبْرِزُ كُلِّ مَا سِوَاهُ مِنَ الْعَدَمِ اِلَى الْوُجْدَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللّٰهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ

.أَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْاِحْسَانِ

.أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ تَعَالٰى وَطَاعَتِهِ بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah,

Marilah kita jadikan pelaksanaan shalat Jumat ini sebagai salah satu media untuk meningkatkan kembali kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan takwa yang sebenar-benarnya takwa, dalam arti bagaimana kita berusaha dan berupaya sekuat tenaga untuk selalu melaksanakan perintah-perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan-larangan-Nya dalam menjalani semua aktivitas dalam kehidupan kita sehar-hari, di mana pun dan kapan pun kita berada. Karena takwa adalah modal dan bekal utama bagi kita semua untuk meraih keselamatan dan kebahagian hidup di dunia yang fana dan sesaat ini, serta dalam kehidupan yang kekal abadi di akhirat nanti. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an:

اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ مَفَازًاۙ

Artinya: “Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan.” (QS. An-Naba’: 31)

Terkait ayat ini, lafaz مَفَازًاۙ menurut Abu Laits as-Samarqandi dalam kitab Tanbihul Ghofilin maknanya adalah:

اَيْ نَجَاةً وَسَعَادَةً

“Keselamatan dan kebahagiaan”

Baca juga: Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Hati Gembira

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jumat yang Berbahagia,

Saat ini, di hari Jumat ini, kita berada di hari yang ke dua di bulan suci Ramadhan yang mulia dan penuh berkah ini. Dalam sebuah riwayat hadis, Rasulullah SAW telah menjelaskan kepada kita semua tentang kemuliaan dan keistimewaan bulan Ramadhan ini:

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ اِفْتَرَضَ اللّٰهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، يُفْتَحُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَيُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَحِيْمِ، وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِيْنُ، فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

Artinya: “Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu neraka ditutup padanya. Syetan-syetan dibelenggu padanya. Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh dia telah terhalang.” (HR Ahmad)

Karena itu kita semua berharap, semoga ibadah puasa yang saat ini sedang kita jalani dan ibadah-ibadah lainnya di bulan Ramadhan ini diterima oleh Allah SWT, sehingga kita bisa memperoleh limpahan keberkahan dan kebaikan bulan Ramadhan ini. Amin.

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jumat yang Dirahmati Allah,

Ibadah puasa yang sedang kita jalani ini bukan hanya sekedar mengajarkan kepada kita agar kita bisa menahan lapar dan haus di siang hari belaka. Lebih jauh dari itu, pada hakikatnya ibadah puasa adalah merupakan sebuah media pendidikan dan pelatihan bagi setiap jiwa dan pribadi yang beriman kepada Allah, agar mampu menjadi hamba Allah yang bertakwa kepada-Nya. Hal ini sebagaimana yang telah diingatkan oleh Nabi SAW dalam sabdanya berikut:

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ إنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ

“Puasa bukan sekedar menahan diri dari makan dan minum saja, sesungguhnya puasa adalah mengendalikan diri dari ucapan yang sia-sia dan perbuatan yang buruk.” (HR Hakim)

Mengingat betapa pentingnya untuk memahami hakikat puasa bagi peningkatan kualitas ketakwaan kepada Allah, maka dalam khutbah Jumat singkat ini khatib akan menyampaikan khutbah yang bertemakan; “Menjadikan Ramadhan Sebagai Madrasah Ketakwaan”

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah,

Allah SWT, melalui firman-Nya telah mengingatkan kita semua terkait tujuan dari kewajiban melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah : 183)

Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab tafsirnya, Marah Labid mengatakan:

اَيْ تَتَّقُوْنَ اللّٰهَ بِصَوْمِكُمْ وَتَرْكِكُمْ لِلشَّهَوَاتِ

“Yakni, kamu semua menjadi orang-orang yang bertakwa kepada Allah dengan sebab puasa kalian dan sebab kalian telah meninggalkan keinginan syahwat.”

Baca juga: 5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Dipenuhi Khatib

At-Tanthawi di dalam kitab tafsirnya, Al-Washit menafsirkan ayat tersebut sebagaimana berikut:

اَيْ لَعَلَّكُمْ بِأَدَائِكُمْ لِهٰذِهِ الْفَرِيْضَةِ تَنَالُوْنَ دَرَجَةَ التَّقْوَى وَالْخَشْيَةِ مِنَ اللّٰهِ وَبِذٰلِكَ تَكُوْنُوْنَ مِمَّنْ رَضَيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ

“Mudah-mudahan dengan kamu melaksanakan kewajiban (puasa) ini kamu akan memperoleh derajat takwa dan takut kepada Allah. Dengan begitu kamu termasuk ke dalam golongan orang-orang yang Allah ridho terhadap mereka dan mereka juga ridho kepada-Nya.”

Artinya, dengan kata lain, ibadah puasa di bulan Ramadhan yang sedang kita jalani ini bertujuan untuk menempa dan melakukan perbaikan diri hamba-hamba Allah yang beriman, agar menjadi pribadi-pribadi yang “muttaqin” yakni yang selalu bertakwa kepada Allah dalam mengisi dan menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari di alam dunia yang fana dan sesaat ini untuk meraih ridho-Nya.

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah,

Pertanyaannya kemudian, apakah sesungguhnya arti dari takwa itu? Dan bagaimana pula ciri-ciri orang yang bertakwa?

Ibnu Abi Syaibah dalam kitab Mushonnaf meriwayatkan perkataan seorang ulama besar dari golongan tabi’in yang bernama Thalaq bin Habib al-Anazi yang mengatakan: “Takwa adalah kamu berbuat dengan ketaatan kepada Allah atas cahaya dari Allah, karena mengharap rahmat Allah dan meninggalkan perbuatan maksiat (durhaka) kepada Allah atas cahaya dari Allah karena takut akan siksa Allah.”

Kemudian tentang ciri-ciri orang yang bertakwa yang mampu menjadikan ibadah puasa Ramadhan ini sebagai madrasah ketakwaan, dalam kitab Washiyatul Musthafa, disebutkan sebuah riwayat bahwa Rasulullah SAW menjelaskan tentang tiga ciri orang yang bertakwa, yaitu;

1. Seseorang yang menjaga dirinya dari berbicara dusta, bohong atau hoax, dan keji
2. Seseorang yang menjaga dirinya dari pergaulan yang buruk
3. Seseroang yang meninggalkan sebagian perkara yang halal karena takut terjerumus pada perkara yang haram.

Demikianlah tiga ciri-ciri orang yang bertakwa dalam menjalani aktivitas kehidupannya sehari-hari yang akan memperoleh limpahan rahmat dan ridho Allah di dunia dan akhirat sebagai hasil dari menjadikan Ramadhan sebagai madrasah ketakwaan bagi dirinya.

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jumat yang Dirahmati Allah,

Sebagai penutup dari khutbah singkat ini, saya mengajak diri saya dan jamaah shalat Jumat sekalian, mari kita jadikan ibadah puasa Ramadhan yang saat ini sedang kita jalani sebagai benteng pertahanan diri kita dari setiap serangan, bujuk rayu dan tipuan hawa nafsu diri kita dan godaan setan yang menyesatkan. Tentunya dengan harapan agar kita mampu menjaga dan memperbaiki diri kita melalui ibadah puasa Ramadhan ini menuju ketakwaan kepada Allah dan meraih ridho-Nya. Hal ini sebagaimana sabda Nabi SAW:

اَلصِّيَامُ جُنَّةٌ، وَهُوَحِصْنٌ مِنْ حُصُوْنِ الْمٌؤْمِنِ

“Puasa adalah tameng penjaga diri, ia adalah sebuah benteng (pertahanan) dan pemelihara diri dari benteng-bentengnya orang yang beriman.” (HR Thabrani)

Akhirnya, semoga Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, selalu melimpahkan rahmat dan ampunan serta ridho-Nya kepada kita semua. Sehingga kita bisa menjadikan Ramadhan sebagai madrasah ketakwaan bagi diri kita agar kita bisa menjadi hamba-hamba-Nya yang bertakwa kepada-Nya yang bisa memperoleh kebaikan di dunia ini dan kebaikan pula di akhirat nanti. Amin.

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يُطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَخْشَ اللّٰهَ وَيَتَّقْهِ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ

Artinya: “Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah, serta bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (QS. An-Nur: 52)

Dan orang-orang yang meraih kemenangan itu tidak lain adalah orang-orang yang akan memperoleh semua kebaikan dan selamat dari semua keburukan di dunia dan akhirat.

.بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْم، وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

.اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

.أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا

.اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

.اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

.عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar