BOGOR, KOMPAS.com – Hamparan karpet merah menyambut langkah para pengunjung yang memasuki area “Pameran Artefak Rasulullah SAW dan Para Sahabat” di Laga Satria Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/2/2026).
Di balik tirai hitam yang menutup sekeliling ruangan, deretan kotak kaca berjejer rapi. Masing-masing menyimpan artefak yang berkaitan dengan sejarah Rasulullah SAW dan para sahabat.
Begitu melangkah masuk, wangi semerbak langsung terhirup dari pembakar bubur atau pengharum ruangan yang digunakan pada masa Kerajaan Turki Utsmani.
Permadani bermotif kaligrafi menggantung di dinding, menghadirkan suasana Timur Tengah yang kental. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dari seorang qori menggema, menciptakan atmosfer khidmat yang sulit dilupakan.
Baca juga: Kisah Cinta Al-Fatih Penakluk Konstantinopel, Antara Pernikahan Politik dan Pengabdian pada Islam
Pengunjung terus berdatangan. Mereka berjalan perlahan, berhenti di setiap etalase untuk membaca keterangan pada papan informasi.
Seorang ibu dan anaknya tampak berdiri lama di depan kotak kaca, sesekali mendekatkan wajah untuk melihat detail artefak dengan rasa ingin tahu.
Di dalam etalase tersimpan berbagai koleksi, mulai dari replika baju perang, pedang, tongkat, hingga busur komando yang dikaitkan dengan sejarah peperangan di masa Rasulullah. Beberapa artefak ditata di atas alas hijau berhias ornamen kayu berukir, memperkuat nuansa klasik nan sakral.
Sorotan utama berada di panggung tengah. Dalam kotak kaca khusus, terpasang sorban atau imamah berwarna krem kehijauan yang dililitkan rapi dengan ornamen kecil di bagian depan. Latar kaligrafi hijau dan emas membuat sorban itu menjadi pusat perhatian ruangan.
Tak jauh dari pintu masuk, pengunjung juga memotret peta perjalanan perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat. Mereka bahkan diberi kesempatan berfoto di depan ornamen sahabat menunggangi kuda lengkap dengan baju zirah dan pedang.
Selain artefak yang dikaitkan langsung dengan tubuh Rasulullah, pengunjung dapat melihat pedang milik Sayyidina Husain dan Sayyidina Khalid bin Walid, serta koleksi kiswah atau kain penutup Ka’bah dari berbagai periode, termasuk era Turki Utsmani. Kain-kain tersebut dipajang terpisah, memperlihatkan detail motif dan kaligrafi yang rumit.
Pameran Artefak Rasulullah SAW dan Para Sahabat di Laga Satria Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/2/2026).
Di antara pengunjung, Nur Adiah (28), warga Depok, tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
Ia datang bersama suami dan dua anaknya, khusus untuk melihat langsung peninggalan Nabi Muhammad yang selama ini hanya disaksikan melalui layar ponsel.
“Ini pertama kali saya lihat langsung. Biasanya cuma lihat di HP. Pas tahu ada pameran ini, rasanya sayang kalau enggak datang,” ucapnya.
Ia mengaku terkesan sekaligus terharu saat menyaksikan artefak-artefak tersebut dari dekat.
“Enggak percaya, benar-benar enggak percaya bisa lihat langsung. Rasanya campur aduk, terharu banget,” ucapnya.
Dari sekian banyak benda yang dipamerkan, Nur menyebut rambut Rasulullah dan kain penutup makam Nabi atau kiswah sebagai artefak yang paling membekas.
“Yang paling diingat itu rambut Nabi. Terus kain penutup makam Nabi, kiswah itu. Itu paling membekas,” tuturnya.
Nur mengatakan, kunjungannya bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi kedua anaknya agar mengenal Rasulullah lebih dekat, bukan sekadar dari cerita.
Meski harus menempuh perjalanan dari Depok ke Kabupaten Bogor, ia menilai pengalaman tersebut sepadan.
“Sekalian ngabuburit juga, kan bermanfaat,” ucapnya.
Ia pun berharap kegiatan serupa dapat digelar rutin setiap tahun.
“Bagus banget kalau bisa diadakan setahun sekali. Bikin hati senang karena kita bisa lihat langsung peninggalan Nabi yang benar-benar ada,” kata dia.
Pameran Artefak Rasulullah SAW dan Para Sahabat di Laga Satria Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/2/2026).
Sementara itu, salah satu tim penyelenggara, Ferdy Surya (49), menyebut total terdapat sekitar 45 artefak yang dipamerkan, termasuk sekitar 20 jenis kiswah.
Koleksi tersebut merupakan milik almarhum Profesor Dr Abdul Manan bin Embong, arkeolog Muslim asal Malaysia, yang dibawa ke Indonesia dan sebelumnya sempat dipamerkan di Jakarta.
Baca juga: 10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga Lengkap dengan Keutamaannya
Pameran ini digelar di Bogor sejak 19 Februari hingga 18 Maret 2026 dan diresmikan Jumat (20/2/2026) oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto.
“Yang paling fenomenal memang yang di panggung utama, seperti sorban, rambut, janggut, darah bekam, dan bekas keringat. Itu yang dianggap paling spesial karena pernah menempel langsung di tubuh Baginda Rasulullah,” ujarnya.
Ramadhan di Bogor tahun ini bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga. Di Gelora Pakansari, pengunjung diajak menyusuri jejak sejarah Islam dalam balutan suasana yang menyentuh hati, sebuah wisata religi yang bukan hanya dilihat, tetapi juga dirasakan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang