Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menyentuh Jejak Rasul di Bogor, Wisata Religi Ramadhan yang Bikin Hati Bergetar

Kompas.com, 20 Februari 2026, 21:43 WIB
Afdhalul Ikhsan,
Farid Assifa

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com – Hamparan karpet merah menyambut langkah para pengunjung yang memasuki area “Pameran Artefak Rasulullah SAW dan Para Sahabat” di Laga Satria Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/2/2026).

Di balik tirai hitam yang menutup sekeliling ruangan, deretan kotak kaca berjejer rapi. Masing-masing menyimpan artefak yang berkaitan dengan sejarah Rasulullah SAW dan para sahabat.

Begitu melangkah masuk, wangi semerbak langsung terhirup dari pembakar bubur atau pengharum ruangan yang digunakan pada masa Kerajaan Turki Utsmani.

Permadani bermotif kaligrafi menggantung di dinding, menghadirkan suasana Timur Tengah yang kental. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dari seorang qori menggema, menciptakan atmosfer khidmat yang sulit dilupakan.

Baca juga: Kisah Cinta Al-Fatih Penakluk Konstantinopel, Antara Pernikahan Politik dan Pengabdian pada Islam

Pengunjung terus berdatangan. Mereka berjalan perlahan, berhenti di setiap etalase untuk membaca keterangan pada papan informasi.

Seorang ibu dan anaknya tampak berdiri lama di depan kotak kaca, sesekali mendekatkan wajah untuk melihat detail artefak dengan rasa ingin tahu.

Di dalam etalase tersimpan berbagai koleksi, mulai dari replika baju perang, pedang, tongkat, hingga busur komando yang dikaitkan dengan sejarah peperangan di masa Rasulullah. Beberapa artefak ditata di atas alas hijau berhias ornamen kayu berukir, memperkuat nuansa klasik nan sakral.

Sorotan utama berada di panggung tengah. Dalam kotak kaca khusus, terpasang sorban atau imamah berwarna krem kehijauan yang dililitkan rapi dengan ornamen kecil di bagian depan. Latar kaligrafi hijau dan emas membuat sorban itu menjadi pusat perhatian ruangan.

Tak jauh dari pintu masuk, pengunjung juga memotret peta perjalanan perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat. Mereka bahkan diberi kesempatan berfoto di depan ornamen sahabat menunggangi kuda lengkap dengan baju zirah dan pedang.

Selain artefak yang dikaitkan langsung dengan tubuh Rasulullah, pengunjung dapat melihat pedang milik Sayyidina Husain dan Sayyidina Khalid bin Walid, serta koleksi kiswah atau kain penutup Ka’bah dari berbagai periode, termasuk era Turki Utsmani. Kain-kain tersebut dipajang terpisah, memperlihatkan detail motif dan kaligrafi yang rumit.

Datang dari Depok, Ibu Dua Anak Terharu

Pameran Artefak Rasulullah SAW dan Para Sahabat di Laga Satria Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/2/2026).
KOMPAS.com/ AFHDALUL IKHSAN Pameran Artefak Rasulullah SAW dan Para Sahabat di Laga Satria Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/2/2026).

Di antara pengunjung, Nur Adiah (28), warga Depok, tak mampu menyembunyikan rasa harunya.

Ia datang bersama suami dan dua anaknya, khusus untuk melihat langsung peninggalan Nabi Muhammad yang selama ini hanya disaksikan melalui layar ponsel.

“Ini pertama kali saya lihat langsung. Biasanya cuma lihat di HP. Pas tahu ada pameran ini, rasanya sayang kalau enggak datang,” ucapnya.

Ia mengaku terkesan sekaligus terharu saat menyaksikan artefak-artefak tersebut dari dekat.

“Enggak percaya, benar-benar enggak percaya bisa lihat langsung. Rasanya campur aduk, terharu banget,” ucapnya.

Dari sekian banyak benda yang dipamerkan, Nur menyebut rambut Rasulullah dan kain penutup makam Nabi atau kiswah sebagai artefak yang paling membekas.

“Yang paling diingat itu rambut Nabi. Terus kain penutup makam Nabi, kiswah itu. Itu paling membekas,” tuturnya.

Nur mengatakan, kunjungannya bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi kedua anaknya agar mengenal Rasulullah lebih dekat, bukan sekadar dari cerita.

Meski harus menempuh perjalanan dari Depok ke Kabupaten Bogor, ia menilai pengalaman tersebut sepadan.

“Sekalian ngabuburit juga, kan bermanfaat,” ucapnya.

Ia pun berharap kegiatan serupa dapat digelar rutin setiap tahun.

“Bagus banget kalau bisa diadakan setahun sekali. Bikin hati senang karena kita bisa lihat langsung peninggalan Nabi yang benar-benar ada,” kata dia.

45 Artefak Dipamerkan Selama Ramadhan

Pameran Artefak Rasulullah SAW dan Para Sahabat di Laga Satria Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/2/2026).
KOMPAS.com/ AFDHALUL IKSAN Pameran Artefak Rasulullah SAW dan Para Sahabat di Laga Satria Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/2/2026).

Sementara itu, salah satu tim penyelenggara, Ferdy Surya (49), menyebut total terdapat sekitar 45 artefak yang dipamerkan, termasuk sekitar 20 jenis kiswah.

Koleksi tersebut merupakan milik almarhum Profesor Dr Abdul Manan bin Embong, arkeolog Muslim asal Malaysia, yang dibawa ke Indonesia dan sebelumnya sempat dipamerkan di Jakarta.

Baca juga: 10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga Lengkap dengan Keutamaannya

Pameran ini digelar di Bogor sejak 19 Februari hingga 18 Maret 2026 dan diresmikan Jumat (20/2/2026) oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto.

“Yang paling fenomenal memang yang di panggung utama, seperti sorban, rambut, janggut, darah bekam, dan bekas keringat. Itu yang dianggap paling spesial karena pernah menempel langsung di tubuh Baginda Rasulullah,” ujarnya.

Ramadhan di Bogor tahun ini bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga. Di Gelora Pakansari, pengunjung diajak menyusuri jejak sejarah Islam dalam balutan suasana yang menyentuh hati, sebuah wisata religi yang bukan hanya dilihat, tetapi juga dirasakan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar